Latest News

Showing posts with label Pantang dan Puasa. Show all posts
Showing posts with label Pantang dan Puasa. Show all posts

Monday, February 22, 2021

Puasa yang Terbaik : Rekomendasi dari Paus Fransiskus

Puasa yang Terbaik : 
Rekomendasi dari Paus Fransiskus
1. Puasa mengeluarkan kata-kata yang menyerang dan ubahlah dengan kata-kata yang manis dan lembut

2. Puasa kecewa/tidak puas, dan penuhilah dirimu dengan rasa syukur.

3. Puasa marah dan penuhi dirimu dengan sikap taat dan sabar.

4. Puasa pesimis. Penuhilah dengan OPTIMIS.

5. Puasa khawatir dan penuhilah dirimu dengan percaya pada Tuhan.

6. Puasa Meratap/Mengeluh dan nikmatilah hal-hal sederhana dalam kehidupan.

7. Puasa setress dan penuhilah dirimu dengan DOA.

8. Puasa dari kesedihan dan kepahitan. Penuhilah hatimu dengan sukacita.

9. Puasa egois, dan gantilah dengan bela rasa pada yang lain.

10. Puasa dari sikap tidak bisa mengampuni dan balas dendam. Gantilah dengan perdamaian dan pengampunan.

11. Puasa bicara banyak, dan peniuhilah dirimu dengna keheningan dan siap sedia mendengarkan orang lain.

Jika kita semua mempraktikkan gaya berpuasa ini, setiap hari kita akan dipenuhi dengan kedamaian, sukacita, dan percaya satu dengan yang lain dan HIDUP.
Tuhan memberkati

SELAMAT MEMASUKI PRA PASKAH

SELAMAT BERPANTANG DAN BERPUASA


Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Wednesday, February 26, 2020

Puasa Yang Terbaik - Rekomendasi Dari Bapa Paus Fransiskus - Vatikan


Pusasa Yang Terbaik - Rekomendasi Dari Bapa Paus Fransiskus - Vatikan

PUASA ULAR ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ dan PUASA ULAT ๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›

Ini ada artikel bagus...           Semoga bisa menginspirasi... 

๐Ÿ› BERPUASALAH SEPERTI ULAT   ๐ŸJANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR

A.๐Ÿ PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
๐ŸTidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. ๐ŸSetelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

A.๐Ÿ PUASA ULAR : 
1. ๐Ÿ WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

2. ๐Ÿ NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ๐ŸULAR. 

3. ๐ŸMAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

4.๐Ÿ CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

 5.๐Ÿ TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

๐Ÿ› B. PUASA ULAT
๐Ÿ›Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. ☘๐ŸŒฑ๐Ÿ›Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama ๐Ÿฆ‹ KUPU-KUPU. 

๐Ÿ› Dari puasanya ulat :
1.๐Ÿ› WAJAH ulat sesudah puasa berubah ๐Ÿฆ‹ INDAH MEMPESONA

2. ๐Ÿ› NAMA ulat  sesudah puasa berubah menjadi ๐Ÿฆ‹ KUPU-KUPU 

3. ๐Ÿ› MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU ๐ŸŒท ๐ŸŒบ๐ŸŒน๐Ÿฆ‹

4. ๐Ÿ› CARA BERGERAK ketika masih jadi ๐Ÿ›ulat menjalar, setelah puasa berubah ๐Ÿฆ‹ TERBANG di awang-awang.

5. ๐Ÿ›๐Ÿฆ‹ TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ๐ŸŒฑ☘๐Ÿ› ulat menjadi perusak alam pemakan daun. ๐Ÿฆ‹Begitu menjadi kupu-kupu   menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA. ๐ŸŒบ๐ŸŒน๐ŸŒท๐Ÿฆ‹

Kesimpulan :
Puasa Seharusnya Mampu Merubahkan Diri Kita Agar Semakin BAIK Dan MAMPU Memberikan  MANFAAT  Bagi Manusia Lainnya.

๐Ÿ›๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰๐Ÿ™Š๐Ÿฆ‹
Tbk-Trihita Karana
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ☕๐Ÿ™‚
=====================================


Anak – Anak Israel membuat Bungkam Dunia Di PBB Terkait Status Jerusalem

Banyak Orang Tidak Mengetahui Sejarah Israel dan Jerusalem Secara Utuh Karena Mereka Tidak Pernah Membaca Firman TUHAN Dalam Alkitab.

