Latest News

Friday, January 29, 2021

UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19

*UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN* *KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS* *TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN* *COVID-19*
*Dari Dewan Gereja-gereja se Dunia* dan Kongres Jahudi se Dunia:

*UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS* *TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19*
(terimakasih kepada *Pdt Dr Joas Adiprasetya*, yang telah berinisiatif menerjemahkannya)

*Akhirnya, muncul sebuah terang di ujung terowongan COVID-19.* Terdapat hampir 200 calon vaksin pada saat ini dalam proses pengembangan dan uji klinis. Lebih dari sepuluh vaksin sedang berada dalam ujicoba skala besar Fase 3, dari situ beberapa hasil yang sangat menjanjikan telah muncul. Beberapa vaksin telah menerima otorisasi terbatas atau untuk keadaan darurat, dan program vaksinasi kini dimulai di beberapa negara. Harapan meningkat untuk berakhirnya pandemi, kematian, dan penderitaan yang telah diakibatkannya, dan dampak-dampak bagi seluruh kehidupan kita, masyarakat dan ekonomi.

*Namun demikian, terlepas dari kecepatan pengembangan, pengujian, dan persetujuan vaksin* ini yang belum pernah terjadi sebelumnya, mereka tidak menawarkan solusi langsung atau lengkap untuk pandemi. Kebutuhan dan permintaan global pasti akan melebihi pasokan dalam jangka pendek hingga menengah. Diperkirakan tidak akan tersedia cukup vaksin untuk seluruh penduduk dunia hingga tahun 2023 atau 2024. Akibatnya, pemerintah, otoritas terkait, dan praktisi medis mau tak mau harus membuat keputusan sulit terkait dengan prioritas untuk peluncuran dan distribusi dari sumber daya yang tersedia secara terbatas ini.

*Karena keputusan semacam itu pada dasarnya bersifat etis*, para pemimpin agama dan organisasi-organisasi memiliki sebuah peran penting dan tanggung jawab untuk terlibat dalam diskusi kebijakan yang relevan. 

*Di tingkat internasional, sebuah perhatian utama adalah pada pemerataan global* dalam distribusi vaksin yang tersedia, sehingga negara-negara miskin tidak dikecualikan dari akses pada produk-produk yang menyelamatkan kehidupan ini. COVAX—sebuah kemitraan antara GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization; Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi), WHO (World Health Organization; Organisasi Kesehatan Dunia), dan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations; Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi)—telah dibentuk untuk menangani masalah ini, dan untuk menawarkan negara-negara yang didukung oleh COVAX untuk memiliki akses yang adil kepada vaksin yang efektif. 

*Mayoritas negara yang berpenghasilan tinggi dan menengah telah berkomitmen untuk* *mendanai COVAX*, demi membantu negara-negara berpenghasilan rendah dalam mengakses persediaan vaksin. COVAX bertujuan untuk menyediakan dua miliar dosis pada akhir tahun 2021 untuk melindungi populasi yang berisiko tinggi di negara-negara miskin di seluruh dunia, dan dalam jangka yang lebih panjang memberikan kepada mereka dosis yang cukup untuk mencapai 20% dari populasi mereka.( _*teruskan baca artikel penting berikut di bawah....*_👰👮👸👇 )
https://katolik.yahoonta.com/2021/01/undangan-untuk-refleksi-dan.html

Terlepas dari komitmen publik terhadap solidaritas internasional, "nasionalisme vaksin" tetap menjadi sebuah perhatian yang serius. Transaksi langsung yang dilakukan oleh negara- negara berpenghasilan tinggi (dan beberapa negara berpenghasilan menengah) menghasilkan sebuah kemungkinan yang sangat berkurang bagi tersedianya pasokan untuk alokasi global yang adil. 

Banyak negara berpenghasilan tinggi telah melakukan pembelian di muka dalam dosis yang cukup dari beberapa calon vaksin yang berbeda untuk memvaksinasi populasi mereka beberapa kali lipat. (Catatan kaki: Duke Global Health Innovation Center, Launch & Scale Speedometer: https://launchandscalefaster.org/COVID-19). Ini merupakan sebuah masalah moral yang menuntut tanggapan dan tindakan dari para pemimpin agama.

Di tingkat domestik, alokasi pasokan vaksin COVID-19 yang terbatas pada akhirnya akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah nasional berdasarkan konteksnya sendiri dan risiko yang sudah diteliti. Kerangka kerja bagi alokasi sumber daya yang langka harus didasarkan pada sebuah pilihan yang jelas dan spesifik dari tujuan(-tujuan) prioritas yang paling penting dalam konteks tersebut. 

Sebagaimana diakui di dalam sebuah Konsep yang dikembangkan oleh WHO bagi akses yang adil dan alokasi yang setara dari produk-produk kesehatan COVID-19, "sains dan/atau bukti saja tidak dapat memberi tahu kepada kita pilihan atau tujuan mana yang 'benar' atau yang mengarah bagian masyarakat yang harus dipentingkan. Ini membutuhkan sebuah keputusan nilai, yang merupakan domain dari etika."

Di dalam tradisi Kristen dan Yahudi, beberapa dasar utama biblis yang di atasnya refleksi- refleksi dan tindakan-tindakan para pemimpin dan komunitas agama harus didasarkan meliputi:

• Martabat dan harga diri yang Allah berikan kepada setiap manusia. (Kej. 1:27)
• Perintah untuk mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri. (Im. 19:18; Mrk. 12:31)
• Seruan iman untuk secara khusus peduli pada mereka yang paling lemah dan paling rapuh di antara kita. (Yes. 1:17; Yak. 1:27)
Di dalam keterlibatan mereka dalam percakapan-percakapan nasional mengenai alokasi vaksin, para pelaku agama harus mempertimbangkan beberapa prinsip dan isu berikut:
• Kesetaraan: Sumber daya yang tersedia harus dialokasikan tanpa diskriminasi—yaitu tanpa perlakuan yang tak setara yang tidak dapat dibenarkan atas dasar karakteristik-karakteristik seperti ras, etnisitas, warna kulit, jenis kelamin, orientasi seksual, usia, afiliasi agama, kebangsaan, status sosial, atau kemampuan untuk membayar.
• Hak asasi manusia atas kesehatan: Sebagai sebuah masalah hukum hak asasi manusia internasional, setiap manusia memiliki hak untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental tertinggi yang dapat dicapai. (Catatan kaki: International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, article 12(1); Universal Declaration of Human Rights, article 25)
• Semua tindakan harus dipandu oleh tujuan untuk meminimalkan jumlah kematian dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.
• Sasaran mana yang harus mendaptkan nilai/prioritas tertinggi? Beberapa alternatif untuk dipertimbangkan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

o Menghentikan pandemi dengan cara tercepat (yaitu "kebaikan yang lebih besar:);
o Melindungi mereka yang paling rapuh/mereka yang paling berisiko mengalami sakit
parah jika terinfeksi;
o Memastikan bahwa petugas kesehatan terlindungi dan bahwa sistem kesehatan
masyarakat tidak kewalahan dan mampu terus mendukung kebutuhan kesehatan
masyarakat;
o Menghindari kerugian umum dan jangka panjang terhadap ekonomi dan mata
pencaharian mayoritas penduduk; atau,
o Kesejahteraan, pendidikan dan prospek masa depan dari kaum muda (yang secara umum lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami sakit parah akibat virus ini).

