Latest News

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Friday, January 29, 2021

UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19

*UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN* *KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS* *TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN* *COVID-19*
*Dari Dewan Gereja-gereja se Dunia* dan Kongres Jahudi se Dunia:

*UNDANGAN UNTUK REFLEKSI DAN KETERLIBATAN PADA MASALAH ETIS* *TERKAIT DENGAN DISTRIBUSI VAKSIN COVID-19*
(terimakasih kepada *Pdt Dr Joas Adiprasetya*, yang telah berinisiatif menerjemahkannya)

*Akhirnya, muncul sebuah terang di ujung terowongan COVID-19.* Terdapat hampir 200 calon vaksin pada saat ini dalam proses pengembangan dan uji klinis. Lebih dari sepuluh vaksin sedang berada dalam ujicoba skala besar Fase 3, dari situ beberapa hasil yang sangat menjanjikan telah muncul. Beberapa vaksin telah menerima otorisasi terbatas atau untuk keadaan darurat, dan program vaksinasi kini dimulai di beberapa negara. Harapan meningkat untuk berakhirnya pandemi, kematian, dan penderitaan yang telah diakibatkannya, dan dampak-dampak bagi seluruh kehidupan kita, masyarakat dan ekonomi.

*Namun demikian, terlepas dari kecepatan pengembangan, pengujian, dan persetujuan vaksin* ini yang belum pernah terjadi sebelumnya, mereka tidak menawarkan solusi langsung atau lengkap untuk pandemi. Kebutuhan dan permintaan global pasti akan melebihi pasokan dalam jangka pendek hingga menengah. Diperkirakan tidak akan tersedia cukup vaksin untuk seluruh penduduk dunia hingga tahun 2023 atau 2024. Akibatnya, pemerintah, otoritas terkait, dan praktisi medis mau tak mau harus membuat keputusan sulit terkait dengan prioritas untuk peluncuran dan distribusi dari sumber daya yang tersedia secara terbatas ini.

*Karena keputusan semacam itu pada dasarnya bersifat etis*, para pemimpin agama dan organisasi-organisasi memiliki sebuah peran penting dan tanggung jawab untuk terlibat dalam diskusi kebijakan yang relevan. 

*Di tingkat internasional, sebuah perhatian utama adalah pada pemerataan global* dalam distribusi vaksin yang tersedia, sehingga negara-negara miskin tidak dikecualikan dari akses pada produk-produk yang menyelamatkan kehidupan ini. COVAX—sebuah kemitraan antara GAVI (Global Alliance for Vaccines and Immunization; Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi), WHO (World Health Organization; Organisasi Kesehatan Dunia), dan CEPI (Coalition for Epidemic Preparedness Innovations; Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi)—telah dibentuk untuk menangani masalah ini, dan untuk menawarkan negara-negara yang didukung oleh COVAX untuk memiliki akses yang adil kepada vaksin yang efektif. 

*Mayoritas negara yang berpenghasilan tinggi dan menengah telah berkomitmen untuk* *mendanai COVAX*, demi membantu negara-negara berpenghasilan rendah dalam mengakses persediaan vaksin. COVAX bertujuan untuk menyediakan dua miliar dosis pada akhir tahun 2021 untuk melindungi populasi yang berisiko tinggi di negara-negara miskin di seluruh dunia, dan dalam jangka yang lebih panjang memberikan kepada mereka dosis yang cukup untuk mencapai 20% dari populasi mereka.( _*teruskan baca artikel penting berikut di bawah....*_๐Ÿ‘ฐ๐Ÿ‘ฎ๐Ÿ‘ธ๐Ÿ‘‡ )
https://katolik.yahoonta.com/2021/01/undangan-untuk-refleksi-dan.html

Terlepas dari komitmen publik terhadap solidaritas internasional, "nasionalisme vaksin" tetap menjadi sebuah perhatian yang serius. Transaksi langsung yang dilakukan oleh negara- negara berpenghasilan tinggi (dan beberapa negara berpenghasilan menengah) menghasilkan sebuah kemungkinan yang sangat berkurang bagi tersedianya pasokan untuk alokasi global yang adil. 

Banyak negara berpenghasilan tinggi telah melakukan pembelian di muka dalam dosis yang cukup dari beberapa calon vaksin yang berbeda untuk memvaksinasi populasi mereka beberapa kali lipat. (Catatan kaki: Duke Global Health Innovation Center, Launch & Scale Speedometer: https://launchandscalefaster.org/COVID-19). Ini merupakan sebuah masalah moral yang menuntut tanggapan dan tindakan dari para pemimpin agama.

Di tingkat domestik, alokasi pasokan vaksin COVID-19 yang terbatas pada akhirnya akan dilakukan oleh masing-masing pemerintah nasional berdasarkan konteksnya sendiri dan risiko yang sudah diteliti. Kerangka kerja bagi alokasi sumber daya yang langka harus didasarkan pada sebuah pilihan yang jelas dan spesifik dari tujuan(-tujuan) prioritas yang paling penting dalam konteks tersebut. 

Sebagaimana diakui di dalam sebuah Konsep yang dikembangkan oleh WHO bagi akses yang adil dan alokasi yang setara dari produk-produk kesehatan COVID-19, "sains dan/atau bukti saja tidak dapat memberi tahu kepada kita pilihan atau tujuan mana yang 'benar' atau yang mengarah bagian masyarakat yang harus dipentingkan. Ini membutuhkan sebuah keputusan nilai, yang merupakan domain dari etika."

Di dalam tradisi Kristen dan Yahudi, beberapa dasar utama biblis yang di atasnya refleksi- refleksi dan tindakan-tindakan para pemimpin dan komunitas agama harus didasarkan meliputi:

• Martabat dan harga diri yang Allah berikan kepada setiap manusia. (Kej. 1:27)
• Perintah untuk mengasihi sesama kita seperti mengasihi diri kita sendiri. (Im. 19:18; Mrk. 12:31)
• Seruan iman untuk secara khusus peduli pada mereka yang paling lemah dan paling rapuh di antara kita. (Yes. 1:17; Yak. 1:27)
Di dalam keterlibatan mereka dalam percakapan-percakapan nasional mengenai alokasi vaksin, para pelaku agama harus mempertimbangkan beberapa prinsip dan isu berikut:
• Kesetaraan: Sumber daya yang tersedia harus dialokasikan tanpa diskriminasi—yaitu tanpa perlakuan yang tak setara yang tidak dapat dibenarkan atas dasar karakteristik-karakteristik seperti ras, etnisitas, warna kulit, jenis kelamin, orientasi seksual, usia, afiliasi agama, kebangsaan, status sosial, atau kemampuan untuk membayar.
• Hak asasi manusia atas kesehatan: Sebagai sebuah masalah hukum hak asasi manusia internasional, setiap manusia memiliki hak untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental tertinggi yang dapat dicapai. (Catatan kaki: International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, article 12(1); Universal Declaration of Human Rights, article 25)
• Semua tindakan harus dipandu oleh tujuan untuk meminimalkan jumlah kematian dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.
• Sasaran mana yang harus mendaptkan nilai/prioritas tertinggi? Beberapa alternatif untuk dipertimbangkan dalam hal ini adalah sebagai berikut:

o Menghentikan pandemi dengan cara tercepat (yaitu "kebaikan yang lebih besar:);
o Melindungi mereka yang paling rapuh/mereka yang paling berisiko mengalami sakit
parah jika terinfeksi;
o Memastikan bahwa petugas kesehatan terlindungi dan bahwa sistem kesehatan
masyarakat tidak kewalahan dan mampu terus mendukung kebutuhan kesehatan
masyarakat;
o Menghindari kerugian umum dan jangka panjang terhadap ekonomi dan mata
pencaharian mayoritas penduduk; atau,
o Kesejahteraan, pendidikan dan prospek masa depan dari kaum muda (yang secara umum lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami sakit parah akibat virus ini).

Pilihan atas tujuan yang mana yang harus diprioritaskan—yang mungkin berbeda di antara negara-negara dan konteks-konteks—akan menentukan strategi alokasi vaksin di negara atau konteks tersebut. Tetapi pilihan mana pun yang diambil, dalam sebuah konteks sumber daya yang terbatas dan tidak mencukupi, beberapa pasti akan kalah meskipun memiliki klaim moral yang sah. 

Oleh karena itu, sungguh sangat penting bahwa pilihan itu sendiri, pembenaran moral untuk pilihan itu, dan proses yang melaluinya pilihan itu diambil harus dikomunikasikan secara terbuka dan transparan. Selain itu, pilihan tersebut harus diterapkan secara konsisten, melalui sebuah cara yang non-diskriminatif—yaitu, jika vaksin dialokasikan berdasarkan kebutuhan atau kerapuhan, mereka yang memiliki kebutuhan atau kerapuhan serupa harus diperlakukan serupa.

