Latest News

Sunday, May 31, 2020

Mengenal MGR Henricus Pidyarto Gunawan .Carm, Uskup Keuskupan Malang. Part 1

13_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik


13_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

12_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

11_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

10_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

09_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

08_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

07_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

06_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

05_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

04_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

03_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik


03_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

02_Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

1 Mempertanggungjawabkan Iman Katolik


1 Mempertanggungjawabkan Iman Katolik

Wednesday, May 27, 2020

Surga Yang Tidak Halal - Fatalnya Konsekuensi Menolak Penebusan Dosa


Surga Yang Tidak Halal - Fatalnya Konsekuensi Menolak Penebusan Dosa

TANYA JAWAB IMAN KATOLIK BERSAMA Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm PART 2/2


TANYA JAWAB IMAN KATOLIK BERSAMA Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm PART 2/2

TANYA JAWAB IMAN KATOLIK BERSAMA Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm PART 1/2


TANYA JAWAB IMAN KATOLIK BERSAMA Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm PART 1/2

Friday, May 15, 2020

Informasi Tentang Christian Prince Menjawab Ustadz Soal Kekristenan

[FullVideo] Ust.Insan Mokoginta Dari Indonesia Vs Jawaban CP Bahasa - [Lambe Kurang] Jawaban#1 Yesus Adalah Seorang Kristen | Menjawab Ustad Insan (CP) - [Apocalypse of Alquran] Jawaban#2 Ke Gereja Pada Hari Minggu | Menjawab Ustad Insan (CP) - [Apocalypse of Alquran] Jawaban#3 Ayat Mana Yesus Berkata Aku Adalah Tuhan - Ustad Insan (CP)-[Apocalypse Of Alquran] Jawaban#4 Alkitab Adalah Firman Allah | Menjawab Ustad Insan (CP)- [Apocalypse Of Alquran] Jawaban#5 Kelahiran Yesus 25 Desember | Menjawab Ustad Insan (CP)- [Apocalypse of Alquran] Jawaban#6 Menghapal Ayat Alkitab | Menjawab Ustad Insan (CP) -[ Apocalypse Of Alquran] Christian Prince: CP vs 'Insane' Mokoginta Eps 03 #01 Hal TRINITAS- [CPMI] Christian Prince: CP vs 'Insane' Mokoginta Eps 01 #01 -[ CPMI] Christian Prince: CP vs 'Insane' Mokoginta Eps 01 #02 -[ CPMI] Christian Prince: CP vs 'Insane' Mokoginta Eps 01 #03 - [CPMI] Christian Prince: CP vs 'Insane' Mokoginta Eps 01 #04 - [CPMI] Promosi Buku Ustad Insan Mokoginta -C P Menjawab Eps 01 #5 - [CPMI] Ustad Insan Mokoginta untuk Christian Prince : "AKU MAU MUKAMU, BUKAN OTAKMU!! - [We are bless] Christian Prince: Menjawab Dusta. Ustadz Insan Mokoginta tentang Trinitas, #2 - [Christian Prince Indo] Saya Memenuhi Syarat Untuk Menjadi N4bi CP Bahasa - [Lambe Kurang]

Wednesday, May 13, 2020

Wejangan Paus Fransiskus

*WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA RATU SURGA 3 Mei 2020: MENDENGARKAN SUARA PENGGEMBALAAN ALLAH* 

_Saudara-saudari yang terkasih, selamat pagi !_

_Hari Minggu Paskah IV, yang kita rayakan hari ini, didedikasikan untuk Yesus Sang Gembala yang baik. Injil mengatakan: “Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar” (Yoh 10:3). Tuhan memanggil kita menurut nama, memanggil kita karena Ia mengasihi kita. Tetapi, Bacaan Injil mengatakan, ada suara-suara lain yang tidak boleh diikuti: suara orang asing, pencuri dan perampok yang ingin berbuat jahat terhadap domba._