Anak – anak Israel merasa terusik dengan adanya reaksi masyarakat dunia yang berlebihan terhadap pidato presiden America Serikat Donald Trump yang menegaskan kembali bahwa Jerusalem merupakan ibu kota abadi Israel. Padahal tanpa adanya pidato Trump itupun, Jerusalem pada dasarnya sudah menjadi ibu kota Israel sejak lebih dari 3.000 tahun silam. 

Tetapi untuk menanggapi reaksi keliru yang di sertai dengan aksi demo bahkan hingga sidang darurat di DK PBB tersebut, 
anak – anak Israel menantang seluruh dunia lewat forum PBB untuk menunjukkan bukti – bukti sebagai argumen masing – masing. Ternyata setelah mendengar tantangan tersebut, semua perwakilan dunia di PBB terdiam dan bungkam seribu bahasa. Sebab mereka tidak mampu menunjukkan bukti 
apa – apa untuk memperkuat dalih penolakan tersebut.

Kemudian dengan segala kerendahan hati, anak – anak Israel tersebut membawa sebuah gulungan kitab ke atas mimbar yang membuat seluruh hadirin terpana. Mereka tidak pernah melihat benda seperti itu sebelumnya yang ternyata adalah gulungan Kitab Para Nabi Israel yang di sebut juga dengan Talmud yang di dalamnya terdapat Kitab Taurat Nabi Musa dan kitab para nabi – nabi Israel lainnya. 
Kitab tersebut sama juga dengan kitab Perjanjian Lama dalam Alkitab. 
Demi menghormati kesucian dan kesakralan kitab tersebut, si anak itu mengajak semua hadirin untuk berdoa terlebih dahulu yang ia pimpin sendiri dalam bahasa Ibrani, yaitu : bahasa asli Alkitab. Setelah mencuci tangan dan membersihkan hati dan pikiran, sang anak tersebut membuka gulungan kitab itu secara perlahan sambil tak henti – henti memuji kebesaran TUHAN.

Lalu ia memperdengarkan dengan amat keras ke semua hadirin, bagaimana kitab suci para nabi menyatakan dengan amat tegas bahwa Jerusalem merupakan milik Israel sejak lebih dari 3.000 tahun silam, jauh sebelum lahirnya agama Hindu, Buddha atau Islam maupun Kong Hu Chu. 

Beginilah bunyi Firman TUHAN dalam kitab suci – NYA :

1). Jerusalem Merupakan Pusat Pemerintahan Israel Di bawah Kepemimpinan Raja Daud

Tertulis dalam kitab, 
1 Raja – raja 2 : 11, bunyinya : “Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.”

2). Pemerintahan Raja Daud atas Israel Di teruskan Oleh Anaknya, yaitu : Salomo, Dan Tetap Berpusat Di Jerusalem.

1 Raja – raja 11 : 42 
berbunyi seperti berikut : “Lamanya Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel ialah empat puluh tahun.”

3). Pemerintahan Raja Daud Dan Salomo, Diteruskan Oleh Cucunya, yaitu : Rehabeam.

1 Raja – raja 14 : 21 berbunyi : “Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, 
dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, 
kota yang di pilih TUHAN dari segala suku Israel untuk membuat nama – NYA tinggal di sana.

Nah, ayat ini menambah deret panjang lamanya pemerintahan Israel yang berpusat atau beribu kota di Jerusalem. 
Di bawah kepemimpinan 
Raja Daud 40 tahun di tambah Salomo 40 tahun di tambah Rehabeam 17 tahun, totalnya sudah ada 97 tahun. 

Apakah berhenti sampai di situ saja? Tentu tidak. 
Masih ada banyak ayat lain yang membuktikan Jerusalem sebagi ibukota abadi Israel sejak dahulu kala, sejak zaman purba kala.

1 Tawarikh 23 : 25 berbunyi : “Sebab Daud telah berkata : ” TUHAN, Allah Israel, telah mengaruniakan keamanan kepada umat – NYA, dan Ia diam di Yerusalem sampai selama – lamanya.”

4). Yerusalem Sebagai Pusat Pangkalan Militer Israel.

1 Tawarikh 28 : 1 berbunyi :
"Daud mengumpulkan di Yerusalem segala pembesar Israel, yakni para kepala suku, para pemimpin rombongan 
orang – orang yang melayani raja, para kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus, serta para kepala harta benda dan ternak kepunyaan raja dan 
anak – anaknya; bersama – sama mereka juga para pegawai istana dan para perwira dan semua pahlawan yang gagah perkasa.”