Para pemimpin agama harus mempertimbangkan untuk mengkonfrontasi secara publik rumor yang tidak berdasar dan mitos-mitos konspirasi, yang dipromosikan tanpa bukti, yang merusak kepercayaan publik pada otoritas dan layanan kesehatan dan pada vaksin-vaksin yang telah diuji dan disetujui itu sendiri—yang dengan demikian dapat mengancam respons kesehatan masyarakat yang efektif terhadap pandemi. Dalam beberapa kasus, mitos-mitos konspirasi semacam itu secara eksplisit memiliki dasar antisemitik yang harus dikecam. Pemimpin agama senior mungkin ingin menimbang kemungkinan, misalnya, untuk divaksinasi di depan media, idealnya bersama-sama untuk menunjukkan solidaritas dan kerja sama antaragama, jika demonstrasi seperti itu akan membantu mengurangi ketakutan yang tidak berdasar dan "keengganan vaksin" (vaccine reticence) di dalam komunitas-komunitas mereka.

Di beberapa negara, otoritas terkait dapat mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi, atau sebuah prasyarat penting untuk akses ke layanan publik atau fasilitas swasta tertentu (termasuk perjalanan udara). Ini kemungkinan besar akan menjadi tindakan kontroversial. Namun demikian, sementara sumber daya pada prinsipnya tidak boleh digunakan untuk perawatan yang pasien tidak ingin menerimanya, dalam konteks usaha-usaha luar biasa saat ini untuk mengendalikan pandemi global, pertimbangan kesehatan masyarakat yang sah dapat membenarkan tindakan yang sebaliknya akan dianggap kejam.

Undangan ini dikeluarkan tanpa bermaksud untuk menetapkan pendekatan-pendekatan khusus untuk diterapkan di mana-mana, melainkan untuk mendorong para pemimpin agama dan organisasi berbasis agama untuk memainkan peran mereka yang sesuai dan dibutuhkan dalam berkontribusi pada diskusi-diskusi kebijakan publik tentang isu-isu kritis ini, yang harus dipertimbangkan setiap masyarakat di dalam momen yang penting ini.

Rev. Prof. Dr Ioan Sauca 
Interim General Secretary World Council of Churches
Maram Stern
Executive Vice President World Jewish Congresss
Link asli: https://www.oikoumene org/resources/documents/invitation-to-reflection-and-engagement-on-ethical- issues-related-to-covid-19-vaccine-distribution    KATOLIK.Yahoonta.com



Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Wednesday, July 22, 2020

Iman Katolik: Paroki Bukan Tempat, tapi Kumpulan Umat Beriman, OMK Jadi Anggota Dewan Paroki

Ilustrasi: Malam pensi bersama OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang. (Cinda OMK Paroki St. Fransiskus Assisi Singkawang)


SAYA Katolik. Sudah babtis. Saya sering bertanya-tanya dalam hati:
Gereja Katolik itu masih bisa berubah gak sih? Kesannya kok Gereja yang cuma begitu-begitu aja.
Jawanya sederhana: Ya, Gereja tentu bisa berubah. Yang tidak berubah itu Tuhan.
Ada lagunya loh. Tuhan Yesus  tidak Berubah, tapi Gereja bisa dan ya memang harus berubah.

Konsili Vatikan II menggoncang dan memperbarui Gereja
Ecclesia semper reformanda. Gereja harus selalu diperbarui. Maka, kita pun sebenarnya bisa mulai membuat perubahan itu. Dan sesungguhnya, perubahan itu sudah terjadi dan terbukti.  Sepanjang sejarah Gereja, perubahan terbesar terjadi lewat Konsili Vatikan II.
Konsili Vatikan II telah mengubah wajah dan sikap Gereja kepada dunia. Para biarawan-biarawat dan segenap rohaniwan-rohaniwati kini sudah boleh pakai baju preman. Sebelumnya, mereka mesti berjubah. Di mana-mana dan kemana pun harus berjubah.
Kaum awam kini juga diberi tempat untuk terlibat aktif dalam Gereja. Sebelumnya awam hanya jadi penonton, pengikut. Selama memimpin ekaristi, dulu imam membelakangi umat,  kini berhadapan dengan umat.
Ekaristi boleh dirayakan dalam bahasa umat, tidak lagi harus pakai bahasa Latin. Perayaan liturgi boleh dimeriahkan dengan lagu-lagu lain, di luar lagu Gregorian.

Pandangan Gereja tentang keselamatan juga berubah. Sebelumnya, extra ecclesia non salus est. Di luar Gereja tidak ada keselamatan. Setelah Konsili Vatikan II, istilah menjadi extra ecclesia salus est. Di luar Gereja ada keselamatan, dll.
Memang setiap perubahan akan selalu membawa goncangan besar. Gara-gara Konsili Vatikan II, banyak imam, bruder, suster yang lepas jubah alias keluar dari biara.

Ordo Serikat Jesut (Jesuit) saja sampai kehilangan lebih dari 5.000 anggotanya. Itu bukti bahwa perubahan itu berisiko besar.
Di lain pihak, mungkin justru karena itu, Gereja lantas bersikap lebih hati-hati. Kalau gak, bolehlah dibilang pelan-pelan.
Yang terakhir ini barangkali yang menimbulkan pertanyaan di atas. Sebab memang ada benarnya juga.

Belum banyak berubah juga
Konsili Vatikan II sudah berlangsung lebih dari setengah abad lalu. Tetapi memang belum banyak terjadi perubahan yang berarti di dalam Gereja.
Misalnya, betapa sulitnya mendorong kaum awam untuk menjadi rasul awam. Yang kini tetap terjadi, masih banyak awam suka “membonceng” model kerasulan imam.

Saya sendiri pernah merintis sebuah perubahan dalam Gereja di level paroki. Apakah berhasil, biarlah sejarah menilai. Tetapi apa menimbulkan goncangan?
Goncangan mungkin tidak. Tetapi resistensi, itu jelas ya.
Puluhan tahun saya punya pengalaman pastoral lapangan dengan kaum muda. Pengalaman itulah yang menjiwai karya pastoral saya di Gereja di level paroki.
Itulah yang membuat pelayanan pastoral yang beda dengan tradisi pelayanan pastoral paroki yang ada kala itu. Itu berarti saya mesti membuat perubahan-perubahan.

Supaya saya tidak tanpa dasar, maka saya minta sahabat saya almarhum Pater Dr. Tom Jacobs SJ menjadi teolognya. Dengan demikian, setiap perubahan yang saya buat dapat dipertanggungjawabkan secara teologis.
Ini supaya tidak lepas dari pastoral Gereja Keuskupan. Setiap pekan, saya melaporkan segala kegiatan pastoral saya kepada pihak Keuskupan Agung Semarang.

Paroki itu bukan tempat, tapi Umat Beriman
Apa yang pernah saya lakukan?
Saya mengubah istilah paroki menjadi Gereja. Sebab kala itu, paroki dipahami secara sempit, bahkan salah.
Paroki adalah tempat.
Yang benar, paroki adalah jemaat, umat, bukan tempat. Ini memberi keleluasaan karya pastoral saya berdasarkan umat yang datang ke Gereja di paroki saya. Bukan berdasarkan tempat, teritori paroki.
Siapa pun mereka, meskipun di dan dari luar teritorial Gereja saja, jika perlu pelayanan di Gereja di paroki saya, maka wajib juga saya layani.

Saya merumuskan visi dan misi Gereja di paroki. Adanya visi dan misi Gereja. Seluruh umat menjadi tahu ke mana arah langkahnya bersama.
Saya membuat penelitian umat yang ikut Ekaristi Mingguan. Setiap minggu satu pertanyaan. Penelitian yang super valid, sebab datanya meliputi ribuan responden.
Dari data tersebut saya merancang dan melakukan reksa pastoral saya.

Saya sendiri mengubah mindset saya. Dari mindset seorang hard worker menjadi smart manager.
Saya menghayati diri sebagai seseorang yang mesti me-manage kekuatan dan kelemahan umat, berdasarkan situasi dan kondisi saat itu.
Bukan karena mampu, tetapi justru karena saya tidak mampu, maka saya mengajak, melibatkan banyak umat yang punya kemampuan untuk membangun jemaat, segenap anggoa Umat Beriman.
Salah satu  hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% umat orang muda, maka prioritas pastoral saya orang muda.