Pilihan atas tujuan yang mana yang harus diprioritaskan—yang mungkin berbeda di antara negara-negara dan konteks-konteks—akan menentukan strategi alokasi vaksin di negara atau konteks tersebut. Tetapi pilihan mana pun yang diambil, dalam sebuah konteks sumber daya yang terbatas dan tidak mencukupi, beberapa pasti akan kalah meskipun memiliki klaim moral yang sah. 

Oleh karena itu, sungguh sangat penting bahwa pilihan itu sendiri, pembenaran moral untuk pilihan itu, dan proses yang melaluinya pilihan itu diambil harus dikomunikasikan secara terbuka dan transparan. Selain itu, pilihan tersebut harus diterapkan secara konsisten, melalui sebuah cara yang non-diskriminatif—yaitu, jika vaksin dialokasikan berdasarkan kebutuhan atau kerapuhan, mereka yang memiliki kebutuhan atau kerapuhan serupa harus diperlakukan serupa.

Para pemimpin agama harus mempertimbangkan untuk mengkonfrontasi secara publik rumor yang tidak berdasar dan mitos-mitos konspirasi, yang dipromosikan tanpa bukti, yang merusak kepercayaan publik pada otoritas dan layanan kesehatan dan pada vaksin-vaksin yang telah diuji dan disetujui itu sendiri—yang dengan demikian dapat mengancam respons kesehatan masyarakat yang efektif terhadap pandemi. Dalam beberapa kasus, mitos-mitos konspirasi semacam itu secara eksplisit memiliki dasar antisemitik yang harus dikecam. Pemimpin agama senior mungkin ingin menimbang kemungkinan, misalnya, untuk divaksinasi di depan media, idealnya bersama-sama untuk menunjukkan solidaritas dan kerja sama antaragama, jika demonstrasi seperti itu akan membantu mengurangi ketakutan yang tidak berdasar dan "keengganan vaksin" (vaccine reticence) di dalam komunitas-komunitas mereka.

Di beberapa negara, otoritas terkait dapat mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi, atau sebuah prasyarat penting untuk akses ke layanan publik atau fasilitas swasta tertentu (termasuk perjalanan udara). Ini kemungkinan besar akan menjadi tindakan kontroversial. Namun demikian, sementara sumber daya pada prinsipnya tidak boleh digunakan untuk perawatan yang pasien tidak ingin menerimanya, dalam konteks usaha-usaha luar biasa saat ini untuk mengendalikan pandemi global, pertimbangan kesehatan masyarakat yang sah dapat membenarkan tindakan yang sebaliknya akan dianggap kejam.

Undangan ini dikeluarkan tanpa bermaksud untuk menetapkan pendekatan-pendekatan khusus untuk diterapkan di mana-mana, melainkan untuk mendorong para pemimpin agama dan organisasi berbasis agama untuk memainkan peran mereka yang sesuai dan dibutuhkan dalam berkontribusi pada diskusi-diskusi kebijakan publik tentang isu-isu kritis ini, yang harus dipertimbangkan setiap masyarakat di dalam momen yang penting ini.

Rev. Prof. Dr Ioan Sauca 
Interim General Secretary World Council of Churches
Maram Stern
Executive Vice President World Jewish Congresss
Link asli: https://www.oikoumene org/resources/documents/invitation-to-reflection-and-engagement-on-ethical- issues-related-to-covid-19-vaccine-distribution    KATOLIK.Yahoonta.com



Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Thursday, January 28, 2021

Kemungkinan menjadi beatus pertama orang Indonesia.



Mgr Gabriel Manek asal Atambua Timor, dulu Uskup Larantuka, lalu Uskup Agung Ende Flores.

Kemudian dia ditugaskan selama 17 tahun berkarya di Amerika.

Kemudian dia meninggal disana, dikubur juga disana.

Entah bagaima kisahnya sampai kuburannya kemudian digali , sungguh mengagetkan bahwa tubuhnya masih utuh.

Karena mukjizat tersebut pihak pimpinan kongregasinya membawa janazah tersebut yg masih utuh kembali ke Indonesia dan disemayamkan di Biara Pusat PRR di Lebao Larantuka Flores. 

Selanjutnya akan dibeatifikasi oleh Bapak Paus Fransiscus sebagai 0rang Kudus pertama dari Indonesia.

Note:
Admin akan segera malengkapi berita tersebut dengan segera.

KATOLIK.Yahoonta.com








Pembangunan terowongan silaturahmi yang akan menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja



*Terowongan Istiqlal Katedral Ide* *Brilian Jokowi Bangun Toleransi* *Umat Beragama*
*Pembangunan terowongan silaturahmi* yang akan menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta telah dimulai 20 Januari ditargetkan hingga 31 Maret 2021.

Aneh? Tentu tidak.


Unik? Iya, itu pasti.

*Tapi itulah ide brilian seorang Jokowi yang kini sebagai Presiden Republik Indonesia.*

Keunikan pemikiran Jokowi memang selalu menarik perhatian bangsa Indonesia, bahkan dunia.

*Maka sudah tepat Jokowi dinobatkan sebagai 100 tokoh berpengaruh di dunia.*

Kali ini sang tokoh membuat terowongan bawah tanah yang dimulai dari Masjid Istiqlal tembus ke Gereja Katedral Jakarta.

*Ide yang tidak pernah terlintas dalam benak setiap orang Jakarta sama sekali*, mungkin juga bangsa Indonesia.

Namun muncul dalam pemikiran Jokowi yang sehari-hari sibuk dengan tugas negara.

*Terowongan yang diberi nama dengan istilah “Terowongan Silaturrahmi”* tersebut sebagai usaha membangun sikap toleransi antara umat Islam dan Kristen.

Konsep saling terhubung dalam bentuk sebuah terowongan.

*Ide Jokowi itu pun ditanggapi secara beragam oleh berbagai kalangan masyarakat.*

Ada yang mengatakan sebagai gimik yang tidak perlu disentuh lagi karena sensitif.

Tapi ada juga yang memandang hal itu sebagai simbolik untuk menyatukan umat beragama.

*Whatever, gagasan membangun jalan bawah tanah seperti terowongan yang menghubungkan* dua rumah ibadah terbesar di Indonesia memang layak untuk diapresiasiDengan demikian proyek ini diharapkan bukan hanya memberikan keuntungan secara spiritual dan sosial.

*Tapi juga keuntungan secara ekonomi karena bisa menjadi destinasi wisata baru.*

Sejak direncanakan pembangunannya oleh Jokowi pada Jumat, (7/02/2020) silam, kini sudah pada tahap pengerjaan.

*Pembangunan ini dilakukan bersamaan dengan renovasi besar di Masjid Istiqlal.*

*Terowongan ini dibangun di bawah tanah dan akan menghubungkan antara Masjid Istiqlal* dengan *Gereja Katedral.*

Walaupun pernah mendapatkan kritikan keras dari Politisi PDIP yang menganggap itu tidak penting.