5).Jerusalem Sebagai Kota Suci Dan Pusat Peribadatan Israel.

2 Tawarikh 5 : 2 berbunyi : 
"Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua – tua Israel dan semua kepala suku, 
para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.”

6.). TUHAN Sendiri Yang Menetapkan Jerusalem Sebagai Pusat Dan Kota Suci Israel

2 Tawarikh 6 : 6 berbunyi : “Tetapi kemudian AKU memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama – KU dan memilih Daud untuk berkuasa atas 
umat – KU Israel.”

7). Jerusalem Sebagai Pusat Penyembahan Israel Sejak Zaman Nenek Moyang Mereka

2 Tawarikh 11 : 16 berbunyi : 
"Dari segenap suku Israel orang datang ke Yerusalem mengikuti orang – orang Lewi itu, yakni orang yang telah membulatkan hatinya untuk mencari TUHAN ALLAH Israel; dan mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, ALLAH nenek moyang mereka.”

Masih sangat banyak ayat – ayat Alkitab lainnya yang menunjukkan bagaimana TUHAN sendiri yang menetapkan Jerusalem sebagai ibukota Israel sekaligus menjadi kota suci. 
Bahkan juga di jelaskan bahwa Jerusalem adalah pusat militer Israel sejak zaman purba kala jauh sebelum manusia di bumi ini mengenal agama – agama seperti yang kita lihat sekarang. 

Setelah mendengar pembacaan semua ayat itu, semua delegasi tiap – tiap negara di PBB saat itu menjadi tertunduk malu dan tidak mampu menyangkalnya. 
Bahkan sebagian utusan yang hadir tampak menangis dengan haru karena menyadari kesalahannya selama ini bertindak keliru terhadap Israel dengan membencinya tanpa mengetahui fakta sejarah tentang hubungannya dengan Jerusalem yang sangat begitu erat sejak sekian lama dan bahkan tercatat dalam kitab suci. 
Kesadaran itu pula yang dengan seketika bisa meredam semua gejolak yang sempat timbul di saat adanya pidato Trump soal Jerusalem. 

Kini seluruh dunia tersadar bahwa Jerusalem memang terbukti sudah menjadi ibukota Israel sejak lebih dari 3.000 tahun silam bukan sejak adanya pidato Trump saja. Dan semuanya tertulis dengan amat jelas dalam kitab suci Alkitab. 
Mereka juga menyadari, bahwa menolak fakta itu sama saja dengan menolak firman TUHAN dan kitab para nabi yang sebenarnya.

Harap disebarkn kepada seluruh umat di dunia supaya mereka tahu yang sebenarnya & menyadarinya.
[https://gerejark.blogspot.com/2020/02/pusasa-yang-terbaik-rekomendasi-dari.html]

PERWUJUDAN SPIRITUALITAS MASA PRAPASKAH

 

 [ stand-under.blogspot.com ]
Para sahabat terkasih, sebentar lagi kita akan memasuki masa Prapaskah. Masa Prapaskah  kita rayakan selama kurang lebih empat puluh hari dan kita mulai pada perayaan Rabu Abu tepat pada tanggal 26 Februari. Setiap merayakan masa Prapaskah kita diajak untuk menghayati beberapa  hal penting yakni PUASA, pantang, doa, dan aksi sosial. Tentang pantang dan puasa sudah jelas bagi kita garis pelaksanaannya. Satu hal perlu ditegaskan bahwa masa Prapaskah ini bukan soal makan dan minum tetapi ada hal yang lebih penting dan utama dari situ yakni semakin membarui diri untuk  lebih mengasah energy positif dalam diri kita yakni semakin beriman, berbelarasa dan berbelaskasih. Saya menyampaikan Beberapa poin dalam rangka mewujudkan spiritualitas masa Prapaskah

a. Sediakan waktu untuk membaca Kitab Suci dan Berdoa
Perwujudannya sebelum tidur malam dan setelah bangun. Bersyukur dan mohon berkat adalah sikap yang harus kita kembangakan selama masa Prapaskah ini.

b. Mengurangi pemakaian HP
Perwujudannya; no HP salam berada di Gereja, waktu setiap makan, waktu pertemuan dan belajar (untuk anak sekolah). Ciptakan quality time bagi keluarga dan sesama dengan berbincang dan sharing.