Memberdayakan kaum muda
Saya hanya fokus pada memberdayakan orang muda. Orang muda saya percayai untuk menjadi Dewan Paroki. Syarat menjadi anggota Dewan Paroki saya “turunkan”.
Ini agar orang muda dapat masuk. Dan benar, ketika dewannya orang-orang muda, mereka sungguh menjadi motor penggerak tata kehidupan umat.
Secara fisik, saya mengubah gedung gereja menjadi sangat terbuka. Umat yang duduk di dalam bangunan gedung menyatu dengan yang duduk di luar bangunan gedung.
Tembok dan jendela yang membatasi saya bongkar dan diganti dengan pintu lipat.

Saya buka kesempatan umat. Saya undang mereka untuk membuat komunitas berdasarkan bakat, minat, atau kategori apa pun. Dengan demikian setiap umat punya tempat,wadah.
Lewat komunitas ini, ada jauh lebih banyak umat yang punya kesempatan untuk terlibat berkegiatan di Gereja sesuai dengan pilihannya masing-masing. Maka, lahirlah banyak komunitas umat yang siap bergerak dan menggerakkan Gereja sesuai visi dan misinya.
Masih tetap ada komunitas tradisional-konvensional: komunitas lingkungan, komunitas Prodiakon, misdinar, lektor, PIA, koor dll,

Ilustrasi: Siapkan Diri Menjadi Utusan Tuhan, OMK Paroki Pahauman Adakan Ekaristi Kaum Muda. (Pricilia Grasela)
Kecuali itu, untuk memberdayakan dan mempercayai orang muda masih ada lebih dari 70 komunitas umat yang hidup dan aktif di Gereja di level paroki kala itu.
Sebut saja misalnya, komunitas-komunitas: tablo, orkes, tari, TV monitor, EKM, penulis skripsi, organis, renovasi, kopi pagi, Tabungan Cintakasih, dlsb.
Untuk merespon semangat mereka, saya juga tidak segan keluar uang untuk: beli piano baru, untuk beli kamera, mixer, dlsb.
Sumber dana untuk komunitas ini didapat dari jaga parkir. Uang jaga parkir jadi haknya komunitas yang jaga, untuk kegiatan mereka. Seingatku juga sebagian uang jaga teks panduan ekaristi.

Sound System Itu Penting Juga
Demi efektifitas komunikasi lisan antara pastor dan umat, saya putuskan harus ganti sound system Gereja.
Sound system adalah kunci. Sebab dengan sound system yang bagus, menjangkau seluruh umat dengan jelas dan nyaman: kotbah, pengajaran, arahan pastoral sampai ke umat juga jelas.
Sebaliknya, kalau sound system tidak jelas, maka umat cenderung omong sendiri.
Semua komunikasi lisan sudah saya dasari dengan komunikasi tulis. Segala sesuatu yang perlu untuk kehidupan saya tulis dalam teks panduan ekaristi. Maka saya ubah buku panduan ekaristi mingguan. Dari format buku skrip menjadi format buku saku.
Bisa masuk saku atau masuk Madah Bakti. Di dalamnya saya isi dengan arahan dan laporan pastoral serta tanya jawab pernikahan.
Yang terakhir ini laris bukan main. Jika ada lagu baru, lagu juga saya muat di buku panduan ekaristi itu.
Bila saya merencanakan suatu kegiatan, saya sampaikan ke umat: idenya, rencananya, dan RAB-nya. Sesudahnya, saya laporkan ke umat. Misalnya, sunatan masal, pernikahan eklesial, operet Natal.
Yang terjadi, dana dari umat justru datang melimpah. Mungkin karena umat tahu persis penggunaan uangnya, sehingga tanpa ragu membantu.
Pastor-pastor paroki lain sampai mengira, karena Gereja di paroki saya utu kaya, maka saya bisa mengadakan banyak kegiatan umat.
Yang benar adalah karena kegiatan itu datang dari umat untuk umat. Maka, umat pun jadi rela memberi dananya.

Banyak kegiatan yang saya ciptakan dan rancang untuk melibatkan dan menggerakkan orang muda. Misalnya Panitia Paskah orang muda, tablo, operet, tarian dalam perayaan Paska, orkes dalam Perayaan Ekaristi, pengarang lagu, pembawa salib di Jumat Agung orang muda.
Setiap pembawa salib mengenakan celana jin, kaos oblong warna putih.
Hasilnya antara lain –sekedar contoh saja—lalu banyak orang muda dengan senang hati mau datang ke Gereja di paroki saya. Ya untuk aktif, untuk cari pacar dan bahkan jodoh, untuk cari dana.

Banyak pula lagu-lagu yang tercipta oleh orang muda di Gereja level paroki. Dan mereka umumnya bukan ahli musik, melainkan mereka bisa main organ atau piano atau alat musik lain dan ingin bisa aktif di Gereja level paroki.
Dan dari sinilah, benih-benih kebaikan itu lalu bisa bersemi.
Seiring berjalannya waktu, kini ada banyak imam dan awam Katolik yang berani dan mau membuat lagu rohani.

Waktu kami dulu baru memulainya, banyak orang bereaksi “keras” dan menanggapinya dengan sinis.
Syukurlah, kini zamannya sudah berbeda.

Mensyukuri perubahan
Begitulah ada banyak yang beda. Kalau tidak boleh dibilang berubah, di Gereja lelvel paroki saya kala itu berhasil diretas apa itu perubahan.
Lalu, apakah perubahan itu bisa diterima?
Menurut teori, setiap perubahan akan diterima oleh 30%, ditolak 30% dan yang 60% ngambang. Ingin melihat situasi terlebih dahulu
Walau umat banyak yang senang, ada juga banyak yang menolak. Tetapi penolakan terbesar justru datang dari pastor paroki lain.

Disidang oleh kerumunan pastor
Begitu besarnya, sampai pernah saya “disidang“ di hadapan para pastor disebuah pertemuan para pastor tingkat keuskupan. Saya diminta pertanggungjawaban atas apa yang telah saya lakukan.
Dalam sidang itu yang diminta menjadi hakimnya adalah Mgr. Kartasiswoyo Pr, ahli Hukum Gereja kala itu.Puji Tuhan dan saya lega luar biasa. Karena almarhum Mgr Kart ternyata malah membenarkan yang saya lakukan.
Bahkan Mgr. Karta ini justru menganjurkan setiap pastor paroki mestinya melakukan seperti yang saya lakukan.Dengan begitu, saya telah mematahkan mitos bahwa karya untuk orang muda itu sulit.
Yang nyata bisa terjadi beneran adalah seperti pengalaman penulis di Yogya. Orang-orang muda itu hanya perlu dipercaya, bisa dilibatkan, lalu daya kreatif mereka akan mengalir sendiri, membasahi bumi dan hati ini dengan cinta dan keasliannya.
Semarang, 21 Juli 2020

Source : https://www.sesawi.net/iman-katolik-paroki-bukan-tempat-tapi-kumpulan-umat-beriman-omk-jadi-anggota-dewan-paroki/

Monday, July 13, 2020

NASEHAT UNTUK ORANG KATOLIK SEBELUM NONTON YOUTUBE ...



NASEHAT UNTUK ORANG  KATOLIK SEBELUM NONTON YOUTUBE ... Rm. Aba MSC
[https://gerejark.blogspot.com/2020/07/nasehat-untuk-orang-katolik-sebelum.html]

Monday, May 11, 2020

KETAHANAN PANGAN UMAT KATOLIK LING ST.FRANSISKUS X.GEREJA ST.ODILA CITRA RAYA HADAPI DAMPAK CORONA


Video  berikut ini  tentang usaha Ketahanan pangan umat lingkungan St. Fransiskus Xaverius Paroki Citra Raya Gereja Katolik Santa Odilia  menghadapi dampak Wabah Virus Corona

Sebagian besar umat Katolik lingkungan St. Fransiskus Xaverius bekerja sebagai pekerja pabrik dan pekerja harian bangunan sehingga banyak yang di PHK atau dirumahkan.

Untuk menyambung  hidup dan sekolah anak-anak, mereka membentuk 3 kelompok kebun cepat panen. Kebun itu terdiri-dari   Singkong, Pisang, Ubi, dan sayur-sayuran.

Sungguh mengharukan bahwa mereka berusaha bertahan hidup dan sekaligus masih bisa berbagi dengan masyarakat lainnya.
 
Mereka mengatakan bahwa  bertahan Hidup dan tetap berbagi adalah kehormatan dan kemuliaan. Sebagaimana dikatakan oleh Letjen Doni Monardo (Ketua Gugus Satgas Penanganan Covid 19j.

Kita akan tersentuh melihat apa yang dikatakan mereka dalam video ini. Sebagai contoh : Bapak Hilarius Punan, pekerja bangunan harian, mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai universitas.

Sedang dipersiapkan lahan-lahan ketahanan pangan lainnya dalam waktu dekat ini.

Lahan yang dipakai adalah lahan-lahan tidur setelah mendapatkan ijin dari pemiliknya.



https://youtu.be/g-NpCHOfToI

Terimakasih kepada Koramil 14 Panonan atas bantuan dan motivasinya.