Bahkan beberapa tokoh ada yang secara tegas menolak.

*Namun Presiden Jokowi tetap melanjutkan pembangunannya.*

Para tokoh yang kontra berpendapat bahwa kerukunan umat beragama bukan dibangun dengan proyek infrastruktur.

Tapi juga ada hal lain yang saat ini mendesak untuk dikerjakan dalam kaitannya dengan keberagaman, toleransi, dan merawat kebhinnekaan kita yaitu seperti menggaji guru agama dengan layak.

*Bahkan Bos Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut bahwa hak beribadah yang dilindungi* diyakini costnya lebih murah dibanding terowongan.

Karenanya ia secara tegas menolak pembangunan itu.

Dari sekian banyak tokoh nasional yang memberikan komentar dan pandangan mereka terhadap konsep Jokowi.

*Diantara rangkuman yang patut menjadi catatan yaitu hendaknya proyek tersebut dapat dipertimbangkan untuk kemanfaatannya.

Selain itu masyarakat juga masih bertanya-tanya apa maksud dan tujuan dibangunnya “jalan rahasia” itu.

Apa benefit yang bakal didapatkan.

Sebab pasti akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Sementara utang negara sangat banyak dan membengkak. Apa pemerintah tidak peka?

*Yang pasti pemerintah perlu bekerja dengan mengedepankan skala prioritas berdasarkan kebutuhan* *rakyat dan kemampuan negara.*

*Bukan atas dasar keinginan (syahwat) apalagi nafsu politik belaka. (*)*

Monday, January 18, 2021

Paus Fransiskus Sampaikan Belasungkawa Atas Musibah Yang Terjadi Di Indonesi,Kecelakaan Sriwijaya Dan Gempa Bumi Di Sulawesi Barat.

*Paus Fransiskus mengucapkan belasungkawa untuk Indonesia* terkait sejumlah peristiwa yakni kecelakaan pesawat *Sriwijaya Air* dan *gempa bumi di Sulawesi Barat*. *Paus juga berdoa bagi *seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan*
*Catet: Sepanjang Video Katekese Anti Intrupsi Iklan*
Selamat Berkatekese Bersama:
*BAGIKAN segera agar Umat Katolik Lebih Pintar *
*Dalam Membela Iman*

Wednesday, January 13, 2021

Patung Katolik Bukan Berhala

*Patung Katolik Bukan Berhala*
Sesekali ada *suara sumbang* terkait penggunaan patung di Gereja Katolik: 
"Umat Katolik melanggar perintah Allah dalam Alkitab! Orang Katolik menyembah berhala!"
.
*Benarkah Alkitab melarang adanya patung?* 
Benarkah orang Katolik menyembah berhala ketika menggunakan patung dalam peribadatannya? 
*Video ini jawaban singkat dan tuntas!*

Biasakan menonton hingga akhir supaya pemahaman anda utuh dan kuat.
*👉Catet: Sepanjang Video Katekese Anti Intrupsi Iklan👍*
Selamat Berkatekese Bersama:
*BAGIKAN segera agar Umat Katolik Lebih Pintar 💪*
*Dalam Membela Iman*

Pdt Gilbert Lumoindong Berhasil Mengekspos Kekurangan kita

Pdt Gilbert Lumoindong Berhasil Mengekspos Kekurangan kita
*👉Catet: Sepanjang Putaran Video Anti Intrupsi Iklan😍*
*Selamat Berkatekese Bersama:*

[Part 1] Pendeta Pakai Baju Katolik - Lutheran Mirip Katolik

[Part 1] *Pendeta Pakai Baju Katolik - Lutheran Mirip Katolik*

*Belum lama ini, Pendeta Gilbert Lumoindong mengenakan busana (seperti) kasula, sebuah pakaian liturgi Gereja Katolik*. Bagaimana duduk perkaranya? *Bagaimana cara menilai fenomen itu?* 
*👉Catet: Sepanjang Putaran Video Anti Intrupsi Iklan😍*
*Selamat Berkatekese Bersama:*

[Part 2] Pendeta Pakai Baju Katolik - Lutheran Mirip Katolik

[Part 2] *Pendeta Pakai Baju Katolik - Lutheran Mirip Katolik*
*KATOLIK.Yahoonta.com*  ini memperlihatkan bahwa komunitas gerejawi protestan denominasi *Lutheran pun menggunakan kasula sebagaimana Gereja Katolik* menggunakannya. Malahan, di komunitas Lutheran, *ada salib berkorpus (patung Yesus tersalib), ada juga altar persis di Katolik*. 

Sunday, January 10, 2021

EPIPHANIA berarti PENAMPAKAN JELAS..

 

EPIPHANIA berarti PENAMPAKAN JELAS..
Apa yg Tampak Jelas..?
Yg Tampak Jelas adalah Allah yg bermanifestasi didalam diri Tuhan Yesus..

Krn itu pada Minggu Epiphania, biasanya gereja2 kembali menghayatï awal karya Tuhan Yesus ditengah dunia ini..

Alkitab mencatat, bhw salah satu Penampakan Jelas Tuhan Yesus diawali dgn panggilan..
Yesus memanggil para murid untuk mjd pengikut Nya, mjd kawan sekerja Nya, mjd alat ditangan Nya, dan untuk menyatakan karya kasih Nya..

"Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.. (Mat 4:19)

Mari kita menghayati..
Bhm sebagai orang percaya, kita tdk hanya dipanggil untuk diselamatkan dan diberkati, tetapi kita juga dipanggil untuk mjd saksi yg memberitakan keselamatan dan untuk mjd berkat..

IMANUEL..🌹✝️🌹

ROMO ALFONS KRITIK PENDETA GILBERT LUMOINDONG YANG MENIRU-NIRU KATOLIK

*ROMO ALFONS KRITIK PENDETA GILBERT LUMOINDONG 
YANG MENIRU-NIRU KATOLIK*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*


Romo Alfons Kolo Kritik Pdt Gilbert Lumoindong yang Meniru-niru Katolik

1. Romo Alfons Kolo mengkritik Pdt Gilbert dengan berkata, antara lain: 
"Apa yg dilakukan Pdt Gilbert jelas itu meniru Gereja Katolik... ikut2an G Katolik. Rupanya dlm kebaktian di gerejanya, jika hanya menggunakan pakaian biasa, merasa ada yg kurang. Maka ia mulai meniru pakaian liturgi G Katolik. Maka, kita dpt bertanya: 'Apa motivasi Pdt Gilbert Lumoindong mulai meniru apa yg khas di G Katolik?. (Apa motivasimu?)'. Jangan2 ada hubungannya dengan apa yg pernah dikatakannya dalam video perbincangan Pdt Gilbert dengan ex-Romo Yos Koko, pada beberapa waktu yll". 

