Latest News

Wednesday, February 24, 2021

Pastor Bersama Penumpang Sebelahnya Di Pesawat

*Pastor Bersama Penumpang Sebelahnya Di Pesawat*
Wanita cantik di pesawat minta tolong ke Pastor di sebelahnya : "Pastor... saya bisa minta tolong ???"

Pastor : "ok ... bisa"

Wanita: "Saya mohon tas HERMES baru saya bisa diumpetin dalam jubah Pastor supaya tidak kena cukai".

Pastor : "Dengan senang hati, tapi haruskah saya berbohong ?".

Wanita : "Pasti tidak akan ada yg berani  nanya sama Pastor".

Pastor : "Kalau pun ada petugas yang tanya, saya akan berkata jujur dengan cara saya."

Wanita : "Ok terima kasih Pastor."

Di Kantor Bea Cukai Petugas nanya :  "Pastor, apakah ada sesuatu yang mau di declare?"

Pastor : "Dari kepala ke pinggang, saya tidak  bawa apa-apa... tapi dari pinggang ke kaki, saya bawa sesuatu yang disukai wanita... dan belum pernah digunakan".

Petugas tersenyum dan berkata : "HALLELUYA............"
"Tuhan memberkatimu, Pastor. .".     
                      
Jangan lupa tertawa dan bahagia๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜._
๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Tuesday, February 23, 2021

Gereja Memperingatkan Ada Sekte yang "Membingungkan Orang"

*URUGUAY-PERNYATAAN USKUP KATOLIK DIOSES SALTO:
*MSGR. PABLO JAIME GALIMBERTI DI VIETRI* 
*TENTANG KELOMPOK TIDAK JELAS*

(Sebagian kelompok ini yang beredar di video belakangan ini secara viral dengan lagu “La Voce di Maria” sambil mengenakan “pakaian biara”). 
*Gereja Memperingatkan Ada Sekte yang "Membingungkan Orang"*

*Dia (Uskup Galimberti) melaporkan* dalam sebuah pernyataan tentang keberadaan kelompok yang disebut "Centro Mariano de Aurora" dan mengklarifikasi bahwa itu tidak ada hubungannya dengan Gereja Katolik. Dia juga mengecam kurangnya "kejelasan dan transparansi" yang mereka sampaikan kepada umat. 

Konferensi Episkopal Uruguay hari ini mengingatkan umat tentang keberadaan sebuah sekte agama yang diduga beroperasi di pedalaman negara itu dan bahwa, menurut uskup Salto (barat laut), Pablo Galimberti, "membingungkan umat." 

Uskup menjelaskan kepada surat kaba EFE bahwa kelompok yang disebut "Centro Mariano de Aurora" beroperasi di wilayah (provinsi) Salto dan Paysandรบ, di barat laut negara itu, "sekitar lima tahun yang lalu" dan telah dikecam pada tahun 2012, ketika beroperasi dengan nama "House of Redemption" (Rumah Penebusan). 
Meskipun Galimberti menegaskan bahwa "setiap orang bebas dan setiap orang dapat mengekspresikan dirinya," ia menekankan bahwa hal itu perlu dilakukan dengan "kejelasan dan transparansi."

Menurut situs web Marian Center of Aurora, kelompok omo ini merupakan "manifestasi kehidupan roh, ruang di permukaan planet tempat mereka mencoba mengalami pola baru perilaku evolusi yang menuntun manusia untuk belajar hidup dalam harmoni.... Persaudaraan dengan semua kerajaan ".

Menghadapi apa yang Gereja Katolik anggap sebagai kelompok yang dapat dikaitkan dengan lembaganya, uskup memutuskan untuk mengeluarkan pernyataan hari ini untuk memperjelas situasi dan menghindari "kebingungan di kalangan umat."

Dalam konteks ini, pemimpin Gereja Katolik setempat ini menunjukkan dalam pesan bahwa "kelompok ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Gereja Katolik" dan, pada saat yang sama, mengingatkan bahwa "doktrin yang membingungkan dari kelompok itu mencampurkan unsur-unsur tradisi Katolik dan sumber-sumber lain“.
Dalam pernyataannya, uskup juga menunjukkan bahwa kelompok itu muncul sebagai "kelompok filosofis, religius dan ekumenis" tetapi, pada saat yang sama, mengklaim "tidak mengikuti agama apa pun."

Namun, mereka menggunakan dan mencampur "referensi sentral dan tradisi doktrin Katolik", seperti gambar Yesus Kristus, Perawan Maria dan "rosario khusus".

Galimberti menjelaskan bahwa kelompok itu tidak juga merupakan anggota dari "Dewan Gereja Sedunia" Kantor sentral ekumenis Kristen Protestan (red. yang berpusat di Jenewa, Swiss), sehingga kelompok ini tidak bisa menjadi bagian dari Gereja.