Salam Sehat, Salam Tangguh

Romo Felix Supranto, SS.CC/Pastor Kepala Paroki Citra Raya Gereja Katolik St. Odilia, Komsos Gereja Katolik St. Odilia Citra Raya, Media Koramil 14 Panongan

Monday, March 30, 2020

Homili Paus Fransiskus pd saat Adorasi n Berkat Urbi et Orbi tadi malam 27Mar2020.


(Diterjemahkan bebas oleh Tita)

Tadi homili Paus bahas ttg bacaan Injil Markus (Mrk 4: 35-42: Angin ribut /taufan diiredakan) ttg murid2 yang bangunin Yesus ketika badai.

Kurang lebih poin2 penting (dan yg Tita ingat) adalah sbb:
1. "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa   kamu tidak percaya?" Iman kita bukan hilang, tapi "tertidur".. Jadi Yesus bangun utk membangunkan lagi iman kita.

2. Paus bicara ttg kondisi saat ini dan hal2 apa saja yg bikin kita "takut" (atau tepatnya khawatir). Misalnya soal pekerjaan (termasuk keuangan) dan ketakutan krn tdk ada kepastian. Skrg ini kita merasakan ada hal2 yg hilang di hidup kita. Tapi justru di dalam kesendirian (isolasi) ini kita diajak menemukan dan merasakan kembali berkat Allah di hidup kita

3. Paus minta kita utk sabar dan terus berpengharapan baik (pnya patience and hope). Kita dipanggil utk jadi teladan sbg murid2 Kristus, berupa stay positive (dgn berpengharapan baik tadi), pnya solidaritas, kepedulian, brotherhood. Kita peduli dan respect orang2 di sekitar kita. Scr khusus td Paus menyebutkan dokter n paramedis, polisi, dan org2 yg msh bekerja utk masyarakat. Mereka sdh meneladani Yesus sbg "savior/penyelamat" manusia.

4. Tahu bhw Tuhan ada itu tidak sulit, tapi yang sulit adlh berani datang ke Tuhan dan percaya (sepenuhnya) pd Tuhan. Paus minta kita utk berani datang dan "memeluk" salib Yesus, minta pertolongan utk membangunkan lagi iman kita, spy tetap berpengharapan baik dlm menghadapi kondisi ini

5. Bumi saat ini sedang sakit, bkn hanya secara fisik tapi juga dari perilaku manusia, spt sikap egois, tdk peduli, serakah, rasa putus asa, dll. Kita harus membebaskan diri dari ini utk memulihkan kehidupan yg sdg sakit ini.

Saturday, March 21, 2020

Pesan Indah Bapa Paus Fransiskus


PESAN INDAH DARI PAUS FRANSISKUS

Sungai tidak minum air mereka sendiri; Pohon tidak memakan buahnya sendiri;  Matahari tidak bersinar untuk dirinya sendirinya dan bunga tidak menyebarkan keharumannya untuk dirinya sendiri.

Hidup untuk orang lain adalah aturan alam. Kita semua dilahirkan untuk saling membantu. Tidak peduli betapa sulitnya itu.

Hidup itu baik ketika Anda bahagia;  tetapi jauh lebih baik ketika orang lain bahagia karena kamu.

Mari kita semua ingat bahwa setiap perubahan warna daun itu indah dan setiap situasi kehidupan yang berubah bermakna, keduanya membutuhkan penglihatan yang sangat jelas.

Jadi jangan mengomel atau mengeluh, marilah kita mengingat bahwa nyeri adalah tanda bahwa kita hidup, masalah adalah tanda bahwa kita kuat dan doa adalah tanda kita tidak sendirian!! Jika kita dapat mengakui kebenaran ini dan mengkondisikan hati dan pikiran kita, hidup kita akan lebih bermakna, berbeda, dan berharga!!

https://www.instagram.com/p/B9yhpK-AfHQ/?igshid=10ggn3qnapv9v

++++++++

Mohon disebarkan . . . .

PAUS FRANSISKUS MENYERUKAN AGAR BERDOA ROSARIO PADA PESTA ST. YOSEF (KAMIS) TANGGAL 19 MARET PUKUL 9 MALAM UNTUK MELINDUNGI KELUARGA KITA

Setiap keluarga dan komunitas religius, setiap anggota umat beriman, didesak untuk bergabung dalam doa ROSARIO peristiwa Terang.

Pada akhir audiensi umum 18 Maret, Paus mengatakan dia bergabung dengan inisiatif yang dipromosikan oleh para uskup Italia untuk berdoa Rosario pada pukul 9 malam (waktu Italia) pada 19 Maret, hari raya St. Yoseph.

Mungkin, inisiatif gerakan doa ROSARIO ini akan dilakukan di seluruh dunia, dengan masing -masing zona waktu untuk bergabung dan menciptakan rantai doa.

"Setiap keluarga, setiap anggota umat beriman, setiap komunitas religius: Kita semua bersatu secara spiritual besok (Kamis) pukul 9 malam dalam doa Rosario, Peristiwa Terang.

Maria - Bunda Allah, dan Penyembuh Orang Sakit, kepadamu kami mengarahkan Rosario, di bawah tatapan penuh kasih dari St. Yoseph, Pelindung Keluarga Kudus, dan keluarga kami - bawalah kami kepada Wajah Kristus dan Hati-Nya yang bercahaya dan kami mohon khususnya agar ST. YOSEF melindungi keluarga kita, khususnya mereka yang sakit dan mereka yang merawatnya: dokter, perawat, dan sukarelawan, yang mempertaruhkan hidup mereka dalam pelayanan ini.

Dalam kehidupan, dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam suka dan duka, ia selalu mencari dan mencintai Tuhan, membuat dirinya layak menerima pujian yang diberikan Alkitab kepadanya: seorang yang adil dan bijaksana.

Panggillah dia selalu, terutama di masa-masa sulit, dan percayakan hidupmu kepada Santo besar ini.

Setiap orang harus mengingat kebutuhan untuk memaafkan, kebutuhan akan pengampunan, dan kebutuhan akan kesabaran. ini adalah rahasia belas kasihan: dengan mengampuni, orang dimaafkan."

Paus meminta orang-orang Kristiani untuk mempercayakan diri mereka kepada St Joseph, yang hari raya 19 Maret.

Paus juga mengingatkan umat beriman tentang "24 Jam untuk Tuhan," suatu kesempatan yang masing-masing kita pada Masa Prapaskah ini untuk memohon belas kasihan Tuhan. Tahun ini akan berlangsung pada 20-21 Maret. Dia meminta mereka yang tidak dapat bergabung dengan cara biasa, karena karantina, untuk melakukan tradisi ini melalui doa pribadi.

"Saya mendorong umat beriman untuk mendekati, dengan cara yang tulus, kepada belas kasihan Allah, MELALUI PENGAKUAN DOSA, dan untuk berdoa khususnya bagi mereka yang diuji karena pandemi."

_________
Ps: Bila memungkinkan, teruskan untuk mendaraskan ROSARIO setiap hari, demi perlindungan dan keselamatan jiwa raga kita dari malapetaka.

Diterjemahkan oleh S Katholik
https://www.romereports.com/en/2020/03/18/pope-at-general-audience-invites-christians-to-observe-24-hours-for-the-lord/

±±+++++++++

_*"WABAH INI... MENJADI TANTANGAN KEMANUSIAAN DAN IMAN KITA"*_

PESAN DAN DOA *BAPAK USKUP +IGNATIUS KARDINAL SUHARYO* BERKENAAN DENGAN WABAH CORONA

*SILAKAN KLIK DI SINI:*๐Ÿ‘‡
https://youtu.be/JC0C9_0bIrI

_Jangan lupa klik_ *SUBSCRIBE* (GRATIS),  LIKE & COMMENT.

Mohon *SHARE INFO INI* _ke setiap kontak Anda ya. Terimakasih. Tuhan memberkati Anda sekeluarga. Amin_๐Ÿ™

Friday, March 20, 2020

Tokoh Muda NTT Ajak Umat Katolik Mendoakan Uskup Ruteng


Tahbisan Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat berjalan sesuai rencana meski Indonesia tengah diancaman pandemik corona virus disease 19 (covid-19), Kamis, 19/3.

Perayaan iman Katolik yang banyak menuai pro dan kontra karena momen pelaksanaannya yang dianggap tak tepat itu ditanggapi secara teduh oleh Juventus Prima Yoris Kago, tokoh muda NTT.


"Memang dunia sedang dilanda oleh Covid-19. Itu faktanya, tetapi sebagai umat beriman kita jangan sampai sibuk menyalahkan panitia tahbisan, para Uskup dan Kardinal, para imam dan biarawan-biarawati atas peristiwa tahbisan hari ini," ujar Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia periode 2018-2020 itu.