Bermacam-macam suara ini bergema di dalam diri kita. Ada suara Allah, yang berbicara baik kepada hati nurani, dan ada suara yang menggoda yang mengarah pada kejahatan. Bagaimana kita bisa mengenali suara Sang Gembala yang baik dari suara pencuri, bagaimana kita bisa membedakan ilham Allah dari anjuran si jahat ? Kamu dapat belajar membedakan kedua suara ini: pada kenyataannya keduanya berbicara dua bahasa yang berbeda, yaitu, keduanya memiliki cara yang berlawanan untuk mengetuk hati kita. Keduanya berbicara bahasa yang berbeda. Sebagaimana kita ketahui bagaimana membedakan satu bahasa dari bahasa lainnya, kita juga dapat membedakan suara Allah dan suara si jahat. Suara Allah tidak pernah memaksa: Allah menawarkan diri-Nya, Ia tidak memaksakan diri-Nya. Sebaliknya, suara yang jahat tersebut menggoda, menyerang, memaksa: ia membangkitkan khayalan yang menyilaukan, emosi yang menggoda tetapi sepintas lalu. Pada awalnya ia membujuk, membuat kita percaya bahwa kita mahakuasa, tetapi kemudian meninggalkan kita dengan kehampaan batin dan mendakwa kita: "Kamu tidak berharga apa-apa". Suara Allah, di sisi lain, mengoreksi kita, dengan banyak kesabaran, tetapi selalu mendorong kita, menghibur kita: selalu memupuk harapan. Suara Allah adalah suara yang memiliki cakrawala, sebaliknya suara si jahat membawamu ke sebuah dinding, menyudutkanmu.

Perbedaan lainnya. Suara musuh mengalihkan perhatian dari masa kini dan ingin kita berfokus pada ketakutan akan masa depan atau kesedihan masa lalu - musuh tidak menginginkan masa kini - : suara musuh membawa kembali kepahitan, ingatan akan kesalahan yang diderita, ingatan akan mereka yang menyakiti kita..., banyak ingatan buruk. Sebaliknya, suara Allah berbicara di masa sekarang: "Sekarang kamu bisa berbuat baik, sekarang kamu bisa melaksanakan daya cipta cinta, sekarang kamu bisa melampiaskan penyesalan dan rasa bersalah yang menawan hatimu". Suara Allah menjiwai diri kita, membawa kita maju, tetapi berbicara sampai sekarang: kini.

Sekali lagi: kedua suara itu menimbulkan pertanyaan yang berbeda di dalam diri kita. Apakah yang akan berasal dari Allah: "Apa yang baik bagiku ?" Sebaliknya si penggoda akan bersikeras pada pertanyaan lain: "Apakah yang ingin kuperbuat ?". Apa yang kuinginkan: suara yang jahat selalu berputar di sekitar diri, ia mendorong, ia menginginkan, segalanya dan segera. Ia bertingkah seperti anak-anak: segalanya dan sekarang. Suara Allah, bagaimanapun, tidak pernah menjanjikan sukacita dengan harga murah: ia mengundang kita untuk melampaui diri kita guna menemukan kebaikan, kedamaian sejati. Ingat: kejahatan tidak pernah memberikan kedamaian, mengutamakan kegilaan dan meninggalkan kepahitan. Inilah gaya kejahatan.

Akhirnya, suara Allah dan suara si penggoda berbicara dalam "lingkungan" yang berbeda: musuh lebih memilih kegelapan, kepalsuan, pergunjingan; Tuhan mencintai sinar matahari, kebenaran, transparansi yang tulus. Musuh akan berkata kepada kita: "Tutuplah dirimu, maka tidak ada seorang pun yang memahamimu dan mendengarkanmu, jangan percaya !". Sebaliknya, kebaikan mengundang kita untuk membuka diri, apa adanya dan percaya kepada Allah dan orang lain.