2. Kritik Rm Alfons   Kolo itu terkait juga dengan video Pdt  Gilbert, dimana di video itu Pdt Gilbert berkata kpd ex Romo Yos Koko, a.l.:
" Romo,.. Pertama- tama saya minta maaf...(3x), karena "kita" dari Gereja kalangan Pentakosta, Kharismatik, Aliran2 Tepuk2 Tangan ini sebetulnya banyak berdosa dengan (thdp) G Katolik, ...ya kan? Karena "banyak" umat yang dari G Katolik pindah ke "kita". Jadi kita berdosa..kan kepada G Katolik. "

3. Dengan percakapan di video itu, Romo Alfons Kolo selanjutnya mempertanyakan:
" Mengapa Pdt Gilbert merasa berdosa terhadap Gereja Katolik? Apakah umat Katolik yg pindah ke gereja anda itu karena "propaganda" yg dilakukan untuk menarik umat Katolik pinda ke gerejamu? Apakah dgn meniru-niru yg khas G Katolik seperti Memakai Kasula adalah motivasi anda yg mengelabui umat Katolik supaya pindah ke gerejamu?

4. Pesan Romo Alfons Kolo kpd umat Katolik:
 Setialah kepada Gereja yang Satu, Katolik dan Apostolik. Jangan merasa rumput di sebelah lebih hijau.

Perubahan Kualitas Hidup

*Perubahan Kualitas Hidup*
By *Mgr. Antonius Subianto, OSC*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*

Hidup Kudus

*Hidup Kudus*
By *Mgr. Antonius Subianto, OSC*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*


Investasi Surgawi

 Investasi Surgawi
By Mgr. Antonius Subianto, OSC
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
https://katolik.yahoonta.com/2021/01/investasi-surgawi.html


MEGAPHONE ALLAH

MEGAPHONE ALLAH
Ketika suara halus Tuhan tidak didengarkan.. 
maka Allah berbicara seperti memakai megaphone..
By Mgr. Antonius Subianto, OSC
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*

ALLAH TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA !

ALLAH TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA !
By Mgr. Antonius Subianto, OSC
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*
https://katolik.yahoonta.com/2021/01/allah-tidak-akan-meninggalkan-kita.html

Selalu Ada Harapan Pada TUHAN Bagi Manusia Di Dunia By Mgr. Antonius Subianto, OSC

*Selalu Ada Harapan Pada TUHAN Bagi Manusia Di Dunia*  
By *Mgr.Antonius Subianto,OSC*
*Catat: Video ini tidak ada intrupsi iklan.*

Saturday, January 9, 2021

CORONA SALAH SIAPA ? - Apa Kata Pastor Leo van Beurden ?

CORONA SALAH SIAPA ? - Apa Kata Pastor Leo van Beurden ?
Pandemi Corona dimana-mana. Banyak orang bertanya apa ini Cobaan dari Tuhan??
Bagaimana menurut pastor Leo tentang hal ini? Yuk kita dengerin
Semua video di   KATOLIK.Yahoonta.com   bebas intrupsi dari iklan

Tuesday, January 5, 2021

Romo Yans Sulo: Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi


Romo Yans Sulo:
Berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang Jokowi
=Remah-remah dari 'cielito lindo' (surga kecil) Makale=
(Jokowidodo, manusia langka yang dilahirkan di Asia)

Para sahabat, Anda jangan memberiku predikat "kampanye" ketika aku menyorot nama presiden Republik Indonesia (Jokowidodo), Karena mamang aku sedang tidak untuk kampanye. Tetapi aku hanya ingin belajar daripadanya bagaimana hidup bersama. Bukan belajar membangun puluhan ribu kilo meter jalan raya dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar membangun bandara dan sumber energy. Bukan belajar bagaimana menjadikan bangsa ini pemilik tambang emas di Papua yang berpuluh-puluh tahun dibungkus oleh bangsa asing dengan nama tambang "tembaga". Bukan belajar bagaimana menyamakan harga bensin yang sama dari Sabang sampai Merauke. Bukan pula belajar bagaimana membangun rel kereta api dan atau membangun bendungan dan pasar tradisional yang membantu rakyat negeri ini merai kesejahteraannya.
Aku hanya ingin berguru kebajikan daripadanya. Iya, berguru kebajikan dan kebijaksanaan dari seorang manusia langka yang terlahir di negeri ini.
Aku ingin belajar melihat manusia sebagai mahluk yang luhur dan mulia.
Aku ingin belajar memberikan hak kepada yang memiliki hak dan belajar menuntut kewajiban bagi mereka yang memiliki kewajiban.
Aku ingin belajar bagaimana keluar dari zona aman, dengan menjadikan diri sebagai rahmat bagi sesama.
Belajar menahan godaan nafsu kekayaan di tengah zaman keserakahan.
Belajar ugahari di tengah negeri yang berlimpah susu dan madunya.
Serta aku ingin belajar bagaimana menjadi manusia yang beriman, jujur, bersih, rendah hati, dan kesatria, sebagaimana yang diajarkan oleh leluhur kami manusia Toraja sendiri: "Lobo'ko ammu kasalle, manarangko ammu kinaya, bidako ammu barani. Langngan-langngan oi sangbara'mu membulean pole' oko. Ammu tang disirantean, tenko to pasareongan".( baca selengkapnya testimoni Romo berikut di bawah.... 💖👇👇 )
https://katolik.yahoonta.com/2021/01/romo-yans-sulo-berguru-kebajikan-dan.html ]
Jokowi, sebuah nama yang lagi menjadi perbincangan seantero dunia. Nama yang seolah-olah mengakar dalam kedamaian di hati rakyat negeri ini. Nama yang tidak angker dan sekeramat nama-nama para penguasa yang lain di muka bumi, namun karya-karyanya mewarnai seluruh sudut nusantara. Namun aku tidak ingin berguru soal nama, pun pula tidak soal karya-karyanya. Tetapi aku ingin berguru daripadanya soal kebajikan dan kebijaksanaannya.
Ia dicacimaki namun tidak merasa sakit.
Dihina namun tidak merasa hina dan marah.  Difitnah namun tetap tersenyum.
Direndahkan namun semakin bersinar bagaikan bintang kejora.
Di"kafir"kan namun semakin beriman.
Dibenci namun semakin dicintai.

Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dalam hati aku bertanya, mahaguru seperti apakah yang telah mendidiknya bisa "hadir" seolah-olah seorang nabi.
Aku sungguh-sungguh kagum kepadanya. Dan sekali lagi dalam hati bertanya,  rahim seperti apakah yang telah mengandungnya sehingga dia bisa "lahir" bagaikan manusia ajaib, yang sanggup membalas cacian dengan pujian, membalas hinaan dengan doa sucinya, membalas fitnahan dengan canda tawanya.
Sungguh,  aku sungguh-sungguh kagum kepada pribadinya yang agung dalam kesederhanaan. Dia yang tidak larut dalam pujian ketika disanjung, dan tetap tegar penuh semangat bekerja ketika direndahkan. Kagum kepadanya bagaimana ia memilah dan memilih para menterinya yang sungguh-sungguh memiliki hati untuk bangsa ini, dan tidak segan-segan memecat para pecundang bangsanya saat mulai menunjukkan tanda-tanda tidak becus dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Aku lalu berpikir, mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang sungguh selesai dengan persoalan dirinya, yang tidak lagi berfikir tentang dirinya ketika orang justru ramai-ramai mendiskreditkannya?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia yang tidak sibuk dengan pujian dan hinaan karena di benaknya hanya ada pengabdian diri yang total?
Mungkinkah sosok seperti dia itukah yang disebut sebagai manusia bijak nan arif yang tidak pusing dengan segala label negatif yang dituduhkan atasnya?
Aku pun lalu berfikir, apakah orang-orang yang menghina dan membenci orang bersih yang setulus dan sesuci dia ini tidak akan terlempar ke tubir lembah kekwalatan dan kedurhakaan seperti "keyakinan kuno"  agama-agama suku di negeri ini sebelum agama-agama dari luar sana hadir di nusantara? 