Juventus mengajak segenap umat Katolik Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur, untuk mendoakan Uskup Ruteng yang baru ditahbiskan itu.

"Mari, sembari kita mewaspadai Covid-19, kita tetap mendoakan bapa Uskup Hormat agar dalam tugas pelayanan dan keimamatannya beliau diberi kebijaksanaan dan kekuatan oleh Roh Kudus untuk menggembalakan umat Allah di Keuskupan Ruteng," imbuh pria asal Maumere, Flores.

Ia juga mengapresiasi kehadiran Ignatius Kardinal Suharyo sebagai selebran utama misa tahbisan itu yang banyak dikecam oleh beberapa media daring dan netizen.

"Saya secara pribadi mengapresiasi sikap berani Romo Kardinal untuk hadir menahbiskan Mgr. Hormat. Ini bentuk tanggung jawab beliau sebagai gembala yang patut diapresiasi. Saya kira tidak fair juga kalo beliau dihujat di media hanya karena memilih untuk hadir di sana tanpa melihat sisi yang lainnya," ujar dia.

Sebelumnya sempat beredar kabar pembatalan misa pentahbisan Uskup Ruteng yang sudah dipersiapkan selama berbulan-bulan oleh panitia menyusul surat permohonan pembatalan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo.

Pihak pemerintah provinsi NTT, melalui Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu menjelaskan alasan kegiatan tersebut tetap dijalankan.

"Acara ini sudah dipersiapkan sejak lama, dan untuk mengumpulkan para uskup ini agak sulit. Surat permintaan pembatalan mendadak," kata Jelamu

Marius menambahkan bahwa panitia juga telah membatasi jumlah umat yang hadir dalam misa tersebut dan melaksanakan prosedur pencegahan Covid-19.

"Semula 7.000 namun dibatasi menjadi 1.000an," ungkap Jelamu.

Misa pentahbisan Uskup Siprianus Hormat dipimpin oleh Uskup Agung Jakarta yang juga Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Ignatius Kardinal Suharyo.

Misa pentahbisan yang digelar di Gereja Katedral Maria Asumpta Ruteng itu dihadiri oleh ribuan umat Katolik, para imam, biarawan-biarawati.(*)


Source:  https://kupang.tribunnews.com/2020/03/20/tokoh-muda-ntt-ajak-umat-katolik-mendoakan-uskup-ruteng.

Editor: Rosalina Woso

---------------------------------------


Berita Terkait 




Umat Islam Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur memberikan dukungan bagi penahbisan Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat yang ditahbiskan di Gereja Katedral Ruteng, Kamis (19/3/2020).

"Umat Islam di Kabupaten Manggarai yang diwakilkan oleh Madrasah Aliyah Negeri 3 Ruteng berpartisipasi dalam penahbisan Yang Mulia Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat yang dilaksanakan di Gereja Katedral Ruteng, Kamis.

Madrasah Aliyah Negeri 3 sederajat dengan Sekolah Menengah Atas bersama remaja Masjid di Kota Ruteng berpartisipasi dalam penahbisan dengan ikut menjaga keamanan di sekitar Gereja Katedral Ruteng," kata Guru Madrasah Aliyah Negeri II Kabupaten Manggarai, Zulfikar, di halaman Gereja Katedral Ruteng, Kamis (19/3/2020).

Zulfikar menuturkan, partisipasi yang diikuti saat ini untuk membangun kerukunan dan toleransi antar-umat beragama di Kabupaten Manggarai.

 "Kami berharap dengan penahbisan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, umat beragama di Kabupaten Manggarai terus membina kerukuan dan toleransi di waktu yang akan datang," ujar dia.

Zulfikar berharap, umat beragama di Kabupaten Manggarai terus membangun kerukunan, toleransi antar sesama umat dalam bingkai kebhinnekaan. "Hari ini kami ikut menjaga keamanan serta membawa tarian nusantara dan kasidah kerukunan," ujar dia.
Sementara, terkait penyebaran virus corona, Zulfikar menuturkan semua harus waspada dan berhati-hati agar tidak sampai terjangkit.

 "Kita terus waspada dengan aturan-aturan yang diimbaukan agar terhindar dari virus corona," ujar. Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengungkapkan, kurang lebih 1.500 umat Katolik yang hadir dalam misa penahbisan Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat di Gereja Katedral Ruteng.

"Perayaan berjalan dengan aman dan lancar. Setiap umat dicek dengan alat thermogun dan antiseptik di pintu masuk Gereja Katedral Ruteng. Sebanyak 32 uskup dari seluruh Indonesia hadir dalam upacara penahbisan tersebut.

Selain itu, ratusan imam dan suster juga hadir dalam misa penahbisan tersebut," ujar dia.


Source : https://regional.kompas.com/read/2020/03/19/14342251/umat-islam-manggarai-memberikan-dukungan-penahbisan-uskup-ruteng.
Penulis : Kontributor Manggarai, Markus Makur

Editor : Robertus Belarminus

Thursday, January 16, 2020

Menggugat Islam Yes Kafir No


Ketika tepuk atau yel-yel "Anak Sholeh" diedit sedemikian rupa, jadilah polemik di tengah masyarakat. Netizen ramai: setuju dan tidak setuju. Adalah Vinanda Febriani, seorang mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang ikut menyuarakan kegelisahannya.

Video Dokumenter "Oase di Panasnya Kota Semarang"


[https://gerejark.blogspot.com/2020/01/menggugat-islam-yes-kafir-no.html]



Tuesday, December 31, 2019

Teladan Toleransi Pimpinan Daerah Kab Tangerang & Kecamatan Panongan



Teladan Toleransi Pimpinan Daerah Kab Tangerang & Kecamatan Panongan Dalam Perayaan Malam Natal di Gereja Santa Odilia Citra Raya 24 Desember 2019.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar; Kapolresta Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi; Kasdim Mayor Arh Wayan Kariana;  Wakapolresta Tangerang, AKBP Dedi Tambrani;  Bapak Rudi Lesmana, Camat Panongan; Danramil  14 Panongan, Kapten Inf Budi Nuryanto; Kapolsek Panongan, AKP Nana Supriatna; Ketua Ansor Kabupaten Tangerang, Haji Kodir Muhidin, hadir untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat Katolik Santa Odilia Citra Raya dan mewujudkan kehadiran negara dalam perayaan iman warganya. Haji Badri Hasun, Kepala Kemenag, pada Minggu Natal untuk mengucapkan Selamat Natal kepada para romo Gereja Katolik St. Odilia Citra Raya Tangerang.

Sebagai penutup 6500 umat Katolik menyanyikan Happy Birthday untuk Kasdim 0510 Tigaraksa, Mayor Arh Wayan Kariana yang ke - 54.


Salam Kebajikan

Report by: Romo Felix Supranto, SS.CC/Media Polsek Panongan, Koramil 14 Panongan, dan Kecamatan Panongan

Sunday, May 5, 2019

Survei ini dilaksanakan oleh Tim Litbang PusPas KAJ dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Tema Pastoral KAJ 2019 sepanjang bulan Desember 2018 - April 2019

Ytks Bpk/Ibu para Pelayan Tuhan .....mohon berkenan berpartisipasi dalam pengisian Angket terlampir
demi kemajuan Dan Pengembangan Gereja Katolik serta mohon menshare di WAG komunitas Barnabas.
Terimakasih๐Ÿ™

Survei Tahun Berhikmat

Survei ini dilaksanakan oleh Tim Litbang PusPas KAJ
dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Tema Pastoral KAJ 2019 sepanjang bulan Desember 2018 - April 2019.

Oleh karena itu, kami dari LITBANG PUSAT PASTORAL KAJ memohon kesediaan waktu Anda sekitar 3 menit untuk mengisi survei singkat ini.
responden : umat berusia 12+

Terima kasih atas kesediaan Anda menjadi responden survei ini.

Jika ada hal yang perlu Anda konfirmasikan, silakan hubungi Seksi Litbang Paroki Anda masing-masing.

Survei ini khusus bagi Anda, umat KAJ. Jika Anda bukan dari yang disebutkan di atas, mohon mengabaikan survei ini.
SURVEY INI AKAN DITUTUP TANGGAL 18 MEI 2019

bit.ly/evaluasitahunberhikmat



Tuesday, December 17, 2013

Merry Christmas and Happy New Year












Friday, July 5, 2013

"Griya Samadi" Romo Utomo Ditentang Ormas Islam

Salah satu bangunan mirip candi di pintu belakang kediaman Romo Utomo yang tidak boleh dilanjutkan

KLATEN - Griya Samadi milik Romo Utomo yang berada di Desa Rejoso, Jogonalan Klaten keberadaannya dipersoalkan gara-gara mengurus IMB di KPT Klaten. Rumah milik Romo Utomo ini sudah puluhan tahun dipakai untuk berbagai kegiatan, berdiri cukup lama di atas lahan 3800 m" di tengah kampung desa Rejoso, Jogonalan.