Uskup Galimberti juga mengingatkan supaya penduduk di daerah itu "berhak mendapatkan informasi yang jujur dan dapat diandalkan" dan, dalam pengertian ini, beliau percaya bahwa orang-orang juga "akan tahu apa yang berbeda dari kelompok ini. 

Sementara itu, juru bicara yang terkait dengan Aurora menolak mengomentari pernyataan Uskup Galimberti. Katanya: "Kami tidak akan membuat pernyataan apa pun. Kami tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan untuk menanggapi hal itu, katanya dalam wawancara dengan Efe (Surat kabar).
(https://www.valoresreligiosos.com.ar/Noticias/la-iglesia-advierte-sobre-una-secta-que-confunde-a-la-gente-8026) 
(terjemahan Padre Marco)

Masih Kontraversi ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
*Catet: Sepanjang Putaran video Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
Teman² baru2 ini ada tersebar lagu dari video La Voce de Maria. 

Lagunya bagus. Tapi.... keterangannya dr lagu itu yg tidak bagus 

Keterangan nya yg ini:
Lagu ini diyakini sebagai satu fenomena dunia. Lagu ini sudah menyebar ke seluruh dunia. Yang terjadi adalah makin banyak orang yg telah melaporkan bahwa saat mereka mendengarkan lagu ini mereka menjadi tenang dan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya. Lagu ini berbahasa Itali dan berbicara tentang suara Maria dan tatapannya. Selalu mengenai sang perawan. Dan beberapa orang bersaksi bahwa mereka ditenangkan dan dihilangkan ketakutannya. Lagu tersebut dibuat oleh seorang biarawati sesaat sebelum pandemic ( mungkin sekitar bulan agustus tahun 2019 lalu) Lagu ini sudah membuat mukjizat yg nyata.

Ini rm Palma menerangan dalam bentuk Video. Agar teman² tau dr sisi lain ttg makna Lagu dan bagaimana lagu ini dimanfaatkan kelompok tersebut.

Rm Palma Sendiri membuat Video klip lagu tersebut dalam bahasa italy dan bahasa jawa. 
Silahkan dicermati dan dipahami. Keterangan rm Palma
*Selamat berkatekese bersama :*



Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Monday, February 22, 2021

Puasa yang Terbaik : Rekomendasi dari Paus Fransiskus

Puasa yang Terbaik : 
Rekomendasi dari Paus Fransiskus
1. Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut

2. Puasa kecewa/tidak puas, dan penuhilah dirimu dengan rasa syukur.

3. Puasa marah dan penuhi dirimu dengan sikap taat dan sabar.

4. Puasa pesimis. Penuhilah dengan OPTIMIS.

5. Puasa khawatir dan penuhilah dirimu dengan percaya pada Tuhan.

6. Puasa Meratap/Mengeluh dan nikmatilah hal-hal sederhana dalam kehidupan.

7. Puasa setress dan penuhilah dirimu dengan DOA.

8. Puasa dari kesedihan dan kepahitan. Penuhilah hatimu dengan sukacita.

9. Puasa egois, dan gantilah dengan bela rasa pada yang lain.

10. Puasa dari sikap tidak bisa mengampuni dan balas dendam. Gantilah dengan perdamaian dan pengampunan.

11. Puasa bicara banyak, dan peniuhilah dirimu dengna keheningan dan siap sedia mendengarkan orang lain.

Jika kita semua mempraktikkan gaya berpuasa ini, setiap hari kita akan dipenuhi dengan kedamaian, sukacita, dan percaya satu dengan yang lain dan HIDUP.
Tuhan memberkati

SELAMAT MEMASUKI PRA PASKAH

SELAMAT BERPANTANG DAN BERPUASA


Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Wednesday, February 17, 2021

Bapaku yang baik,

*Bapaku yang baik*,

*Hari Rabu Abu ini, Engkau goreskan setitik abu di dahiku.*
Setitik abu di dahiku itu tiada bermakna jika tanpa ditopang dengan iman.
Tanpa iman, abu itu hanya seperti hiasan para badut yang tak lucu.
Dengan iman, setitik abu itu dahsyat, mampu membuka pikiran dan menyadarkan jiwa.
Pikiran dan mata jiwaku terbuka bahwa hidupku di dunia ini akan berakhir.
Siapkah kini aku menghadap kepadaMu jika Engkau memanggilku ?
Setitik abu itu membuatku rela untuk menyerahkan hatiku kepadaMu.
Biarlah Engkau membelahnya.
Mataku pun terbelalak karena tersingkap banyak dosaku.
Hatiku pilu karena malu.
Hatiku sedih karena telah melukai..
Aku pun mengakui segala dosa dan kesalahanku di hadapanMu.
Setitik abu di dahiku ini telah mengubah hidupku.
Hidupku menjadi berarti karena ada tangan-Mu yang siap mengampuni.
Pengampunan-Mu merupakan wujud dari kasih-Mu.
Kasih-Mu meresap di dalam hati.
Kasih-Mu memantapkan hati untuk lebih berhat-hati agar tidak jatuh lagi.
Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (Yohanes 8:11).
_*Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC*_

https://katolik.yahoonta.com/2021/02/bapaku-yang-baik.html




NILAI DARI PUASA & MAKNA ABU

Nilai dari puasa bukan hanya menghindari makanan-makanan tertentu, tetapi juga berhenti dari perbuatan-perbuatan dosa. Seseorang yang membatasi puasanya hanya dengan berpantang daging adalah orang yang merendahkan nilai dari puasa itu sendiri.