c. Kurangi makan di luar dan jajan.
Perwujudannya kalau selama ini sering makan di luar dan jajan, maka kurangi frekwensinya dan kurangi juga porsi makanananya serta kemahalannya

d. Pantang menggosip dan menyebarkan berita hohong (HOAX) Perwujudannya; cek kebenaran suatu berita (isu) sebelum kita menyebarkannya. Bila Perlu bertanya kepada teman.

e. Pantang marah
Perwujudannya, janganlah mengumbar amarah waktu makan, waktu berada di tengah khayalak ramai. Intinya jangan mempermalukan orang lain di depan umum.

f. Budayakan meminta maaf
Perwujudannya ketika kita menyakiti hati orang lain, jangan enggan meminta maaf. Ini adalah cara terbaik untuk saling menjaga perasaan dan membina relasi persaudaraan.

g. Perbanyak aksi kasih
Perwujudannya; semua yang kita sisihkan selama masa Prapaskah entah dari pengurangan jajan, makanan, pulsa, kita berikan kepada orang yang membutuhkan. Ingat para sahabat terkasih, hal kecil yang berikan dengan semangat kasih sungguh besar nilainya. Dan kalau setiap orang menyumbang nilai kecil maka seluruh dunia akan dihiasi denga aksi kasih ketulusan. Selamat mempersiapkan hati memasuki masa Prapaskah.

Catatan; Hal baik dalam semua poin di atas akan lebih indah kalau kita mewujudkannya sepanjang hidup. Jadi bukan hanya terbatas pada Masa Prapaskah saja.
[ stand-under.blogspot.com ]
Yos'Ivo OFMCAP
Untuk rekan-rekan umat Katolik.....
Selamat Hari Rabu Abu.
Selamat menjalankan *PUASA*di Masa Pra Paskah 2020 ini.
“Semakin Beriman,
Semakin Bersaudara, Semakin Berbela Rasa”.
....
๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
===================================

PUASA ULAR ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ dan PUASA ULAT ๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›

Ini ada artikel bagus...           Semoga bisa menginspirasi...

๐Ÿ› BERPUASALAH SEPERTI ULAT   ๐ŸJANGAN SEPERTI PUASANYA ULAR

A.๐Ÿ PUASA ULAR
Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
๐ŸTidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus BERPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. ๐ŸSetelah PUASANYA TUNAI, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

A.๐Ÿ PUASA ULAR :
1. ๐Ÿ WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

2. ๐Ÿ NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ๐ŸULAR.

3. ๐ŸMAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

4.๐Ÿ CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

 5.๐Ÿ TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

๐Ÿ› B. PUASA ULAT
๐Ÿ›Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. ☘๐ŸŒฑ๐Ÿ›Tapi begitu sudah bosan makan, ia lakukan perubahan dengan cara berpuasa. Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama ๐Ÿฆ‹ KUPU-KUPU.

๐Ÿ› Dari puasanya ulat :
1.๐Ÿ› WAJAH ulat sesudah puasa berubah ๐Ÿฆ‹ INDAH MEMPESONA

2. ๐Ÿ› NAMA ulat  sesudah puasa berubah menjadi ๐Ÿฆ‹ KUPU-KUPU

3. ๐Ÿ› MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGISAP MADU ๐ŸŒท ๐ŸŒบ๐ŸŒน๐Ÿฆ‹

4. ๐Ÿ› CARA BERGERAK ketika masih jadi ๐Ÿ›ulat menjalar, setelah puasa berubah ๐Ÿฆ‹ TERBANG di awang-awang.

5. ๐Ÿ›๐Ÿฆ‹ TABIAT dan SIFAT berubah total. Ketika masih jadi ๐ŸŒฑ☘๐Ÿ› ulat menjadi perusak alam pemakan daun. ๐Ÿฆ‹Begitu menjadi kupu-kupu   menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA. ๐ŸŒบ๐ŸŒน๐ŸŒท๐Ÿฆ‹

Kesimpulan :
Puasa Seharusnya Mampu Merubahkan Diri Kita Agar Semakin BAIK Dan MAMPU Memberikan  MANFAAT  Bagi Manusia Lainnya.

๐Ÿ›๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™‰๐Ÿ™Š๐Ÿฆ‹
Tbk-Trihita Karana
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ☕๐Ÿ™‚

Saturday, March 17, 2012

Mengenal Masa Prapaskah

Masa Prapaskah dimulai dengan perayaan Rabu Abu di Gereja. Dengan menerima abu, setiap umat beriman diingatkan untuk kembali kepada Tuhan. �Kamu berasal dari abu dan akan kembali menjadi abu.� (Kej 2:7).