Rumah dengan halaman luas dan bangunan samping yang terdiri beberapa kamar dan di belakang berdiri Joglo yang sering dipakai kegiatan sosial, seminar, ngudaroso dan banyak kegiatan lainnya yang tidak pernah mengkotak-kotakan keyakinan ataupun agama. Kini tempat itu nampak agak disibukkan dan terlihat aparat keamanan dari TNI dan Kepolisian berjaga-jaga, meski santai namun suasananya berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

Pembangunan di samping Joglo dan bangunan semacam candi di pintu belakang dihentikan sementara, para pekerja pun dialihkan untuk membangun jalan di sebelah rumah dan tanggul lapangan yang terletak tepat di belakang kediaman Romo Utomo.

Menelusuri jejak hidup Romo Utomo, membawa semangat tersendiri bagi hidup, semakin mencintai Tuhan, sesama, dan alam semesta; semakin menjadi Indonesia sejati, dan semakin menjadi Jawa sejati. Figur penggerak SPTN-HPS (serikat Paguyuban Petani dan Nelayan ' Hari Pangan Sedunia) yang berdiri di tahun 1980-an dan merupakan pegiat organik.
 

Seperti layaknya rumah di perkampungan saat mendirikan jarang yang mencari IMB, termasuk di kala itu rumah Romo Utomo pun juga belum memiliki IMB, dalam rangka ulang tahun emas (50th) pelayanan menjadi romo, pendiri STPN-HPS ini berniat menyelenggarakan ulang tahun di kampung kelahiran. Berbenah rumah menjadi hal yang lumrah di saat akan menyambut tamu-tamu termasuk membangun beberapa kamar tidur untuk tamu-tamu dari jauh yang akan menginap.

Maka Romo memberitahukan ke warga masyarakat sekitar yang selama ini sudah cukup dekat dengannya untuk mengurus IMB atas rumah kediaman tersebut. Oleh Romo Utomo rumah ini diberi nama 'Griya Samadi', jelas salah satu  pengurus rumah ini.

Namun dalam perjalanan untuk mendapatkan IMB, ada yang menghembuskan isu bahwa rumah tersebut akan dipakai untuk tempat ibadah/gereja, hal inilah yang akhirnya memantik beberapa Ormas Islam (FPI, FKAM, MMI, JAT). Saat audiensi dengan pemkab pun sudah dijelaskan bahwa IMB ini adalah untuk rumah kediaman dan dijadikan sebagai tempat berbagai pelatihan, seminar, dll. Tapi ormas-ormas tersebut tetap bersikeras menolak keberadaan tempat tersebut dan berencana merobohkannya.


Penanggungjawab pembangunan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa baru saja Fauzan (25/06)  yang mewakili keempat ormas tersebut menanyakan pembangunan tambahan kamar di samping Joglo dan kami tegaskan bahwa ini bukan untuk gereja, tetapi Griya Samadi oleh KPT Pemkab Klaten kini menjadi persoalan. Keberadaan bangunan sudah lama dan selama ini tidak pernah terjadi masalah, Romo sangat dekat dengan warga, dan warga pun melihat berbagai bantuan yang diberikan Romo ke warga pun tidak pernah membeda-bedakan imbuhnya.

Beberapa warga yang ditemui menyatakan bahwa mereka tidak masalah atas pembangunan kediaman Romo Utomo, dan tidak benar apa yang diberitakan salah satu media beberapa waktu yang lalu.

Thursday, June 13, 2013

Umat Pentakosta di Asia Meningkat, Gereja Katolik Harus Turun Gunung

Pentacostalisme berkembang secara global (Foto: Godswill Ministries)

Umat Kristen Pentakosta atau Karismatik bertumbuh pesat di Asia, terutama di kalangan kaum migran perkotaan dan kelompok minoritas etnis, demikian analisis yang baru-baru ini disajikan di Roma. Beberapa analis telah menyimpulkan bahwa pertumbuhan yang cepat ini bisa mendorong Gereja Katolik untuk mengubah kulturnya, yang selama ini  ditandai dengan klerikalisme berlebihan dan pemerintahan �dari atas ke bawah� (top-down).

Pastor John Mansford Prior SVD, seorang misionaris untuk Indonesia sejak tahun 1973, membahas pertumbuhan Pentakostalisme di Asia selama konferensi pada awal bulan ini  tentang �Gerakan Agama Baru� yang diselenggarakan oleh Konferensi Waligereja Jerman.

Gerakan Pentakosta dimulai pada awal abad ke-20, yang muncul dari dorongan untuk pengalaman pribadi akan Tuhan dan pembaharuan spiritual melalui baptisan Roh Kudus. Ini memberikan penekanan utama pada �karunia� Roh, termasuk berbicara dalam bahasa roh, penyembuhan ajaib dan bernubuat.

Sementara istilah Pantekosta biasanya digunakan untuk merujuk pada gerakan-gerakan baru dan Gereja-gereja independen yang bermunculan dari gerakan itu, istilah karismatik umumnya digunakan untuk kelompok yang membawa spiritualitas Pantekosta dalam Gereja-gereja tradisional.

Dalam Gereja Katolik ada kelompok-kelompok seperti Pembaharuan Karismatik Katolik atau El Shaddai, yang memiliki 2 juta anggota terdaftar dan sekitar 7 juta pendukung di Filipina.

�Pentakostalisme telah mengakar di kalangan minoritas-minoritas etnis Asia dan kelas-kelas sosial yang kurang memiliki kekuatan secara politis atau pun ideologis,� tulis Pastor Prior dalam sebuah laporan yang dipresentasikan dalam konferensi itu.

Dalam sebuah wawancara dengan ucanews.com, Pastor Prior memperingatkan bahwa dalam menanggapi pertumbuhan �gerakan baru� ini di Asia, Gereja Katolik harus mengubah mentalitas dan kulturnya, atau risiko kehilangan umatnya dari benua itu.

Di Asia, Pentakostalisme adalah fenomena perkotaan: �Orang-orang yang kehilangan identitias desa dan budaya mereka,� yang �merasa tidak aman di kota sebagai migran,� lalu bergabung dengan komunitas Karismatik dan Pentakosta baru karena di sana mereka menemukan �hubungan yang hangat� dan �memiliki tempat� sementara �paroki-paroki Katolik di kota-kota memiliki umat yang banyak, tak dikenal, sangat ritualistik,� kata Pastor Prior.

Karena lebih dari 50 persen orang Asia kini tinggal di kota-kota, fenomena ini terus berkembang. Faktanya, menurut Pastor Prior, sudah 40 persen dari orang-orang Kristen Asia menyebut diri mereka sebagai Karismatik atau Pentakosta.

Hal ini juga kuat di kalangan etnis minoritas, termasuk Tionghoa di Indonesia. �Pentakostalisme mengangkat martabat dan identitas kelompok etnis minoritas dan memberikan kenyamanan, komunitas yang akrab dan saling membantu di antara para migran perkotaan yang belum mapan� yang �agaknya � kurang mendapat perhatian dari agama atau Gereja mereka sebelumnya,� tulis Pastor Prior dalam laporannya.

Tidak seperti di Amerika Latin, dan pengecualian Korea Selatan, dan  Cina (meskipun data yang dapat dipercaya sulit didapat), kelompok-kelompok Pentakosta di Asia tidak secara eksplisit menekankan �injil kemakmuran� yang menempatkan hubungan langsung antara iman dan keberhasilan ekonomi.

Tapi, Pastor Prior mencatat bahwa ketika orang-orang bergabung dengan kelompok-kelompok ini, mereka menjadi tenang, tidak mabuk-mabukan, tidak berjudi, bahkan laki-laki menjadi lebih setia kepada istri-istri mereka, karena itu mereka menjalani kehidupan hemat dan secara otomatis mereka maju dalam skala sosial.�

Sementara di Amerika Latin pertumbuhan Pentakostalisme telah bersamaan dengan eksodus besar-besaran dari Gereja Katolik, misalnya, populasi umat Katolik di Brasil turun dari 90 persen pada  tahun 1970 menjadi hanya 65 persen tahun 2010. Di di Asia �tidak banyak umat Katolik meninggalkan Gereja karena Gereja telah terbuka untuk menerima kelompok-kelompok tersebut,� kata Pastor Prior.