Apakah kamu berpuasa? Buktikanlah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Jika kamu melihat orang yang membutuhkan, berbelaskasihlah kepada mereka. Jika kamu melihat temanmu dihormati, janganlah iri kepadanya. Karena puasa yang benar adalah kamu tidak hanya berpuasa dengan mulutmu. Kamu harus berpuasa dengan matamu, telingamu, kakimu, tanganmu, dan seluruh anggota tubuhmu.

Berpuasalah dengan tanganmu, dengan menjaganya bersih dari keserakahan. Berpuasalah dengan kakimu, dengan tidak pergi ke pertunjukan-pertunjukan atau drama-drama terlarang. Berpuasalah dengan matamu, dengan tidak membiarkannya melihat gambar-gambar yang tidak pantas. Karena jika ini dilanggar, maka ini dapat merusak puasamu dan mengancam keselamatan jiwamu. Tetapi jika kamu melihat hal-hal yang baik, maka kamu meningkatkan nilai puasamu, karena apa yang kamu lihat dengan matamu memengaruhi perilakumu. Adalah sangat bodoh, jika kamu tidak makan daging dan makanan-makanan lainnya karena berpuasa, tetapi memberi makan matamu dengan hal-hal yang terlarang.

Katamu, kamu tidak makan daging? Tetapi kamu membiarkan dirimu mendengarkan hal-hal yang cabul. Kamu juga harus berpuasa dengan telingamu. Cara lain berpuasa dengan telingamu adalah dengan tidak mendengarkan mereka yang berbicara jahat atau hal-hal yang tidak benar tentang orang lain. “Janganlah kamu menyebarkan kabar bohong.” Ini khususnya berlaku untuk rumor, gosip, dan ketidakbenaran yang diucapkan untuk merugikan orang lain. 

Selain berpuasa dengan mulutmu, dengan tidak makan makanan tertentu, mulutmu juga harus berpuasa dari kata-kata yang kotor atau berkata bohong tentang orang lain. Apa gunanya jika kamu tidak makan daging atau unggas, tetapi kamu menggigit dan melahap sesamamu? - St. YOHANES KRISOSTOMUS

“Puasa adalah jiwa dari doa, rahmat adalah sumber hidup dari puasa. 

Jadi jika engkau berdoa, berpuasalah; jika engkau berpuasa, tunjukkanlah belas kasih.

Jika engkau ingin permohonanmu didengar, dengarlah permohonan orang lain. 

Jika engkau tidak menutup telingamu bagi orang lain, engkau membuka telinga Allah bagi dirimu sendiri.” — St. Petrus Krisologus

Abu dan Awu

Pengertian abu adalah sisa yang tertinggal setelah suatu barang mengalami pembakaran lengkap (KBBI). Abu dalam bahasa Jawa disebut dengan awu. Awu dapat berarti seperti pengertian di atas, namun juga dapat bermakna kualitas keberadaan seseorang dalam keluarga atau kekerabatan. 

Abu dalam kehidupan Gereja menjadi tanda pertobatan. Pada perayaan Rabu Abu, umat ditandai dengan abu yang sudah disakralkan (diberkati dan diberi air suci) di dahinya dengan kata-kata "bertobatlah dan percayalah kepada Injil", atau "manusia berasal dari debu dan kembali menjadi debu".

Dari pengertian di atas, penulis mencoba merenungkan makna abu dalam perayaan Rabu Abu Gereja Katolik sebagai "pertobatan". Saat umat ditandai dengan abu didahinya, sisa-sisa perbuatan tidak baik (kesalahan dan dosa) dibersihkan dari raga kemanusiaan. Dengan demikian, diharapkan kita tidak hanya berhenti pada pengetahuan tentang perbuatan salah dan dosa, namun, sampai pada kesadaran untuk bertobat dan melakukan tindakan iman. 

Persatuan abu dan air menjadi energi yang menyuburkan sehingga dapat menghidupi alam sekitar. Abu yang sudah diberkati dan dicampur air suci dan ditandakan pada kening umat bukan bukan hanya sebatas simbol, namun, karena kasih karunia Allah, kita dibersihkan dan dihidupi olehNya. Selain itu, kualitas kemanusiaan (awu) menjadi lebih karena kita sudah masuk di dalam "keluarga Allah" dan disebut sebagai anak-anak Allah. Dengan demikian, kita punya tanggung jawab untuk melakukan perbuatan iman sebagai anak-anak Allah dan membagikan rahmatNya agar dapat menyuburkan sekaligus menghidupi alam sekitar kita. 