Forma ini mengingatkan kita akan kematian dan/atau kedatangan Tuhan yang dapat terjadi sewaktu-waktu seumpama pencuri di waktu malam, oleh karena itu diperlukan sikap berjaga-jaga dan bertobat: �Bertobatlah dan percayalah pada Injil.� Abu merupakan tanda yang mengingatkan kepada kita bahwa kita berasal dari debu tanah dan akan kembali ke abu/ debu tanah. Kita ketahui bahwa manusia pertama diciptakan Allah dari debu tanah dan semua manusia akan meninggal, dan tubuhnya akan kembali terurai menjadi debu tanah. Pada saat kita menerima tanda salib dari abu di dahi kita pada hari Rabu Abu, kita diingatkan bahwa suatu saat nanti kita akan kembali ke tanah, yaitu bahwa hidup kita di dunia ini adalah sementara. Maka kita diajak untuk mengarahkan hati kepada Allah yang menciptakan kita, sebab Dia berada di atas kita dan segala kesenangan dunia sifatnya sementara.

Masa Prapaskah mempunyai dua ciri khas yaitu mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina pertobatan. Warna Liturgi secara Umum adalah Ungu: lambang pertobatan, kecuali Tri Hari Suci atau Perayaan Wajib Selama Masa Prapaskah.

Pada tahun 2011 ini, Hari Rabu Abu diperingati pada tanggal 9 Maret 2011, di setiap Gereja Katolik akan dilaksanakan Ekaristi Rabu Abu beberapa kali untuk menerimakan abu kepada Umat. Masa Prapaskah akan dilaksanakan selama 40 hari (di luar hari Minggu, yang dipandang sebagai Hari Tuhan) mulai tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan Hari Sabtu Vigili tgl. 23 April 2011.

Angka 40 (hari) diperoleh dari beberapa referensi dari Alkitab, yaitu: hujan selama 40 hari pada jaman Nabi Nuh sebelum Tuhan membuat perjanjian pada keluarga Nuh dan keturunannya (Kej 7:4); selama 40 hari Musa berada di puncak gunung Sinai sebelum menerima kesepuluh perintah Allah yang menjadi tanda Perjanjian Lama dengan umat Israel (Kel 24:18); perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Terjanji selama 40 tahun (Bil 14:33). Kesemuanya menandai masa pertobatan menuju suatu �kelahiran� baru. Dalam Injil kitapun membaca bagaimana Yesus berpuasa 40 hari sebelum memulai pelayanan-Nya memberitakan kabar keselamatan (Mat 4:1-2; Mrk 1:12-13; Luk 4:1-2).

St. Leo (461) adalah Bapa Gereja yang menyatakan bahwa tradisi berpuasa selama 40 hari ini merupakan tradisi dari para rasul dan ahli sejarah Socrates (433) dan St. Hieronimus Agung (420) juga mengatakan hal serupa.

Dalam semangat pertobatan itulah ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama masa Prapaskah sebagai berikut :

1. MASA PRAPASKAH adalah MASA RETRET AGUNG UMAT

* Masa Prapaskah sering disebut sebagai Retret Agung Umat, maka dalam masa Prapaskah umat diharapkan mendalami iman, pribadi maupun dalam komunitas, serta membiasakan diri dengan doa/renungan serta ibadat yang lebih intens.

* Masa pembinaan pertobatan dan penerimaan kembali mereka yang telah berdosa berat. Mereka yang terkena ekskomunikasi dibina untuk dibimbing kembali ke pangkuan Gereja. Paroki perlu mempersiapkan seorang yang khusus yang bijaksana dan berpengalaman dalam mendampingi para petobat yang hendak kembali dan akan diterima kembali dalam Gereja Katolik.

* Penerimaan Sakramen Tobat bagi umat biasanya dilaksanakan sebelum Pekan Suci. Dianjurkan penerimaan Sakramen Tobat juga diadakan di lingkungan-lingkungan untuk melayani mereka yang sakit, lanjut usia atau yang cacat. Untuk hal ini perlu koordinasi antara Pastor Paroki setempat dan ketua lingkungan setempat untuk mempersiapkan tempat dengan memperhatikan situasi dan kondisi umat lingkungan.