Saudara-saudari yang terkasih, saat ini banyak pemikiran dan keprihatinan menuntun kita untuk memasuki kembali diri kita. Kita memperhatikan suara-suara yang mencapai hati kita. Marilah kita menanyakan dari manakah mereka berasal. Kita mohon rahmat untuk mengenali dan mengikuti suara Sang Gembala yang baik, yang membawa kita keluar dari sifat mementingkan diri sendiri dan membawa kita ke padang rumput kebebasan sejati. Bunda Maria, Bunda Penasehat yang Baik, bimbing dan sertailah kebijaksanaan kami.

*[Setelah pendarasan doa Ratu Surga]*

_Saudara-saudari yang terkasih,_

Hari ini kita merayakan Hari Doa Panggilan Sedunia. Keberadaan Kristiani selalu merupakan tanggapan terhadap panggilan Allah, dalam kondisi kehidupan apa pun. Hari Doa Panggilan Sedunia ini mengingatkan kita tentang apa yang dikatakan Yesus pada suatu hari, bahwa ladang Kerajaan Allah membutuhkan banyak pekerja, dan kita harus berdoa kepada Bapa guna mengirim para pekerja untuk bekerja di ladang-Nya (bdk. Mat 9:37-38). Imamat dan hidup bakti membutuhkan keberanian dan ketekunan; dan tanpa doa kita tidak sudi menempuh jalan ini. Saya mengundang semua orang untuk memohonkan dari Tuhan karunia pekerja yang baik untuk Kerajaan-Nya, dengan hati dan tangan yang bersedia untuk mencintai-Nya.

Sekali lagi saya ingin mengungkapkan kedekatan saya dengan orang-orang yang sakit Covid-19, dengan mereka yang mengabdikan diri untuk merawat orang-orang yang, dengan cara apa pun, sedang menderita pandemi tersebut. Pada saat yang sama, saya ingin mendukung dan mendorong kerjasama internasional yang sedang berlangsung dengan berbagai prakarsa untuk menanggapi secara memadai dan efektif terhadap krisis serius yang sedang kita alami. Pada kenyataannya, pentingnya menyatukan keahlian ilmiah, dengan cara yang transparan dan tanpa keberpihakan, untuk menemukan vaksin dan perlakuan serta menjamin akses universal ke teknologi-teknologi yang diperlukan yang memungkinkan setiap orang yang terpapar, di pelbagai bagian dunia, untuk menerima perawatan kesehatan yang diperlukan.

Secara khusus saya memikirkan Lembaga "Meter", penggagas Hari Nasional untuk anak-anak korban kekerasan, eksploitasi dan ketidakpedulian. Saya mendorong para pengelola dan pelaksana untuk melanjutkan tindakan pencegahan dan peningkatan kesadaran mereka bersama berbagai lembaga pendidikan. Dan saya berterima kasih kepada anak-anak dari lembaga tersebut yang mengirimi saya sebuah kolase dengan ratusan bunga aster yang diwarnai oleh mereka. Terima kasih!

Kita baru saja mengawali bulan Mei, bulan Maria teristimewa, di mana selama bulan tersebut cinta setia dengan mengunjungi tempat suci yang didedikasikan untuk Bunda Maria. Tahun ini, karena situasi kesehatan, kita secara rohani pergi ke tempat-tempat iman dan devosi ini, untuk menempatkan keprihatinan, harapan, dan rencana kita demi masa depan dalam hati Santa Perawan.

Dan karena doa bernilai universal, saya menerima tawaran dari Komite Tinggi untuk Persaudaraan Manusia agar orang-orang percaya dari semua agama dapat bergabung secara rohani pada tanggal 14 Mei 2020 dalam satu hari doa dan puasa serta karya amal, untuk memohon kepada Tuhan guna membantu umat manusia mengatasi pandemi virus Corona. Ingat: pada tanggal 14 Mei 2020, semua orang percaya bersama-sama, orang-orang percaya dari berbagai tradisi, berdoa, berpuasa dan melakukan karya amal.