Dari permenungan di atas, kita diajak untuk tidak "mandeg" pada pemahaman tentang "Hati yang Terluka" (perbuatan salah dan dosa), namun, diharapkan dapat menjadi "Hati yang Terbuka", bertobat dan melakukan tindakan iman serta berbagi kasih rahmat Allah yang menyuburkan dan menghidupkan umat manusia beserta alam semesta. Tindakan iman kita menjadi kurban persembahan bagi Allah yang telah mengorbankan diriNya bagi kita. 
Terima kasih, Vivat Cor Jesu. 

 Rm. Ant. Joko SCJ
https://www.facebook com/928738730471418/posts/5308090709202843/?sfnsn=wiwspwa

https://katolik.yahoonta.com/2021/02/bapaku-yang-baik.html

Sunday, February 14, 2021

M E N G E T U K P I N TU

 

*M E N G E T U K   P I N T U*
Pernahkah Anda melihat gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan sebuah pintu sambil mengetuk ? 

Gambar tersebut dibuat oleh seorang seniman bernama Holman Hunt.

Ada peristiwa menarik saat Holman Hunt membuat gambar tersebut.

Ketika ia sudah selesai menggambar, ia ingin mengetahui tanggapan dari rekan-rekannya terhadap gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan pintu dan mengetuk. 

Semua rekan-rekannya dengan teliti dan kritis mencoba menemukan kesalahan dalam gambar tersebut.

Namun, rekan-rekannya tersebut tidak dapat menemukan kesalahan, justru mereka memuji gambar tersebut.

Hal ini membuat Holman Hunt tidak merasa puas, ia memanggil rekan-rekannya yang lain dan memintanya mencari kesalahan dengan lebih teliti secara profesional.

 Tetapi, mereka pun tidak dapat menemukan kesalahan. 

Sampai salah seorang rekannya yang masih amatir merasa menemukan kesalahan yang sangat mendasar, yaitu bahwa Holman Hunt lupa membuat pegangan pembuka pintu. 

Akhirnya semua orang setuju itulah kesalahan mendasar yang dibuat Holman Hunt dalam gambar tersebut.

Tetapi, Holman Hunt memberikan jawaban yang mengejutkan semua orang bahwa itu bukan suatu kesalahan atau keteledoran.

 Ia sengaja membuat gambar Tuhan Yesus berdiri di depan pintu yang tidak memiliki handle pintu luar, karena itu adalah gambar Tuhan Yesus yang berdiri di depan 

PINTU HATI , bukan pintu rumah.......... 
Pintu Hati hanya bisa dibuka dari dalam, sehingga tidak ada handle pintu luarnya.

*Dalam kemahakuasaanNya, Tuhan Yesus tidak pernah memaksa seseorang untuk percaya kepadaNya.

 Dia tidak pernah menggunakan kuasaNya untuk memaksa Saudara bertobat dari dosa-dosa saudara.

 Tuhan Yesus mau setiap manusia menggunakan kehendak bebas yang mereka miliki untuk memilih Dia daripada hidup dalam dosa.

 Pilihan ini muncul dari suara hati manusia sendiri yang sudah dicerahkan oleh Roh Kudus.*

*Bila saat ini kita masih jatuh bangun dalam dosa, masih menyembunyikan dosa, atau tidak bisa melepaskan dosa, ingatlah Tuhan Yesus sedang berdiri dan mengetuk pintu hati kita.

 Dia tetap menunggu sampai kamu mau membuka pintu hatimu untuk menerimaNya.

*Jadi, jangan kunci hatimu ...... bukalah pintu hatimu lewat heningnya doa dan biarkan Tuhan Yesus masuk dan tinggal di dalam hatimu..
Salam Damai Kristus
Selamat Berkatekese Bersama:
_*BAGIKAN segera agar Umat Katolik Lebih Pintar*_
_*Dalam Membela Iman*_

Part 1 
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
 *Saxophonumentalia Rohani Kristen* 
*Selamat Terhibur Bersama:*

Wednesday, February 3, 2021

Bolehkah Seorang Katolik Mengikuti Perjamuan Kudus Di Luar Dari Gereja Katolik

 Bolehkah Seorang Katolik Mengikuti 
Perjamuan Kudus Di Gereja Protestan

20 Negara Mayoritas Penduduknya Bergama Katolik Di Dunia, Silakan Anda Lihat di Video Ini.

20 Negara Mayoritas Penduduknya Bergama Katolik Di Dunia, 
Silakan Anda Lihat di Video Ini.

Tuesday, February 2, 2021

Pengertian Dari Magisterium Dan Katolik Secara Jelas Dan Cerdas Dari Romo Ndeso, Mari Sebentar Berkatekese.