* Cara-cara mendekatkan diri pada Tuhan selama Masa Retret Agung Umat ini dapat pula dilaksanakan dengan menyangkal diri dengan membiasakan diri melakukan hal-hal baik, misalnya: Mengikuti Misa Harian (di samping Misa hari Minggu, tentu saja). Menyangkal kemalasan bangun pagi dan mengikuti Misa dan menyambut Kristus dalam Ekaristi adalah bukti yang nyata bahwa kita sungguh menghargai apa yang telah dilakukan-Nya bagi kita di kayu salib demi keselamatan kita. Dapat pula meluangkan waktu untuk doa Adorasi, di hadapan Sakramen Maha Kudus, atau kita dapat mulai berdoa Rosario setiap hari. Atau mulai dengan setia meluangkan waktu untuk merenungkan Kitab Suci atau mempelajari Katekismus Gereja Katolik.

* Diadakan pertemuan-pertemuan untuk sharing iman / ibadat / pendalaman iman di lingkungan setepat sejalan dengan tema yang telah ditetapkan oleh masing-masing keuskupan. Untuk Keuskupan Agung Jakarta telah ditetapkan tema APP Tahun 2011: �Mari Berbagi�, yang dijabarkan dalam 4 sub tema :

* Aku Diberi maka Aku Memberi
* Berbagi dalam Kekurangan
* Ekaristi Sumber Berbagi
* Komunitas Kristiani: Komunitas yang berbagi

2. PUASA DAN PANTANG sebagai bentuk MATI RAGA

* Pertama-tama perlu diketahui alasan mengapa kita berpuasa dan berpantang. Bagi kita orang Katolik, puasa dan pantang adalah tanda pertobatan, tanda penyangkalan diri, dan tanda kita mempersatukan sedikit pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib sebagai silih dosa kita dan demi mendoakan keselamatan dunia. Jadi puasa dan pantang bagi kita tak pernah terlepas dari doa. Dalam masa prapaska, maka puasa, pantang dan doa disertai juga dengan perbuatan amal kasih bersama-sama dengan anggota Gereja yang lain. Dengan demikian, pantang dan puasa bagi kita orang Katolik merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama, dan bukan untuk hal lain, seperti diit/ supaya kurus, menghemat, dll. Dengan mendekatkan dan menyatukan diri dengan Tuhan, maka kehendak-Nya menjadi kehendak kita. Kita pun dapat mulai mendoakan keselamatan dunia dengan mulai mendoakan bagi keselamatan orang-orang yang terdekat dengan kita: orang tua, suami/ istri, anak-anak, saudara, teman, dan juga kepada para imam, pemimpin Gereja, pemimpin negara, dst.

* Pantang dan Puasa bukanlah alasan untuk malas atau segan untuk melakukan karya amal dan kebaikan bagi sesama. Justru pantang dan puasa seharusnya mengobarkan semangat untuk mulai peduli pada sesama, bekerja lebih giat dan rajin tanpa pamrih, tidak mudah mengeluh, tidak mudah putus asa, lebih memperhatikan tetangga/ kerabat yang kesusahan, menghibur mereka yang sedang sakit/ terkena musibah, semua hal ini juga dapat dilakukan. Selalu ada yang dapat kita lakukan sebagai bentuk pertobatan, (dan tidak terbatas pada tidak makan daging dan ikan), dan inilah esensi dari Masa Prapaska.

* Makna berpuasa dan berpantang : Secara kejiwaan, berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa. Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan. Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya. Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau. Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.

* Hari Puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.

* Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.

* Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya satu sehari, penulis menganjurkan makan kenyang pada waktu pagi atau siang hari, agar makanan dapat diolah menjadi tenaga untuk memenuhi aktifitas harian kita. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok.

* Karena begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang, sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun, umat beriman, baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok, dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya. Artinya setiap orang Katolik sangat dianjurkan untuk memilih wujud pantangnya yang lebih tepat dan bermanfaat untuk membangun sikap tobat yang berguna untuk pengembangan imannya. Dengan demikian kita dijauhkan dari semangat legalistis dan minimalistis, dan dengan kesadaran pribadi berusaha mewujudkan hidup pertobatan kita, serta mengarahkan diri menuju hidup seorang beriman yang lebih berkualitas.