Kepada kalian semua saya mengucapkan selamat hari Minggu. Tolong jangan lupa untuk mendoakan saya. Selamat makan siang dan sampai jumpa. 
________ 

https://katekesekatolik.blogspot.com/2020/05/wejangan-paus-fransiskus-dalam-doa-ratu-3-Mei-2020.html?fbclid=IwAR0n8WDd1bHVuqZ5JD-kblPPt_F-JtyZtQRC9_nSHm8RkosLJN7I98ErxFQ

Monday, May 11, 2020

KETAHANAN PANGAN UMAT KATOLIK LING ST.FRANSISKUS X.GEREJA ST.ODILA CITRA RAYA HADAPI DAMPAK CORONA


Video  berikut ini  tentang usaha Ketahanan pangan umat lingkungan St. Fransiskus Xaverius Paroki Citra Raya Gereja Katolik Santa Odilia  menghadapi dampak Wabah Virus Corona

Sebagian besar umat Katolik lingkungan St. Fransiskus Xaverius bekerja sebagai pekerja pabrik dan pekerja harian bangunan sehingga banyak yang di PHK atau dirumahkan.

Untuk menyambung  hidup dan sekolah anak-anak, mereka membentuk 3 kelompok kebun cepat panen. Kebun itu terdiri-dari   Singkong, Pisang, Ubi, dan sayur-sayuran.

Sungguh mengharukan bahwa mereka berusaha bertahan hidup dan sekaligus masih bisa berbagi dengan masyarakat lainnya.
 
Mereka mengatakan bahwa  bertahan Hidup dan tetap berbagi adalah kehormatan dan kemuliaan. Sebagaimana dikatakan oleh Letjen Doni Monardo (Ketua Gugus Satgas Penanganan Covid 19j.

Kita akan tersentuh melihat apa yang dikatakan mereka dalam video ini. Sebagai contoh : Bapak Hilarius Punan, pekerja bangunan harian, mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai universitas.

Sedang dipersiapkan lahan-lahan ketahanan pangan lainnya dalam waktu dekat ini.

Lahan yang dipakai adalah lahan-lahan tidur setelah mendapatkan ijin dari pemiliknya.



https://youtu.be/g-NpCHOfToI

Terimakasih kepada Koramil 14 Panonan atas bantuan dan motivasinya.

Salam Sehat, Salam Tangguh

Romo Felix Supranto, SS.CC/Pastor Kepala Paroki Citra Raya Gereja Katolik St. Odilia, Komsos Gereja Katolik St. Odilia Citra Raya, Media Koramil 14 Panongan

Friday, May 1, 2020

Baptis Darah Dan Baptis Rindu


KATKIT | Katekese Sedikit | No. 378

Seri Katekismus
BAPTIS DARAH & BAPTIS RINDU

Syalom aleikhem.
Ada berbagai pendapat mengenai perlu tidaknya Pembaptisan untuk keselamatan abadi manusia. Sementara kalangan berpendapat perlu dan wajib, golongan lain berkata perlu tapi tidak wajib, yang lain lagi menganggap tidak perlu-perlu amat.

Bagaimana memahami perkara ini: pembaptisan perlu atau tidak demi keselamatan kekal?

Pembaptisan itu Perlu

Menurut Mat. 28:19-20, Tuhan Yesus menekankan perlunya Pembaptisan dengan mengutus para murid-Nya untuk pergi dan membaptis semua bangsa. Kalau Pembaptisan tidak perlu, perintah itu tak kan ada. Dalam Yoh. 3:5, Pembaptisan disebut oleh Baginda Yesus dengan istilah “dilahirkan dari air dan Roh”. Nah, dilahirkan dari air dan Roh (baca: Pembaptisan) itu perlu untuk – ayat yang sama menyebut – masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Jadi, seturut ayat-ayat suci di atas, kaitan antara Pembaptisan dan masuk Kerajaan Allah jelas sekali. Pembaptisan, dengan demikian, diperlukan untuk memperoleh keselamatan. Katekismus menyebut Gereja Katolik tak mengenal sarana lain kecuali Pembaptisan untuk menjamin orang masuk kebahagiaan abadi. Dalam pandangan Gereja, satu-satunya cara yang dikenalnya adalah Pembaptisan.