"Tuan presiden" (izinkan aku menyapa bapak dengan sapaan "tuan presiden"), tolong ajarkan kepadaku rahasia di balik "keunikan" pribadimu yang penuh misteri itu.
Ajarkanlah kepadaku rahasia tersenyum penuh keramahan ketika difitnah dan dihina. Ajarkanlah rahasia mendoakan ketika dicacimaki.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mengampuni ketika disakiti.
Ajarkanlah kepadaku rahasia mencintai ketika dibenci.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memuji ketika dicela.
Ajarkanlah kepadaku rahasia memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri.
Ajarkanlah kepadaku mencipta hati dan budi yang suci walau diteriaki peka-i.
Ajarkanlah k epadaku bagaimana b erdoa siang dan malam untuk bangsa ini dan bagi mereka yang hendak menjadikannya negeri sapi perahan.
Ajarkanlah kepadaku untuk mengambil rupa rakyat biasa ketika jabatan penting berada di pundakku. Karena engkau yang walaupun orang nomor satu di negeri ini rela mengambil rupa dan hidup seperti kami rakyatmu. Duduk, makan,  dan tidur di bawah tenda darurat. Engkau sungguh-sungguh berhati mulia dalam kesahajaanmu. Engkau yang yang tidak pernah memikirkan kejahatan dan kehancuran bangsa ini sedetikpun dalam hidupmu.

Akupun ingin memiliki cinta yang membara untuk bangsa ini seperti cinta yang tuan presiden berikan untuk negeri ini.
Akupun ingin bekerja untuk anak-anak bangsa dalam tugasku yang penuh cinta kasih seperti tuan presiden bekerja dalam tugasmu yang penuh cinta kasih.
Akupun ingin tersenyum tanpa dendam kepada orang-orang yang mencacimaki diriku seperti tuan presiden tersenyum tanpa dendam kepada mereka yang membencimu.
Akupun ingin membawa dalam doa suciku nama-nama mereka yang membenciku di hadirat Allah yang mahabesar seperti tuan presiden menyebut nama-nama mereka yang tidak mengakui karya-karyamu.
Akupun ingin memikirkan orang lain ketika orang lain sibuk memikirkan dirinya sendiri seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.
Akupun ingin hidup untuk memberi dan bukan untuk diberi seperti yang tuan presiden buat untuk negeri ini.

Tuan presiden, Bapak Jokowidodo, izinkan aku belajar kebajikan dan kebijaksanaan darimu walau sudah pasti engkau akan keberatan kusebut sebagai orang bijaksan nan arif.
Tetaplah memancarkan pesona kebajikan dan kebijaksanaanmu bagi negeri ini dan bagi dunia.
Biarkanlah doa-doa sucimu dan doa-doa rakyatmu yang setia menfuatkanmu selalu untuk tetap tersenyum bagi kaum sebangsamu sendiri yang mencacimu,  menghinamu,  menfitnahmu, dan merendahkanmu.
Biarkanlah kesahajaan dan kesederhanaanmu memancar dalam keagungan bangsa ini.
Biarkanlah kerendahan hatimu menyejukkan hati yang beku karena keserakahan harta dan kuasa.
Biarkanlah cinta abadimu untuk negeri ini terukir indah dalam karya-karyamu dari Sabang sampai Merauke.
Dan biarkanlah aku tetap berguru kebajikan dan kebijaksanaanmu, Karena engkau sungguh-sungguh seorang manusia yang penuh kebajikan dan kebijaksanaan titisan nusantara jaya. Bapak Jokowidodo, terima kasih telah "hadir" bagiku sebagai sosok teladan dalam kebijaksanaan dan guru dalam kehidupan bersama. Semoga umurmu panjang dan sehat selalu. Doaku menyertaimu selalu wahai presiden kami dan guru shopie-ku. *

Makale - Tana Toraja,  Medio Sept' 2018
R. D. Yans Sulo Paganna'.
(Penulis: Toraya Tondokku Nusantara Negeriku)

Friday, January 1, 2021

PENGAKUAN IMAN KRISTEN

 

PENGAKUAN IMAN KRISTEN


25.    Mengapa iman memerlukan definisi dan rumus iman?

Iman bukan sesuatu mengenai kata-kata hampa, melainkan mengenai kenyataan. Dalam GEREJA, rumusan iman yang singkat, berkembang dalam waktu yang lama. Dengan pertolongan rumusan iman itu kita bisa mengontemplasikan, mengungkapkan, meneruskan, memelajari, merayakan, dan menghayati iman ini dalam kenyataan hidup. [170-174]

Tanpa rumusan yang baku, isi iman akan pudar. Itulah alasan mengapa Gereja menganggap sangat penting untuk mendefinisikan iman. Proses perumusan iman tersebut dicapai setelah melalui pemikiran yang panjang dan melelahkan, demi melindungi pesan Kristus dari kesalahpahaman dan pemalsuan pada kelak kemudian hari. Lebih jauh lagi, SHAHADAT itu penting khususnya ketika iman Gereja harus diterjemahkan ke dalam budaya-budaya yang berbeda. Dalam penerjemahan itu, makna iman yang asli harus dijaga karena iman yang sama merupakan dasar kesatuan Gereja.

26.    Apakah Syahadat itu?

SYAHADAT merupakan rumusan iman singkat yang memungkinkan semua orang beriman mampu mengungkapkan pernyataan iman bersama. [185-188, 192-197]

Bentuk pernyataan iman yang singkat sudah ada dalam Surat Paulus. Syahadat Kristen awal ini, mempunyai martabat yang istimewa karena menjadi ringkasan IMAN PARA RASUL. Syahadat Nikea dihormati karena Syahadat ini dihasilkan dari Konsili-konsili besar Gereja (Konsili Nikea tahun 325, Konsili Konstantinopel tahun 381). Syahadat Nikea masih merupakan dasar bersama untuk umat Kristen, baik di Timur maupun Barat.

27.    Dari manakah Syahadat Para Rasul berasal?

SYAHADAT mengingatkan kita pada tugas perutusan. Para murid meminta orang yang ingin dibaptis untuk mengucapkan pengakuan iman yang sudah baku, yaitu iman dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus (--> TRITUNGGAL). [188-191]

Bentuk asli yang menjadi cikal bakal Syahadat adalah pernyataan iman akan Yesus Tuhan dan akan tugas perutusan-Nya. Ia berkata kepada para rasul: "Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Mat 28:19) Semua Syahadat Gereja merupakan penjelasan iman akan Allah yang Mahaagung ini. Masing-masing dimulai dengan pengakuan iman akan BAPA, pencipta dan pemelihara dunia, kemudian pengakuan iman akan PUTRA yang melalui-Nya, dunia dan kita ditebus, dan diakhiri dengan pengakuan iman akan Roh Kudus, Allah yang hadir dalam Gereja dan dunia.