* Pantang tidak terbatas hanya makanan, namun pantang makanan dapat dianggap sebagai hal yang paling mendasar dan dapat dilakukan oleh semua orang. Namun jika satu dan lain hal tidak dapat dilakukan, terdapat pilihan lain, seperti pantang kebiasaan yang paling mengikat, seperti pantang nonton TV, pantang �shopping�, pantang ke bioskop, pantang �gossip�, pantang main �game� dll. Jika memungkinkan tentu kita dapat melakukan gabungan antara pantang makanan/ minuman dan pantang kebiasaan ini.

* Waktu berpuasa, kita makan kenyang satu kali, dapat dipilih sendiri pagi, siang atau malam. Harap dibedakan makan kenyang dengan makan sekenyang-kenyangnya. Karena maksud berpantang juga adalah untuk melatih pengendalian diri, maka jika kita berbuka puasa/ pada saat makan kenyang, kita juga tetap makan seperti biasa, tidak berlebihan. Juga makan kenyang satu kali sehari bukan berarti kita boleh makan snack/ cemilan berkali-kali sehari. Ingatlah tolok ukurnya adalah pengendalian diri dan keinginan untuk turut merasakan sedikit penderitaan Yesus, dan mempersatukan pengorbanan kita dengan pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan dunia.

* Maka pada saat kita berpuasa, kita dapat mendoakan untuk pertobatan seseorang, atau mohon pengampunan atas dosa kita. Doa-doa seperti inilah yang sebaiknya mendahului puasa, kita ucapkan di tengah-tengah kita berpuasa, terutama saat kita merasa haus/ lapar, dan doa ini pula yang menutup puasa kita/ sesaat sebelum kita makan. Di sela-sela kesibukan sehari-hari kita dapat mengucapkan doa sederhana,�Ampunilah aku, ya Tuhan. Aku mengasihi-Mu, Tuhan Yesus. Mohon selamatkanlah �..� (sebutkan nama orang yang kita kasihi)

3. PENYISIHAN DERMA dalam KOTAK APP (Aksi Puasa Pembangunan)

* Sejalan dengan semangat makna Masa Prapaskah ialah bermatiraga dalam rangak pertobatan yang diwujudnyatakan dalam semangat doa dan kepedulian pada sesama, maka dalam Masa Prapaskah dibagikan kotak APP untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama. Kotak APP akan didistribusikan melalui ketua lingkungan masing-masing, atau melalui kelompok-kelompok kategorial atau komunitas-komunitas yang lain, misalnya sekolah, bina iman, kelompok katekumen dan lain-lain.

* Kotak APP dapat diperoleh untuk setiap keluarga (1 kotak untuk tiap keluarga) atau dapat juga perorangan (1 kotak APP untuk setiap orang), semuanya tergantung dari besarnya semangat berkorban, semangat berbagi dalam menjalankan APP dalam keluarga atau pribadi masing-masing. Bila kotak APP sudah penuh sementara masa Prapaskah masih berjalan dan dibutuhkan kotak APP lagi, silahkan menghubungi ketua lingkungan setempat atau pemimpin komunitas/kelompok ketegorial yang bersangkutan. Para ketua lingkungan harus dengan bijaksana memenuhi kebutuhan umat akan Kotak APP.

* Cara pengisian Kotak APP yang benar adalah dengan menyisihkan uang hasil dari berpantang dan berpuasa. Misalnya: bagi yang berpantang rokok, pada hari berpantang uang yang sedianya dipergunaka untuk membeli rokok maka dalam hari berpantang uang tersebut dimasukkan ke dalam kotak APP, atau misalnya dalam keluarga memutuskan makan daging, karena hari berpantang, maka uang belanja pastinya ada kelebihan karena tidak membeli daging, kelebihan inilah yang dimasukkan ke dalam Kotak APP. Para orangtua, guru, ketua lingkungan dan ketua komunitas harus memberikan penjelasan yang baik kepada anak-anak sehubungan dengan pengumpulan dana APP dalam kotak APP. Saya pribadi yakin anak-anak memiliki ketulusan dan semangat berbagi yang lebih besar bila diberi pengertian untuk menyisihkan uang jajan atau uang saku selama masa Prapaskah ini.

* Kotak APP akan dikumpulkan di akhir Masa Prapaskah, atau di awal Masa Paskah, tergantung kebijaksanaan masing-masing Paroki, untuk nantinya Dana APP dari seluruh paroki dikumpulkan ke Keuskupan, untuk dipergunakan bagi pelayanan warga miskin dan/atau pengembangan umat basis.