Perlunya Pembaptisan juga ditegaskan dalam Mrk. 16:16: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Di ayat itu, Pembaptisan dikaitkan dengan percaya alias iman. Orang mau dibaptis karena beriman kepada Sang Kristus, begitu nalarnya.

Baptis Darah dan Rindu

Dengan cantik, Katekismus berujar: “Tuhan telah mengikatkan keselamatan pada Sakramen Baptis.” Bagaimana dipahami? Dengan itu, mau dinyatakan bahwa keselamatan kekal memang diperoleh melalui Pembaptisan. Simpelnya, kalau mau mendapat keselamatan kekal, maulah dibaptis dalam nama Allah Tritunggal; maka, selamat kau. Sekali lagi, Pembaptisan jangan dilepaskan kaitannya dengan iman kepada Kristus.

Namun, pada baris yang sama, Katekismus serentak mengingatkan: “Tuhan sendiri tak terikat pada sakramen-sakramen-Nya.” Meski sakramen membuahkan keselamatan, Tuhan mahakuasa punya cara lain untuk menyelamatkan umat manusia, ini yang mau dikatakan dalam baris tersebut.

Cara lain itu seperti apa contohnya? Pada nomor berikutnya, Katekismus memaparkan adanya “baptis darah” dan “baptis rindu”. Keduanya adalah istilah untuk menyebut keadaan orang yang mati dalam status belum dibaptis, tetapi ia menerima buah-buah baptisan. Bagaimana itu?

Ada orang tertentu yang mati karena imannya kepada Kristus dalam keadaan belum dibaptis. Orang seperti itu, dalam keyakinan Gereja, selamat. Ia belum menerima Sakramen Baptis, namun “dianggap” telah dibaptis oleh kematiannya itu untuk dan bersama Kristus.

Baptis darah: istilah untuk menyebut orang yang mati dalam iman dengan tertumpah darahnya, seperti martir, dalam keadaan belum dibaptis. Baptis rindu itu mirip dengan baptis darah, hanya saja tidak ada penumpahan darah; mati sewajarnya. Amin.

▪ Acuan: Katekismus Gereja Katolik No. 1257-1258

Rev. D. Y. Istimoer Bayu Ajie
Katekis Daring

Mengapa Doa Malekat Tuhan Diganti Dgn Doa Ratu Surga Selama Masa Paskah


*Mengapa doa Malaikat Tuhan diganti dengan doa Ratu Surga selama Masa Paskah?*
[gerejerk.blogspot.com]

*Pertama*
Perubahan dari doa Malaikat Tuhan (Latin: Angelus) ke doa Ratu Surga (Latin: Regina Coeli) dilakukan karena kesesuaian tema.
Doa Malaikat Tuhan merujuk pada misteri Inkarnasi, yaitu ketika “Sabda menjadi manusia dan tinggal di antara kita”.
Sedangkan *doa Ratu Surga* merujuk pada *misteri Paskah*, yaitu pemenuhan dari misteri Inkarnasi. Doa Ratu Surga itu sendiri menunjukkan: “Ia yang sudah kau kandung telah bangkit seperti disabdakan-Nya.”
Maka, sudah sepantasnya jika doa Ratu Surga mengambil alih tempat doa Angelus.
Doa Ratu Surga melanjutkan sukacita dan kegembiraan kebangkitan dan sekali lagi meneguhkan fakta bahwa Kristus sungguh telah bangkit. Doa ini juga *mengungkapkan suatu permohonan* kepada Allah Bapa, agar bersama Maria kita dimampukan untuk menikmati sukacita dan kegembiraan kebangkitan Yesus Kristus.