28.    Bagaimanakah bunyi Syahadat para Rasul?

Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, pencipta langit dan Bumi Dan akan Yesus Kristus,  PutraNya yang tunggal, Tuhan kita Yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh perawan Maria. Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati Yang naik kesurga,  duduk disebelah kanan Allah bapa yang Mahakuasa. Dari situ ia kan datang  mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja Katolik yang Kudus,  persekutuan para kudus Pengampunan Dosa, Kebangkitan badan, Kehidupan kekal. Amin.

29.    Bagaimanakah bunyi Pengakuan Iman dari Nikea-Konstantinopel?

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi, dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan; dan akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad, Allah dari Allah, Terang dari Terang, Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakikat dengan Bapa; segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari surga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita. Ia dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan maria, dan menjadi manusia. Ia pun disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus; Ia menderita sampai wafat dan dimakamkan. Pada hari ketiga Ia bangkit menurut Kitab Suci. Ia naik ke surga, duduk di sisi Bapa. Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan; Ia berasal dari Bapa dan Putra, yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan;Ia bersabda dengan perantaraan para nabi. Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan hidup di akhirat. Amin.

BAB SATU

AKU PERCAYA AKAN ALLAH BAPA


30.    Mengapa kita percaya akan satu Allah?

Kita percaya hanya pada satu Allah, karena menurut kesaksian Kitab Suci, hanya ada satu Allah, dan menurut hokum logika, memang hanya bisa ada satu Allah. [200-202, 228]

Jika terdapat dua Allah, maka Allah yang satu akan menjadi batasan bagi yang lainnya; tidak ada satu pun dari keduanya menjadi tak terbatas, tak satu pun yang sempurna; dalam hal ini, tidak satu pun dari keduanya adalah Allah. Pengalaman dasar Israel akan Allah adalah: “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, Tuhan itu esa!” (Ul 6:4). Lagi pula, para nabi berseru kepada umat untuk meninggalkan dewa-dewa palsu mereka dan berpaling kepada  Allah yang satu itu; “Sebab Akulan Allah dan tidak ada yang lain” (Yes 45:22)

31.    Mengapa Allah menamai Diri-Nya Sendiri?

Allah memberi nama kepada Diri-Nya sendiri supaya kita dapat memanggil-Nya. [203-213, 230-231]

Allah tidak ingin selamanya tidak dikenal. ia tidak ingin disebut sebagai "yang lebih tinggi" yang hanya menjadi dugaan saja. Allah ingin dikenal dan dipanggil sebagai satu pribadi yang nyata dan aktif. Dalam semak yang terbakar, Allah memperkenalkan dirinya Diri-Nya kepada Musa dengan nama-Nya yang kudus: --> YHWH (Kel 3:14) Allah membuat umat-Nya mampu memanggil Dia, tetapi Dia masih Allah yang tersembunyi, Sang Misteri yang hadir. Dari semua rujukan nama Allah, nama Allah itu sendiri tidak pernah diucapkan oleh bangsa Israel; nama Adonai (Tuhan) dipakai untuk menggantikan nama Allah. Kata yang sama ini digunakan dalam Perjanjian baru ketika memuliakan Yesus sebagai Allah yang benar “Yesus adalah Tuhan” (Rom 10:9)

32.    Apa maksud bahwa Allah adalah kebenaran?

"Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tiak ada kegelapan" (1 Yoh 1:5). Firman-Nya adalah kebenaran (Ams 8:7; 2 Sam 7:28), dan keadilan-Mu adil untuk selama-lamanya dan Taurat-Mu benar (Mzm 119: 142). Yesus sendiri berani menjamin kebenaran Allah dengan mengucapkannya di hadapan Pilatus: "Untuk itulah aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini supaya aku memberi kesaksian tentang kebenaran" (Yoh 18:37). [214-217]

Kebenaran akan Allah tidak dapat dibuktikan atau diuji secara empiris karena ilmu pengetahuan tidak dapat menempatkan Allah sebagai obyek penelitian. Dan lagi, bahwa Allah men-subyek-kan Diri-Nya menjadi satu bukti istimewa. Kita tahu bahwa Allah adalah kebenaran atas dasar kredibilitas mutlak Yesus. Dia adalah “Jalan Kebenaran, dan Hidup” (Yoh 14:6). Siapa pun yang menjalin hubungan dengan-Nya dapat merasakan bahwa Allah adalah “Jalan Kebenaran, dan Hidup”. Jika Allah tidak “benar”, iman dan akal budi tidak bisa berdialog satu sama lain. Kesepakatan antara iman dan akal budi sangat mungkin karena Allah adalah kebenaran, dan kebenaran bersifat Ilahi.

33.    Apa maksud bahwa Allah adalah kasih?

Jika Allah adalah kasih, maka tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang tidak membawa dan dikelilingi oleh kebaikan-Nya yang tak terbatas. Allah tidak sekedar menyatakan bahwa Ia adalah kasih, namun Ia membuktikannya: "Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya" (Yoh 15:17). [218, 221]

Tidak ada à AGAMA yang mengatakan seperti yang dikatakan oleh agama Kristen: “Allah adalah kasih” (1Yoh 4:8, 16). Iman Kristen berpegang teguh pada janji ini, meskipun pengalaman akan penderitaan dan kejahatan kadang membuat manusia mempertanyakan apakah benar Allah sungguh mengasihi. Dalam à PERJANJIAN LAMA Allah berkomunikasi dengan umat-Nya melalui Nabi Yesaya: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan aku ini  mengasihi engkau, maka memberikan manusia sebagai gantimu dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau” (Yes 43:4-5) dan Ia juga berkata: “Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku” (Yes 49: 15-16). Pembicaraan mengenai cinta kasih Ilahi ini bukanlah omong kosong; Yesus membuktikannya di kayu salib, tempat ia menyerahkan nyawa-Nya bagi para sahabat-Nya.
                             

34. Apa yang seharusnya kita lakukan ketika mengenal Allah?

Ketika mengenal Allah, kita harus meletakkan-Nya di tempat pertama dalam hidup ini. Dengan demikian, hidup baru dimulai. Kita akan mengenal orang Kristen melalui fakta bahwa mereka bahkan mencintai musuh-musuh merreka. [222-227, 229]    

Mengenal Allah berarti mengenal Dia yang menciptakan dan berkehendak atas diri kita, Dia yang memandang kita dengan penuh cinta setiap saat, dia yang memberkati dan menjaga hidup kita, Dia yang memiiki dunia. Orang-orang yang kita cintai pun berada di telapak tangan-Nya. Dia menunggu dan merindukan kita, berharap memenuhi dan menyempurnakan kita, dan mengajak berdiam merenung bersama-Nya untuk selamanya. Menganggukkan kepala untuk pernyataan ini tidaklah cukup. Lebih dariitu, orang Kristen mesti menerapkan cara hidup Yesus.