*Catet: Sepanjang Video Katekese ini Tidak Ada Intrupsi Iklan*
*Pengertian Dari Magisterium Dan Katolik Secara Jelas Dan Cerdas* 
*Bersama Romo Ndeso, Mari Sebentar Berkatekese.*
_*Dimana Ada Iman Disitu Ada Jalan.*_

Monday, February 1, 2021

Paus Fransiskus: Kekuasaan yang Sesungguhnya Adalah Pelayanan (Mengenang Kembali Homili Perdana Paus Terpilih 19 Maret 2013)

*Kekuasaan yang Sesungguhnya Adalah Pelayanan *
(Mengenang Kembali Homili Perdana Paus Terpilih 19 Maret 2013)
LAUTAN umat berduyun-duyun datang ke Lapangan Basilika Santo Petrus untuk menghadiri Misa awal masa kepausan Paus Fransiskus.

Menurut informasi Shirley Hadisandjaja, langsung dari Vatikan, sejak dari pukul 6 pagi waktu Vatikan, sudah ada antrian memasuki Lapangan. Baik itu anak-anak, orang-orang muda, orang-orang dewasa, orang-orang lanjut usia, orang-orang sakit, para biarawan dan biarawati serta para delegasi internasional dari berbagai penjuru dunia tumpah ruah.

"Mereka melambaikan bendera masing-masing negara, selain bendera Italia, ada juga dari Amerika Serikat, India, Indonesia, Cina, Meksiko, Polandia, Jerman, Spanyol dan Australia. Yang tebanyak tentu saja bendera Argentina, kebangsaan Paus Bergoglio," ungkap Shirley, WNI yang menetap di Milan yang hadir juga dalam Misa inagurasi Paus kepada Tribunnews.com, Selasa (19/3/2013).

Selain para peziarah, kata dia, hadir pula sebanyak 132 kepala negara dan pejabat pemerintahan serta para wartawan dari 81 negara.

Bertepatan pada tanggal 19 Maret, di saat Gereja Katolik merayakan Hari Pesta Santo Yosef, Pelindung Gereja Universal, Pengukuhan Tahta Kepausan Bapa Suci Fransiskus digelar.

Lebih lanjut, dalam kotbahnya hari ini, tampak Paus Fransiskus yang sederhana dan lembah-lembut itu juga menampakkan keteguhan dan ketegasannya seperti halnya pendahulunya, Benediktus XVI.

*Kasih*
https://katolik.yahoonta.com/2021/02/paus-fransiskus-kekuasaan-yang.html
*Pada awal homili atau kotbahnya, Paus Fransiskus memberikan Salam* dan mengingat Paus emeritus Benediktus XVI--Joseph Ratzinger. Dia mengartikan suatu “kebetulan yang amat kaya akan pemahaman” kenyataan bahwa pada hari ini adalah pesta nama dari “pendahulu yang terhormat”.

Kata Paus, semua umat Katolik dekat dengan diri Santo Yosef dengan doa, penuh dengan kasih dan penghargaan.

*Paus mengingat Santo Yosef yang menjawab kepada panggilan Tuhan dengan kesediaan* dan kesiapan dan pusat dari bakti Kristiani adalah Kristus. "Oleh karena itu, mari kita memelihara Dia di dalam hidup kita untuk memelihara orang lain dan karya penciptaan,” demikian ajakan Paus.

*“Bakti untuk memelihara tidak hanya melihat kita umat Kristiani. Santo Fransiskus Assisi* *mengajarkan untuk menghargai setiap makhluk hidup, lingkungan hidup.”*

*Karenanya, Paus mengajak seluruh umat manusia untuk menghargai setiap orang*, setiap individu, khususnya anak-anak, orang-orang lanjut usia, orang-orang yang paling hina dan lemah dan yang sering kali ada di pinggiran hati kita.

*"Untuk menjadi pemelihara di dalam segala situasi manusiawi*. Sebagai orangtua, sebagai suami-istri, dan sebagai sahabat, di dalam kepercayaan satu sama lain, di dalam penghargaan satu sama lain dan di dalam kebaikan”.

*Ia melanjutkan, kebencian, keirihatian, kesombongan mengotori kehidupan!* Memelihara berarti menjaga perasaan-perasaan kita, hati kita, karena dari sana-lah lahir intensi-intensi yang baik dan buruk: yang membangun dan yang merusak! Janganlah kita merasa takut akan kebaikan, bahkan akan kelembutan!

*Di dalam menjalankan pelayanannya, Paus melihat kepada Santo Yosef yang rendah hati* dan nyata dan seperti dirinya merangkul semua kemanusiaan. Kemudian ia juga mengingat penghakiman akhir dari Injil Santo Matius--tentang belas kasih, yakni siapa yang lapar, yang haus, orang asing, yang telanjang, yang sakit, yang dipenjara.

*"Hanya dia yang melayani dengan belas kasih –katanya- tahu bagaimana memelihara,”* ucap Paus.

*Lebih lanjut Paus mengatakan tugas dari Uskup Roma, Penerus Petrus*, melibatkan juga sebuah kekuasaan karena *Yesus telah memberikan kekuasaan kepada Santo Petrus*. *Tetapi kekuasaan yang sesungguhnya adalah pelayanan.*

*Dia tegaskan, Paus juga demi melaksanakan kekuasaannya harus lebih masuk lagi ke dalam pelayanan* itu dan menerima dengan rasa kasih dan kelembutan seluruh kemanusiaan. Terutama yang paling miskin, yang paling lemah, yang paling kecil.