*Kedua*,
Perubahan ini terjadi pada tahun 1742, yaitu ketika Paus Benediktus XIV menetapkan bahwa selama *Masa Paskah* mulai dari *hari Raya Paskah sampai dengan Hari Raya Pentakosta*, doa Ratu Surga harus didaraskan sebagai ganti doa Angelus. Ada beberapa nada yang mengubah doa Ratu Surga menjadi nyanyian yang sangat indah.

*Ketiga*,
*Usia doa Ratu Surga sudah sangat tua*. Sulit untuk menentukan siapa pengarang doa ini dan dari mana doa ini berasal.
Menurut catatan, doa Ratu Surga sudah ada sejak abad XII. Teks musik tertua disimpan di Vatikan, yaitu sebuah manuskrip dari 1171. Sekitar tahun 1200, doa Ratu Surga muncul dalam manuskirp nyanyian tradisional Romawi kuno. Jadi, bukti-bukti historis menunjukkan bahwa doa Ratu Surga sudah ada dalam khazanah kekayaan Gereja sejak waktu yang cukup lama.

*Keempat*,
Kebangkitan Kristus menunjukkan kemenangan dan kejayaan Kristus atas kuasa dosa dan kematian.
Kejayaan Kristus mengikutsertakan semua orang yang percaya kepada-Nya. Mereka akan “duduk di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel” (Mat 19:28), malah “menghakimi dunia dan malaikat” (1Kor 6:2-3). Mereka memerintah bersama Kristus, seperti dikatakan dalam sebuah kidung tua yang dikutip 2 Tim 2:12.
Karena Maria yang paling unggul di antara semua murid Tuhan, maka secara unggul pula dia diikutsertakan dalam kemenangan Kristus. Itulah artinya gelar “Ratu Surga”.
Maria sebagai ibu Yesus Kristus, ikut serta memerintah bersama dengan Kristus di surga. Gelar ini menyatakan kedekatan Maria dengan Kristus yang luar biasa baik di dunia ini, maupun juga di Surga. Maria unggul di antara para kudus (bdk Pus XII, Ad Caeli Reginam, DS 3913-3917).

Gelar sebagai “Ratu Surga” tidak hendak menyatakan Maria sebagai saingan Allah dengan kekuasaan surgawi-Nya.
*Maria dinyatakan sebagai Ratu justru karena kerendahan hatinya yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kehendak Allah*. Allah sungguh merajai seluruh diri Maria.

*Kelima*
Seperti dikatakan di atas, *doa Ratu Surga sudah ditetapkan berlaku untuk seluruh Gereja pada 1742*, jauh sebelum pernyataan dogmatis tentang Maria diangkat ke surga pada 1950 oleh Paus Pius XII. Memang pengauan akan Maria sebagai Ratu Surga sudah ada sejak lama dalam Gereja. Dogma Maria diangkat ke surga sebenarnya hanya mengeksplisitkan kepercayaan Gereja yang sudah lama diungkapkan dalam praktik iman. Pernyataan dogmatis Gereja itu tidak mengubah kenyataan, tetapi hanya mengungkapkan secara resmi ajaran tentang Maria sebagai bagian dari iman yang diwahyukan, karena itu harus dipercayai.
Jadi, fakta pengangkatan Maria ke surga sudah terjadi lama sebelum pernyataan dogmatisnya pada 1950.

Doa Ratu Surga mengingatkan kita akan apa yang terjadi pada Bunda kita. Itulah harapan nyata yang juga akan terjadi pada kta yang percaya kepada Putera-Nya.
<Dr. Petrus Maria Handoko, CM>.
[gerejark.blogspot.com] we

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)