35. Kita mengimani satu Allah atau tiga Allah?    

Kita memercayai satu Allah dalam tiga pribadi --> TRITUNGAL MAHAKUDUS.
"Allah tidak sendirian, namun merupakan persekutuan semurna" (Paus benediktus XVI). [232-236, 249-256, 261, 265-266]    

Umat Kristen tidak menyembah tiga Allah yang berbeda, tetapi satu Allah yang merupakan tiga pribadi dan tetap merupakan satu kesatuan. Kita mengenal Allah melalui Yesus Kristus: Ia, Sang Putra, menyebut-Nya Bapa di surga ("Aku dan Bapa adalah satu", Yoh 10:30). Yesus berdoa kepada-Nya dan mengutus Roh Kudus, yang merupakan kasih cinta dari Bapa dan Putra. Itulah sebabnya, kita dibaptis "dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus" (Mat 28:19)

36. Dapatkah kita menarik kesimpulan secara logis bahwa Allah ada tiga?  

Tidak.
Fakta bahwa ada tiga pribadi (--> TRITUNGGAL MAHAKUDUS) dalam satu Allah merupakan misteri. Hanya melalui Yesus kita tahu bahwa Allah adalah Tritunggal. [237] 
    
Manusia tidak dapat menarik kesimpulan bahwa Allah adalah pribadi Tritunggal atas dasar alasan mereka sendiri. Meskipun begitu, manusia menerima bahwa hal ini adalah misteri sebagai suatu hal yang beralasan ketika mereka menerima keselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Jika Allah sendiri dan dalam kesendirian, Ia tidak dapat mengasihi dari seluruh keabadian. Dalam cahaya terang Yesus kita telah menemukan dalam --> PERJANJIAN LAMA (misalnya, Kej 1:2; 18:2; 2 Sam 23:2) bahkan dalam semua ciptaan jejak-jejak karya Allah Tritunggal Mahakudus.

37. Mengapa Allah adalah "Bapa"?         

Kita menyebut Allah sebagai Bapa pertama-tama karena Ia adalah Pencipta dan peduli dengan penuh kasih kepada ciptaan-Nya. Yesus, Putra-Nya, telah mengajarkan kepada kita, untuk memanggil Bapa-Nya sebagai Bapa kita dan menyebut-Nya sebagai "Bapa kita".    
      
Beberapa agama sebelum Kristen menyebut Yang Ilahi sebagai “Bapa”. Bahkan sebelum Yesus, bangsa Israel menunjuk Allah sebagai Bapa mereka (Ul 32, 6; Mal 2,10). Namun, mereka menyadari bahwa Tuhan juga seperti seorang ibu (Yes 66,13). Menyebut Tuhan sebagai “Bapak” atau “Ibu” selalu berangkat dari  pengalaman keseharian. Yesus Kristus menunjukkan bahwa Allah Bapa sungguh seperti: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:9). Dalam perumpamaan anak bungsu, Yesus menyebut sebagai Bapa yang baik.

38. Siapakah Roh Kudus itu?           

Roh Kudus adalah pribadi ketiga dari à Tritunggal Mahakudus, dan memiliki keilahian yang sama dengan Allah Bapa dan Putra. [243-248, 263-264] 
       
Ketika kita menemukan kenyataan bahwa Allah ada dalam kita, kita berhubungan dengan Roh Kudus. Allah mengutus Roh Putera-Nya ke dalam hati kita (Gal 4:6) sehingga Ia dapat memenuhi hati kita sepenuhnya. Dalam Roh Kudus, umat Kristen menemukan kebahagiaan, kedamaian di hati, dan kebebasan. "Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, ya Abba, ya Bapa!" (Rom 8:15). Dalam Roh Kudus, yang kita terima sejak pembaptisan dan PENGUATAN, kita diperbolehkan memanggil Allah "Bapa"

39. Apakah Yesus itu Allah? Apakah Ia termasuk dalam Tritunggal Mahakudus?       

Yesus dari Nazaret adalah Sang Putra, Pribadi Ilahi kedua yang kita sebutkan ketika kita berdoa, "Dalam nama Bapa dan Putera dan roh Kudus" (Mat 28:19) [243-260]

Yesus bukanlah pemalsu ataupun pembuat Diri-Nya Allah atas hari --> SABAT dan memberi gelar pada Diri-Nya sendiri sebagai "Tuhan" karena sesungguhnya Ia benar-benar Allah.
Masalah mulai muncul ketika Ia mengampuni dosa. Dalam pandangan masa itu, yang Ia lakukan merupakan pelanggaran dengan konsekuensi hukuman mati.
Melalui pertanda dan mukjizat, namun khususnya melalui kebangkitan-Nya, para murid-Nya menyadari siapa Yesus itu dan menyembah Dia sebagai Tuhan. Itulah Iman à GEREJA

40. Apakah Allah mampu melakukan setiap hal? Apakah Ia Mahakuasa?    

"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil" (Luk 1:37). Ia Mahakuasa [268-278]   
        
Siapa pun yang menyerukan nama Allah dan memohon pertolongan-Nya percaya bahwa Ia Mahakuasa. Allah menciptakan dari ketiadaan. Dia Tuhan atas sejarah. Bagaimana Ia menggunakan kemahakuasaan-Nya, tentu saja tetaplah misteri bagi kita. Tidak jarang orang bertanya: “Di manakah Allah?” Melalui Nabi Yesaya, Allah memberitahu kita: “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, jalanmu bukanlah jalan-Ku” (Yes 55:8). Kadang-kadang kemahakuasaan Allah ditunjukkan-Nya pada situasi ketika manusia sudah tidak mengharapkan lagi tanda kemahakuasaan-Nya itu. Ketidakberdayaan Allah pada Jumat Agung merupakan prasyarat bagi kebangkitan.

41. Apakah ilmu pengetahuan membuat Sang Pencipta tidak diperlukan?   

Tidak.
Kalimat "Allah menciptakan dunia" bukan pernyataan kuno menurut ilmu pengetahuan. Di sini, kita berhubungan dengan pernyataan teologis, suatu pernyataan mengenai makna yang Ilahi (theos =Allah, logos = makna) dan asal mula segala sesuatu. [282-289]      

Perhitungan ciptaan bukan contoh ilmiah untuk menjelaskan awal mula dunia.
"Allah menciptakan dunia" merupakan pernyataan teologis tentang hubungan dunia dengan Allah. Allah menghendaki dunia: Ia memelihara dan akan menyempurnakan. Diciptakan merupakan kejadian yang bersifat abadi dalam setiap ciptaan dan merupakan kebenaran dasariah mengenai setiap ciptaan.