*Paus juga mengingat Santo Paulus."Pada masa ini juga di hadapan banyak langit kelam*, kita perlu melihat sinar pengharapan dan memberikan diri kita sendiri harapan. Santo Paulus berbicara tentang Abraham, yang percaya dan kuat di dalam pengharapan di atas setiap harapan.” Ia mengulang kembali di hadapan lautan umat, “kuat di dalam pengharapan di atas setiap harapan!”.

Di akhir Homili, Paus Fransiskus berkata, “Saya memohon perantaraan Santa Perawan Maria dan Santo Yosef, Santo Petrus dan Paulus, Santo Fransiskus, sehingga Roh Kudus mendampingi tugasku.”

*Dan ia meminta kepada umat, “Pregate per me!” (berdoalah untuk saya!).*

Pada akhir Misa, Paus memberikan Berkat Apostoliknya dan diiringi dengan lagu Salam ya Ratu (Salve Regina) *Paus pergi berdoa di hadapan patung Bunda Maria di sebelah kanan Altar.*

https://www.tribunnews com/internasional/2013/03/19/paus-fransiskus-kekuasaan-yang-sesungguhnya-adalah-pelayanan?page=all. Penulis: Srihandriatmo Malau Editor: Yulis Sulistyawan

Paus Fransiskus Mencanangkan Tahun Santo Yosef


*Paus Fransiskus Mencanangkan Tahun Santo Yosef*

*Dengan Surat Apostolik “Patris corde” (“Dengan Hati Seorang Bapa”)*, Paus Fransiskus memperingati 150 tahun deklarasi Santo Yosef sebagai Pelindung Gereja Semesta oleh Beato Paus Pius IX. Untuk memperingati peristiwa tersebut, Bapa Suci telah mencanangkan “Tahun Santo Yosef” mulai 8 Desember 2020 hingga 8 Desember 2021.

*Dalam surat apostoliknya tersebut, Paus Fransiskus menggambarkan Santo Yosef* sebagai *bapa yang terkasih, bapa yang lembut dan penuh kasih, bapa yang patuh*, bapa yang menerima; bapa yang secara kreatif pemberani, bapa yang sedang bekerja, bapa dalam bayang-bayang.

*Bapa Suci menulis “Patris corde” dengan latar belakang pandemi Covid-19*, yang, dikatakannya, telah membantu kita melihat lebih jelas pentingnya orang-orang “biasa” yang, meski jauh dari pusat perhatian, tetap sabar dan menawarkan harapan setiap hari. Dalam hal ini, mereka menyerupai Santo Yosef, “orang yang kehadirannya sehari-hari tidak diperhatikan, bijaksana dan tersembunyi”, yang meskipun demikian memainkan “peran yang tak tertandingi dalam sejarah keselamatan”.

*Santo Yosef, pada kenyataannya, “secara nyata mengungkapkan kebapaannya”* dengan mempersembahkan dirinya dalam kasih, “kasih yang ditempatkan untuk melayani Mesias yang tumbuh hingga dewasa di rumahnya”, tulis Paus Fransiskus, mengutip pendahulunya, Santo Paulus VI. (teruskan baca artikel penting berikut di bawah....๐Ÿ‘ฑ๐Ÿ‘ฎ๐Ÿ‘ณ๐Ÿ‘‡ )  https://katolik.yahoonta.com/2021/02/paus-fransiskus-mencanangkan-tahun.html
*Dan karena perannya di “persimpangan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”,* Santo Yosef “selalu dihormati sebagai seorang bapa oleh umat Kristiani” (PC, 1). Di dalam dia, “Yesus melihat kasih Allah yang lembut”, yang membantu kita menerima kelemahan kita, karena “melalui” dan terlepas dari “ketakutan kita, kerapuhan kita, dan kelemahan kita,” sebagian besar rencanan ilahi terwujud. “Hanya kasih yang lembut yang akan menyelamatkan kita dari jerat sang penuduh”, tegas Paus Fransiskus, dan dengan menjumpai belas kasih Allah khususnya dalam Sakramen Rekonsiliasi kita “mengalami kebenaran dan kelembutan-Nya,” – karena “kita tahu bahwa kebenaran Allah tidak menghukum kita, melainkan menyambut, merangkul, menopang dan mengampuni kita” (2).

*Santo Yosef juga seorang bapa dalam ketaatan kepada Allah : dengan ‘ya’-nya* ia melindungi Maria dan Yesus serta mengajarkan Putra-Nya untuk “melakukan kehendak Bapa”. Dipanggil oleh Tuhan untuk melayani perutusan Yesus, ia “bekerjasama… dalam misteri agung Penebusan”, seperti yang dikatakan Santo Yohanes Paulus II, “dan benar-benar seorang pelayan keselamatan” (3).