Bahkan, kebijakan resmi dari Federasi Konferensi Waligereja Asia dan konferensi-konferensi waligereja di seluruh benua Asia telah berdampak �sangat positif.� Namun, dalam beberapa kasus telah terjadi �ketegangan� dengan mayoritas masyarakat, baik itu Muslim, Hindu atau Buddha, karena kadang-kadang penginjilan yang agresif menjadi kendala gerakan baru itu.

Hal ini pada gilirannya dapat berdampak pada orang Kristen karena seringkali umat non-Kristen �tidak membedakan antara kelompok-kelompok evangelis dan Gereja-gereja utama.�

Namun, Pastor Prior memperingatkan bahwa untuk memasuki energi spiritual baru yang terungkap dalam pertumbuhan kelompok Pantekosta itu, Gereja masih �terlalu mono-kultural, terlalu klerikal, terlalu top down.�

Di Korea, misalnya, umat Katolik hanya 10 persen dari populasi, sementara Gereja-gereja Protestan, yang sebagian besar telah �berjiwa Pentakosta,� kini jumlahnya menjadi 25 persen dari populasi dan terus bertumbuh. Di Korea, �gerakan karismatik tidak terlalu kuat dalam Gereja Katolik karena Gereja Korea adalah sebuah Gereja yang sangat klerikal.�

Bagi misionaris SVD itu, klerikalisme �tidak bisa bekerja di dunia modern, dunia maya, dunia yang serba terbuka. Hal ini tidak berguna.�

Di sisi lain, hanya menyambut gerakan baru dalam Gereja tidak cukup.

Sebuah kajian Konferensi Waligereja Jerman �yang dipresentasikan dalam  konferensi di Roma itu menunjukkan bahwa �meskipun gerakan Karismatik sangat besar di Filipina dan melibatkan semua kelas sosial, kelas-kelas itu dipisahkan sesuai dengan gerekan yang berbeda. Setiap gerakan memperhatikan kelompok-kelompok tertentu, sehingga sebenarnya mereka tidak saling kontak.�

Pastor Prior mencatat: �Menurut survei, banyak umat Katolik akhirnya bergabung dengan Gereja-gereja Pentakosta karena mereka memiliki hubungan pribadi dengan Kristus, yang tidak mereka dapatkan dalam paroki-paroki yang penuh dengan ritual. Itu adalah tragis.�

Sebagian ini terjadi karena jumlah pastor yang ditahbiskan Gereja tidak  memadai.

Ini mungkin menjadi sebuah pertanyaan � antara lain � soal tuntutan selibat. Namun, perubahan yang terjadi dalam kekristienan di Asia membutuhkan tindakan. Jika tidak, kata Pastor Prior, �Saya pikir kita akan menyaksikan semakin lebih banyak orang meninggalkan [Gereja Katolik] untuk menemukan kontak spiritual mereka dengan Kristus dalam komunitas lebih kecil, lebih hangat seperti Gereja-gereja Pentakosta.�

Friday, May 24, 2013

Dipo : Franz Magnis Matanya Dangkal dan Memprovokasi

"Jadi, kata-kata Pak Magniz itu, maaf ya, dia matanya dangkal dan cenderung memprovokasi," kata Dipo di kantor Kepresidenan, kepada wartawan di Jakarta.

Dipo Alam

SEKRETARIS Negara Dipo Alam mengomentari protes yang disampaikan Franz Magnis atas penghargaan World Statesman Award yang bakal diterima SBY dari Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Dipo Alam tidak setuju Presiden SBY dianggap tidak pernah membela minoritas.


"Saya tidak setuju kalau Franz Magnis bilang presiden tidak pernah ucapkan sepatah katapun tentang membela minoritas. Saya punya buktinya, baik di sidang kabinet, maupun hasil sidang kabinet, pidatonya ada. Jadi tidak mungkin kalau dibilang presiden tidak beri perhatian terhadap minoritas," kata Dipo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/5/2013).


"Jadi, kata-kata Pak Magniz itu, maaf ya, dia matanya dangkal dan cenderung memprovokasi," kata Dipo di kantor Kepresidenan, kepada wartawan di Jakarta.  "Melihat Indonesia seolah-olah yang hanya ada di TV dengan adanya konflik-konflik begitu."


Menurut Dipo penghargaan yang akan diberikan AFC bukan diminta pihak pemerintah Indonesia maupun SBY.


"Itu kan bukan kita yang minta. Yang jelas selama ini Presiden tidak pernah minta. Kita tidak ada minta-minta supaya ada penghargaan itu. Itu kan recogniztion mereka," ujar Dipo.


Namun, Dipo menyatakan adalah hak Frans Magnis menuliskan protesnya. Begitu pun dengan pemberi penghargaan adalah hak mereka untuk memberikan kepada siapa.


Lebih lanjut Dipo meminta agar Frans Magnis tidak membawa-bawa masalah Ahmadiyah, Syiah dan gereja Yasmin dan sebagainya dibawa-bawa untuk mewakili 250 juta penduduk negeri ini. Pun demikian, jangan hanya melihat yang ada di televisi, misalnya tindakan bakar-bakaran. Meskipun hal itu tidak dipungkiri terjadi.


"Kita negara besar dan times to times. Jadi kata-kata pak Magniz itu maaf kata ya, dia matanya dangkal, melihat Indonesia seolah-olah yang hanya ada di TV, dengan adanya konflik-konflik begitu," ujarnya.


Lebih jauh Dipo menjelaskan, masalah mayoritas dan minoritas janganlah diperdebatkan. Hal itu juga terjadi di belahan bumi lain, selain Indonesia.


"Timur di barat, semua itu ada. Di beberapa negara juga begitu. Yang penting adalah ketika presiden mengajak para gubernur dan bupati, mustinya mereka yang paling tahu, mustinya bisa mencegah, bukan kita melempar tanggung jawab,"katanya.


"Tapi sekali lagi saya enggak setuju lah itu Magniz, seolah-olah dia yang mewakili, jadi harus izin dia dulu," tambahnya.


Profesor bidang filsafat, Frans Magnis Suseno, menganggap sudah menjadi kewajiban bagi Dipo Alam selaku sekretaris kabinet untuk membela Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Adalah hak Pak Dipo Alam untuk memberikan pendapat, apalagi beliau wajib membela presiden," kata Frans kepada wartawan Kamis, 23 Mei 2013.

 

Franz Magnis Suseno memprotes penghargaan SBY

Frans Magnis melalui surat keberatannya memprotes :

Pemberian penghargaan dari lembaga yang berasal dari New York, Amerika Serikat, itu dengan dua pertimbangan.


Pertama, menurut Franz Magnis, SBY selama 8,5 tahun kepemimpinannya tidak pernah menyatakan kepada rakyat Indonesia untuk menghormati minoritas.


Kedua, SBY tidak pernah melindungi kelompok yang menjadi korban kekerasan seperti dalam kasus Ahmadiyah dan Syiah yang dicap sesat oleh kelompok aliran keras.


Menurut Frans Magnis, yang terpenting bagi Indonesia adalah mengakui terhadap identitas dan keutuhan kelompok minoritas. BIla penghargaan tetap diberikan kepada SBY, Franz Magnis menganggap hal tersebut mendiskreditkan klaim lembaga ACF yang menyebut diri, organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antarkepercayaan
 

 

Sumber : http://politik.pelitaonline.com/news/2013/05/23/dipo-franz-magnis-matanya-dangkal-dan-memprovokasi#.UZ6w2mdoHIU

Thursday, May 23, 2013

Surat Protes Romo Franz Magnis Suseno SJ untuk ACF

Franz Magnis-Suseno, SJ

Pada akhir Mei 2013 ini, sebuah organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Appeal of Conscience Foundation (ACF), akan memberikan penghargaan negarawan dunia 2013 atau �World Statesman Award� kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Berikut terjemahan bebas surat protes Romo Franz Magnis-Suseno SJ yang ditujukan kepada ACF.
**

Surat Terbuka Romo Franz Magnis Suseno SJ untuk ACF
Tuan-tuan dan Puan-puan dari Banding dari Appeal of Conscience Foundation (ACF),
Saya seorang pastor Katolik dan profesor Filsafat dari Jakarta. Kami di Indonesia mendengar bahwa Anda akan memberikan Penghargaan Negarawan Dunia tahun ini kepada Presiden kami, Susilo Bambang Yudhoyono karena jasanya dalam merawat toleransi beragama.

Rencana itu sangat memalukan, dan mempermalukan Anda sendiri. Itu dapat mendiskreditkan klaim apapun akan Anda buat sebagai sebuah institusi berlandaskan moralitas.

Bagaimana mungkin Anda dapat mengambil keputusan seperti itu tanpa meminta masukan dari kami yang mengalaminya langsung Indonesia? Mudah-mudahan Anda tidak membuat keputusan tersebut sekadar untuk menanggapi desakan dari orang-orang yang dekat dengan Pemerintah kami ataupun rombongan di sekitar Presiden.