42. Bisakah orang yang menerima teori evolusi tetap beriman pada Sang Pencipta?          

Ya. Meskipun teori evolusi merupakan suatu jenis pengetahuan yang berbeda, namun iman terbuka terhadap  penemuan-penemuan dan hipotesis-hipotesis ilmu pengetahuan.
Teologi tidak memiliki  kompetensi sebagai ilmu alam dan ilmu alam tidak memiliki kompetensi teologis. Secara dogmatis, ilmu alam tidak bisa mengatur kemungkinan bahwa ada proses penyempurnaan dalam ciptaan-ciptaan; sebaliknya, iman tidak dapat menjelaskan secara spesifik bagaimana proses perkembangan ciptaan terjadi secara alamiah. Seorang Kristen dapat menerima teori evolusi sebagai contoh penjelasan yang cukup membantu, dengan catatan tidak jatuh pada bidang bidah evolusionisme yang memandang manusia sebagai hasil acak dari proses biologis. --> EVOLUSI mensyaratkan adanya keberadaan sesuatu yang dapat berkembang. Namun teori evolusi tidak menjelaskan apa pun mengenai dari mana “sesuatu” itu berasal. Lebih jauh lagi, pertanyaan-pertanyaan mengenai keberadaan, hakikat, martabat, misi, makna dan asal dunia dan manusia tak bisa dijawab dengan istilah-istilah biologi. Sama seperti paham evolusi yang melangkahi batas kemampuannya, maka ada pula --> KREASIONISME di sisi lain. Secara naif, paham ini mengutip informasi dari Kitab Suci secara harafiah (misalnya, dalam menghitung usia bumi, mereka mengutip enam hari penciptaan dalam Kitab Kejadian bab 1)

43. Apakah dunia ini merupakan hasil dari suatu kebetulan?

Tidak.
Allah, bukan kebetulan. Dia adalah penyebab adanya dunia. Allah menciptakan semuanya dengan fungsi dan maksud tertentu. Dia tidak pernah menciptakan "tanpa tujuan" [295-301, 317-318, 320]

Umat Kristen percaya bahwa mereka dapat membaca tulisan tangan Allah melalui ciptaan-Nya. Kepada para ilmuan yang menyatakan bahwa dunia ini terbentuk karena proses acak, tanpa makna, dan tanpa tujuan, pada tahun 1985, Paus Yohanes Paulus II mengatakan: "Alam semesta yang diberikan Allah yang di dalamnya terdapat tatanan unsur-unsur yang rumit, serta mengandung tujuan hidupnya yang mengagumkan, sebenarnya berbicara mengenai kesempatan yang sama yang diserahkan kepada usaha pencarian ilmiah agar ditemukan penjelasan tentang dunia, sebagaimana yang tampak di hadapan kita. Faktanya, hal ini setara dengan sikap menerima akibat-akibat tanpa sebab. Justru sikap menerima fakta bahwa ciptaan memiliki tujuan merupakan pembebasan akal budi manusia yang menolak memikirkan dan mencari pemecahan masalah.

44. Siapa yang menciptakan dunia?        

Allah sendiri yang ada di balik ruang dan waktu. Ia menciptakan dunia dari ketiadaan dan menyebabkan semua menjadi ada. Setiap hal yang ada tergantung pada Allah dan meneruskan keberadaannya hanya karena Allah menghendakinya tetap ada. [290-292, 316]   
       
Penciptaan dunia, bisa disebut sebagai “proyek bersama” Allah Tritunggal. Bapa adalah Pencipta yang Mahakuasa. Putra adalah makna dan hati dunia, “Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia” (Kol 1:16). Kita tahu bahwa dunia ini baik hanya ketika kita datang kepada Kristus dan mengenal Dia, serta memahami bahwa dunia sedang mengarah pada tujuannya, yaitu kebenaran, kebaikan, dan keindahan Allah. Roh Kudus menuntun setiap hal bersama-sama; Dialah “Roh yang memberi hidup” (Yoh 6:63)

45. Apakah hukum kodrati dan sistim alamiah berasal dari Allah juga?          

Ya.
Hukum kodrati dan sistem alamiah juga merupakan bagian dari penciptaan Allah. [339, 346, 354]

Manusia bukanlah papan tulis kosong. Ia dibentuk oleh hukum kodrat dan sistim alamiah yang telah dilukiskan oleh Allah dalam ciptaan-Nya. Seorang Kristen tidak gampangan melakukan “apa pun yang dia inginkan”. Ia tahu bahwa ia melukai diri-nya sendiri dan akan merusak lingkungannya jika dia menolak hukum alam, misalnya menggunakan benda-benda dengan cara yang melawan tata intrinsik alamiahnya, atau berusaha menjadi mahkluk yang lebih bijaksana daripada Allah, padahal Allah yang menciptakan manusia.

46. Mengapa Kitab Kejadian menggambarkan penciptaan sebagai “karya enam hari”?  

Simbol dari seminggu kerja, yang dimahkotai dengan satu hari istirahat (Kej 1:1-2:3), adalah suatu ungkapan betapa baiknya, indahnya, dan bijaksananya tata penciptaan. [337-342]  

Dari simbol “karya enam hari”, kita bisa menarik beberapa prinsip penting:
1)      Tak satu hal pun akan ada tanpa diciptakan dikehendaki oleh Sang Pencipta.
2)      Setiap yang ada selalu baik dalam dirinya sendiri.
3)      Sesuatu yang berubah menjadi jelek pun masih tetapi memiliki inti yang baik.
4)      Mahkluk dan benda yang tercipta berhubungan satu sama lain dan saling memerlukan.
5)      Penciptaan dalam keteraturan dan harmoninya memantulkan kebaikan dan keindahan Allah yang melampaui ciptaan-Nya.
6)      Dalam ciptaan ada tata keteraturan yang rumit: manusia lebih tinggi daripada hewan, hewan lebih tinggi daripada tumbuhan, tumbuhan lebh tinggi daripada benda mati.
7)      Ciptaan mengarah ke perayaan yang agung ketika Kristus akan membawa dunia kembali ke rumah Bapa dan Allah akan menjadi semua bagi semua.

47. Mengapa Allah beristirahat pada hari ketujuh?        

Beristirahatnya Allah dari karya-Nya menunjuk pada terselesaikannya penciptaan, yang melampaui seluruh usaha manusia. [349]
      
Walaupun menjadi rekan kerja Allah (Kej 2:15), tidak berarti bahwa manusia dapat menebus dunia dengan bekerja keras. Tujuan penciptaan adalah “langit dan bumi yang baru” (Yes 65:17) melalui penebusan yang diberikan pada kita sebagai anugerah. Pekerjaan selama enam hari menyiapkan kita untuk beristirahat pada hari ketujuh, sebagaimana kita sekarang menyiapkan diri untuk istirahat kekal di surga.

48. Mengapa Allah menciptakan dunia? 

“Dunia diciptakan demi kemuliaan Allah” (Konsili Vatikan I) . [293-293, 319] 
  
Tidak ada alasan lain bagi penciptaan selain kasih. Di dalam penciptaan, kemuliaan Allah tampak. Memuji Allah bukan berarti memberikan tepuk tangan. Manusia bukan hanya penonton bagi karya penciptaan. Baginya, “memuji” Allah berarti bersyukur atas keberadaannya sendiri bersama-sama dengan seluruh ciptaan.


-------bersambung----------

Naskah “Katekismus Populer ini” disalin oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang dari buku YOUCAT INDONESIA; Katekismus Populer,  Penerbit Kanisius, ISBN: 978-979-21-3424-7.

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)