*Pada saat yang sama, Santo Yosef adalah “Bapa yang menerima”,* karena ia “menerima Maria tanpa syarat” – sebuah isyarat penting bahkan hingga hari ini, kata Paus Fransiskus, “di dunia kita di mana kekerasan psikologis, verbal dan fisik terhadap perempuan begitu nyata”. Tetapi sang mempelai Maria tersebut juga adalah orang yang, dengan percaya kepada Tuhan, menerima dalam hidupnya bahkan peristiwa-peristiwa yang tidak ia pahami, “mengesampingkan gagasan-gagasannya” dan mendamaikan dirinya dengan sejarahnya sendiri.

*Jalan spiritual Santo Yosef “bukan jalan yang menjelaskan, tetapi jalan menerima”* – yang tidak berarti bahwa ia “pasrah”. Sebaliknya, ia “dengan berani dan tegas proaktif”, karena dengan “karunia ketabahan Roh Kudus”, dan penuh harapan, ia mampu “menerima hidup apa adanya, dengan segenap pertentangan, frustrasi dan kekecewaan”. Dalam prakteknya, melalui Santo Yosef, seolah-olah Allah mengulangi kepada kita : “Jangan takut!” karena “iman memberi makna pada setiap peristiwa, entah gembira maupun sedih”, dan membuat kita sadar bahwa “Allah dapat membuat bunga bermunculan dari tanah berbatu”. Santo Yosef “tidak mencari jalan pintas tetapi menghadapi kenyataan dengan mata terbuka dan secara pribadi bertanggung jawab terhadap kenyataan tersebut”. Karena alasan ini, “ia mendorong kita untuk menerima dan menyambut orang lain apa adanya, tanpa kecuali, dan menunjukkan perhatian khusus kepada orang-orang yang lemah” (4).

*Patris corde menyoroti “keberanian kreatif” Santo Yosef,* yang “muncul terutama dalam cara kita menghadapi kesulitan.” “Sang tukang kayu dari Nazareth”, jelas Paus Fransiskus, mampu mengubah masalah menjadi kemungkinan dengan percaya akan pemeliharaan ilahi. Ia harus menghadapi “masalah nyata” yang dihadapi keluarganya, masalah yang dihadapi oleh keluarga lain di dunia, dan terutama para migran.

*Dalam pengertian ini, Santo Yosef adalah “santo pelindung* khusus dari semua orang yang terpaksa meninggalkan tanah air mereka karena perang, kebencian, penganiayaan, dan kemiskinan”. Sebagai penjaga Yesus dan Maria, Santo Yosef tidak dapat “menjadi yang lain selain penjaga Gereja”, penjaga keibuan Gereja, dan penjaga tubuh Kristus. “Akibatnya, setiap orang yang miskin, membutuhkan, menderita atau menghadapi ajal, setiap orang asing, setiap narapidana, setiap orang yang lemah adalah ‘anak’ yang terus dilindungi oleh Santo Yosef”. Dari Santo Yosef, tulis Paus Fransiskus, “kita harus belajar … mengasihi Gereja dan orang miskin” (5).

*“Seorang tukang kayu yang mencari nafkah dengan jujur untuk menafkahi keluarganya”,* Santo Yosef juga mengajari kita “nilai, martabat dan kegembiraan dari apa artinya makan roti yang merupakan buah dari kerja kerasnya sendiri”. Segi karakter Santo Yosef ini memberi Paus Fransiskus kesempatan untuk mengajukan permohonan yang mendukung pekerjaan, yang telah menjadi “masalah sosial yang membara” bahkan di negara-negara dengan tingkat kesejahteraan tertentu. “Ada kebutuhan baru untuk menghargai pentingnya pekerjaan yang bermartabat, di mana Santo Yosef adalah santo pelindung yang perlu diteladani”, tulis Paus Fransiskus.

*Bekerja, Bapa Suci mengatakan, “adalah sarana untuk ambil bagian dalam karya* keselamatan, kesempatan untuk mempercepat kedatangan Kerajaan Allah, mengembangkan talenta dan kemampuan kita, dan menempatkannya dalam pelayanan masyarakat dan persekutuan persaudaraan”. Orang-orang yang bekerja, beliau menjelaskan, “bekerjasama dengan Allah sendiri, dan dalam beberapa hal menjadi pencipta dunia di sekitar kita”. Paus Fransiskus mendorong setiap orang “untuk menemukan kembali nilai, pentingnya, dan perlunya pekerjaan untuk mewujudkan ‘kenormalan’ baru di mana tak seorang pun dikecualikan”. Terutama mengingat meningkatnya pengangguran karena pandemi Covid-19, Paus Fransiskus meminta semua orang untuk “meninjau prioritas kita” dan mengungkapkan keyakinan teguh kita bahwa tidak ada orang muda, tidak ada orang, tidak ada keluarga tanpa pekerjaan!” (6).