Apakah Anda tidak tahu tentang kesulitan umat Kristen untuk berkembang dan mendapatkan izin membuka tempat ibadah, tentang meningkatnya jumlah penutupan paksa terhadap gereja-gereja, tentang banyaknya regulasi yang membuat kaum minoritas lebih sulit beribadah kepada Tuhan, serta intoleransi tumbuh begitu pesat di tingkat akar rumput? Dan secara khusus, apakah Anda tidak pernah mendengar tentang sikap memalukan dan sangat berbahaya dari kelompok agama garis keras terhadap apa yang disebut ajaran sesat, seperti jemaah Ahmadiyah dan warga Syiah? serta pemerintah yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono tidak melakukan apa-apa dan enggan mengatakan sepatah kata pun untuk melindungi mereka? Ratusan orang yang hidup di bawah kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah diusir dari rumah mereka, mereka masih hidup sengsara di tempat-tempat pengungsian seperti gedung olahraga, bahkan sudah ada jemaah Ahmadiyah yang dibunuh dan warga Syiah yang tewas (sehingga muncul pertanyaan apakah Indonesia akan memburuk kondisinya seperti di Pakistan dan Iran [seperti yang dikatakan Presiden GW Bush] di mana setiap bulan ratusan orang Syiah dibunuh dengan dalih agama)?

Tidakkah Anda juga tahu bahwa presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak pertama kali menjabat sampai 8 1/2 tahun kini, di istananya belum pernah satu kali pun ia mengatakan sesuatu kepada rakyat Indonesia, bahwa kaum radikal harus menghormati kaum minoritas?  ia telah mempermalukan diri sendiri dengan menghindari tanggung jawab terhadap meningkatnya kekerasan yang menimpa jemaah Ahmadiyah dan warga Syiah?

Sekali lagi, siapa sih yang Anda mintai informasi sebelum membuat keputusan terkait penghargaan Anda tersebut? Apa yang menjadi motivasi Anda untuk memberikan penghargaan itu kepada Presiden terkait toleransi beragama padahal ia sangat jelas tidak memiliki keberanian sedikitpun untuk menunaikan tanggungjawabnya melindungi kaum minoritas?

Saya harus menambahkan bahwa saya bukan radikal, juga bukan �ekstrimis hak asasi manusia� (jika ada istilah seperti itu). Saya sekadar menunjukkan bahwa begitu banyak kemunafikan. Anda dipermainkan oleh mereka - yang jumlahnya masih sedikit - kaum radikal yang ingin memurnikan Indonesia dari apa saja yang mereka anggap sebagai ajaran sesat dan kafir.

Franz Magnis-Suseno SJ

Penerjemah Bebas: T. Nugroho Angkasa S.Pd


English Version :

Open Letter of Franz Magnis-Suseno to the ACF
Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF),
I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year�s World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.

This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.

How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations that make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono�s presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a �human right extremist� (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those � still few � radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

Franz Magnis-Suseno SJ





Tuesday, April 9, 2013

Mursi: Menyerang Gereja Sama dengan Menyerang Saya

Mohamed Mursi
KAIRO, KOMPAS.com � Presiden Mesir Mohamed Mursi memerintahkan penyelidikan penyerangan Gereja Katedral Koptik yang menewaskan satu orang pada Minggu (7/4/2013).

"Serangan terhadap gereja itu sama dengan menyerang diri saya," kata Mursi dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Mesir, MENA.

Mursi juga memerintahkan penyelidikan menyeluruh terkait bentrokan yang terjadi setelah pemakaman warga Koptik yang tewas dalam bentrok sektarian.

Kantor berita MENA mengabarkan, 17 orang terluka dalam bentrokan setelah upacara pemakaman warga di Katedral Koptik di Kairo. Stasiun televisi pemerintah menayangkan ketika polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Dalam beberapa bulan terakhir, bentrok sektarian kerap terjadi di Mesir. Salah satu yang paling parah terjadi pada Jumat (7/4/2013), yang menewaskan empat warga Kristen Koptik dan satu warga Muslim di kota El Khusus, sebelah utara Kairo, setelah kedua kelompok terlibat baku tembak.

Seorang warga Koptik bersiap melemparkan batu ke arah kerumunan orang dalam bentrokan yang terjadi di dekat Katedral Koptik Santo Markus, Kairo, usai misa pemakaman empat warga Koptik yang tewas dalam bentrok sektarian di negeri itu.
Kerusuhan baru terjadi pada Minggu (7/4/2013), setelah ratusan warga Koptik yang marah, seusai menghadiri misa untuk warga yang meninggal di Katedral Santo Markus, turun ke jalan menyuarakan kemarahan mereka.

Setelah misa yang sangat emosional itu, sejumlah saksi mata mengatakan, para pemuda Koptik mulai melempari polisi dengan batu. Mereka juga merusak enam buah mobil dan membakar dua mobil lainnya. Aksi ini menyulut kemarahan warga Muslim yang kemudian menyerang para pemeluk Koptik.

Konflik antara Muslim dan Kristen terus meningkat sejak ambruknya kekuasaan Hosni Mubarak pada 2011. Pengganti Mubarak, Mohamed Mursi, yang disokong Ikhwanul Muslimin kemudian menjadi pemimpin Mesir.

Berkuasanya Ikhwanul Muslimin di Mesir membuat minoritas Koptik khawatir akan nasib mereka kelak. Namun, Mursi berulang kali berjanji tetap akan melindungi warga Mesir yang berjumlah hampir 9 juta orang itu. 

Wednesday, March 27, 2013

Gereja Katolik Tambora Disegel Massa


Gereja Katolik di Kampung Duri Tambora, Jakarta Barat tiba-tiba disegel oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan dirinya dengan nama Forum Mesjid dan Mushola Duri Selatan.

Pemblokiran dilakukan lantaran massa menganggap kegiatan peribadatan jemaat tersebut telah melanggar ketentuan peraturan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Namun, tak jelas pasal dan peraturan apa yang dianggap melanggar.

Aksi pemblokiran ini adalah aksi lanjutan setelah aksi unjuk rasa tanggal 15 Februari 2013 lalu. Perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan. Berikut tuntutan dari massa pengunjuk rasa yang diterima oleh Romo Widyo :
1. Tidak boleh ada pembangunan
2. Tidak boleh mengajukan perubahan peruntukan.
3. Pemerintah tingkat manapun tidak boleh memberikan izin bila pihak pemohon mengajukan lagi
4. Pemerintah agar memberi pengarahan kepada pemohon untuk jangan pernah lagi mengajukan permohonan

Adanya informasi melalui pesan berantai yang menyatakan "Gereja di Tambora Mau Diserang" oleh kelompok radikal yang menamakan diri Forum Mesjid dan Mushola Duri Selatan ke Gereja Katolik Damai Kristus di Duri Selatan Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto.


Monday, March 25, 2013

Paus Francis Terpilih, Awan Malaikat Muncul di Florida

Awan ini menjadi heboh karena muncul satu jam setelah Vatikan mengumumkan Jorge Mario Bergoglio diangkat menjadi Paus Fransiskus.

TEMPO.CO, Florida - Sebuah awan berwarna jingga muncul di langit Florida Royal Beach, Amerika Serikat, beberapa jam setelah Jorge Mario Bergoglio muncul di muka publik Vatikan. Awan itu menjadi perhatian penduduk Florida karena bentuknya yang tak biasa, mirip dengan melaikat bersayap yang tengah meluncur ke atas langit.

Penampakan awan mirip malaikat itu diabadikan channel berita WPTV yang langsung mengunggahnya ke laman Facebook mereka. Dalam sekejap, berita itu telah menjalar ke pelbagai belahan dunia, seperti virus. (Lihat Foto Awan Berbentuk Malaikat Tampak Setelah Paus Baru Terpilih)

"Banyak orang yang menganggap penampakan itu sebagai wujud syukur atas terpilihnya Bergoglio," tulis Huffington Post, Kamis, 14 Maret 2013.

Sebelumnya juga pernah terjadi pemandangan yang unik, ketika Paus Benediktus XVI memutuskan untuk mundur dari jabatannya, cuaca di Vatikan yang tadinya cerah menjadi mendung dan tiba-tiba petir menyambar kubah St. Peter Basilika. Kini setelah Paus Fransiskus resmi terpilih, terlihat awan berwarna merah muda menyerupai malaikat, tampak di langit Florida, negara bagian yang terletak di sebelah tenggara AS.

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/03/15/117467221/Awan-Malaikat-Wujud-Syukur-Bergoglio-Jadi-Paus

Kejadian sebelumnya, Petir menyambar Vatikan usai Paus Benediktus XVI nyatakan mundur
 

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)