*Mengacu pada The Shadow of the Father – sebuah buku karya penulis Polandia* Jan Dobraczyล„ski – Paus Fransiskus menggambarkan kebapaan Santo Yosef terhadap Yesus sebagai “bayang-bayang duniawi dari Bapa surgawi”.

*“Bapa tidak dilahirkan, tetapi dijadikan”, kata Paus Fransiskus*. “Seorang laki-laki tidak menjadi seorang bapa hanya dengan membawa seorang anak ke dunia, tetapi dengan bertanggung jawab untuk merawat anak itu”. Sayangnya, dalam masyarakat saat ini, anak-anak “sering kali tampak seperti yatim piatu, tidak memiliki bapa” yang mampu memperkenalkan mereka “pada kehidupan dan kenyataan”. Anak-anak, kata Paus Fransiskus, membutuhkan bapa yang tidak akan mencoba menguasai mereka, tetapi membesarkan mereka agar “mampu memutuskan sendiri, menikmati kebebasan, dan menjelajahi kemungkinan baru”.

Ini adalah pengertian di mana Santo Yosef digambarkan sebagai bapa yang *“paling tulus”,* yang berlawanan dengan sifat posesif yang menguasai. Santo Yosef, kata Paus Fransiskus, “tahu bagaimana mengasihi dengan kebebasan yang luar biasa. Ia tidak pernah menjadikan dirinya pusat dari segala hal. Ia tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi berfokus pada kehidupan Maria dan Yesus”.

*Bagi Santo Yosef, kebahagiaan melibatkan pemberian diri yang sejati* : “Di dalam dirinya, kita tidak pernah melihat frustrasi, tetapi kepercayaan semata”, tulis Paus Fransiskus. Keheningannya yang sabar adalah awal dari ungkapan kepercayaan yang nyata. Oleh karena itu, Santo Yosef menonjol sebagai sosok teladan untuk zaman kita, di dunia yang “membutuhkan bapa”, dan bukan “penguasa lalim”; sebuah masyarakat yang “menolak orang-orang yang mengacaukan otoritas dengan otoritarianisme, pelayanan dengan penghambaan, diskusi dengan penindasan, amal dengan mentalitas kesejahteraan, kekuasaan dengan kehancuran”.

*Bapa sejati, sebaliknya, “menampik menjalani kehidupan anak-anaknya demi mereka”,* dan sebaliknya menghormati kebebasan mereka. Dalam pengertian ini, kata Paus Fransiskus, seorang bapa menyadari bahwa “ia sungguh bapa dan pendidik pada saat ia menjadi ‘tidak berguna’, ketika ia melihat bahwa anaknya telah mandiri dan dapat menjalani kehidupan tanpa pendamping”. Menjadi seorang bapa, Paus Fransiskus menekankan, “tidak ada hubungannya dengan kepemilikan, tetapi lebih merupakan ‘tanda’ yang menunjuk pada kebapaan yang lebih besar” : tanda “Bapa surgawi” (7).

*Dalam suratnya, Paus Fransiskus mencatat bagaimana, “Setiap hari, selama lebih dari* empat puluh tahun, setelah Laudes [Doa Pagi]” beliau telah “mendaraskan doa kepada Santo Yosef yang diambil dari buku doa Prancis abad ke-19 dari Kongregasi Suster-suster Yesus dan Maria”. Doa ini, beliau mengatakan, mengungkapkan pengabdian dan kepercayaan, serta bahkan menimbulkan tantangan tertentu bagi Santo Yosef”, karena, sebagai kata penutupnya, “bapaku yang terkasih, segenap kepercayaanku ada padamu. Jangan biarkan aku memanggil engkau dengan sia-sia, dan karena engkau dapat melakukan segalanya bersama Yesus dan Maria, tunjukkan kepadaku bahwa kebaikanmu sebesar kekuatanmu”.

*Di akhir suratnya, beliau kembali menambahkan doa kepada Santo Yosef.* Dengan doa tersebut beliau mendorong kita semua untuk berdoa bersama :

_*Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu Allah mempercayakan Putra-Nya yang tunggal;
di dalam dirimu Maria menaruh kepercayaannya;
bersamamu Kristus menjadi manusia.
Santo Yosef, kepada kami juga,
perlihatkan dirimu seorang bapa
dan bimbing kami di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
serta lindungi kami dari setiap kejahatan. Amin.*_

Diterjemahkan oleh Peter Suriadi – Bogor, 8 Desember 2020

Sumber: www.vaticannews.va

Rumusan doa SALAM YOSEP sebagai berikut:

_*Salam Josef, pria yang tulus, mempelai murni Maria, ayah Mesias keturunan Daud. Terpujilah engkau di antara pria, dan terpujilah Yesus, Putra Allah, yang dipercayakan kepadamu. Santo Yosef, pelindung Gereja semesta, lindungilah keluarga2 kami dalam damai dan rahmat Ilahi, dan dampingilah kami pada waktu kami mati. Amin.*_

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)