4. AMAL DAN KARYA SOSIAL selama MASA PRAPASKAH

* Dengan merenungkan sengsara Tuhan Yesus, maka kita diajak untuk lebih peka terhadap kebutuhan sesama, dalam hal ini semangat berbagi kepada yang miskin sangat dianjurkan untuk menjadi kegiatan prbadi atau kelompok. Pertama-tama memang harus mengevaluasi sikap pribadi kita kepada yang paling dekat misalnya pembantu rumah tangga dan supir. Kepedulian kepada sesama dapat pula diwujudkan dengan membagikan rejeki kita kepada orang miskin secara pribadi. Kegiatan amal pribadi ini sangat baik bila dilakukan tanpa diketahui oleh orang lain. Sabda Yesus dapat menjadi pedoman di sini: �Apa yang diperbuat oleh tangan kananmu janganlah diketahui oleh tangan kirimu.� Juga kutipan dari Nabi Yesaya tentang Kesalehan yang sejati dapat menjadi pedoman : �

* Secara komunitas, kegiatan amal dan karya sosial kepada orang miskin sangat dianjurkan pada masa Prapaskah. Misalnya sebuah komunitas atau lingkungan melakukan karya sosial kepada yang miskin dalam Masa Prapaskah ini.

* Banyak sekali sesungguhnya yang dapat kita lakukan, jika kita sungguh ingin bertumbuh di dalam iman. Namun seungguhnya, mulailah saja dengan langkah kecil dan sederhana. St. Theresia dari Liseux pernah mengatakan tipsnya, yaitu, �Lakukanlah perbuatan-perbuatan yang kecil dan sederhana, namun dengan kasih yang besar.�

5. IBADAT JALAN SALIB selama MASA PRAPASKAH

* Jalan Salib disusun berdasarkan meditasi St. Bernard, St. Fransiskus Asisi dan St. Bonaventura di abad pertengahan, yang kemudian dituangkan dalam 14 pemberhentian seperti yang kita kenal sekarang dari komunitas Fransiskan di abad ke 17. Tujuan renungan/ meditasi ini adalah supaya umat dapat merenungkan kisah sengsara Yesus dari saat sebelum wafat-Nya sampai Ia dikuburkan.

* Ibadat Jalan Salib diadakan setiap Hari Jumat selama Masa Prapaskah, Ibadat ini dapat dilaksanakan di Gereja atau dapat juga dilaksanakan di di setiap lingkungan di tempat yang sesuai. Doa jalan Salib pribadi atau bersama keluarga juga dianjurkan untuk dilaksanakan selama Masa Prapaskah.

* Doa Jalan Salib biasanya disesuaikan dengan tema APP di setiap Keuskupan.

* Jalan Salib juga dapat diadakan dengan sedikit improvisasi dan modifikasi agar lebih menghasilkan buah-buah kebaikan selama Masa Prapaskah atau lebih menguatkan tujuan tentang makna sebenarnya dari Masa Prapaskah. Satu hal yang pernah kami laksanakan ialah Jalan Salib dengan perhentian rumah-rumah orang sakit dan lansia. Dlam setiap rumah yang kami �pandang� sebagai sebuah perhentian Jalan Salib, kami bertemu Yesus yang sengsara dalam diri mereka yang sakit dan jompo, disitulah kami �membalut luka-luka Tuhan� dengan menghibur dan mendoakan orang-orang sakit dan jompo tersebut.

6. LITURGI YANG BERBEDA selama MASA PRAPASKAH

* Kemuliaan dan Alleluia tidak dinyanyikan selama masa Prapaskah, kecuali pada hari raya wajib selama masa Prapaskah, yaitu HR St. Yusuf (tgl. 19 Maret) dan HR Kabar Sukacita (tgl. 25 Maret)

* Ikon-ikon kudus ditutupi, menandakan masa �umat di padang gurun�, hiasan-hiasan sebaiknya tidak dibuat mewah, hiasan bunga ditiadakan selama masa Prapaskah. Alat-alat musik hanya boleh dimainkan secara sederhana untuk mengiringi nyanyian dan yang menggarisbawahi ciri tobat.

* Sejalan dengan itu, maka Perayaan-perayaan atau pesta-pesta dan resepsi tidak dianjurkan selama masa Prapaskah. Demikian biasanya penerimaan Sakramen Perkawinan dan Imamat ditiadakan selama masa Prapaskah. Tetapi pemberesan perkawinan bagi mereka yang terkena ekskomunikasi sangat dianjurkan selama Masa Prapaskah (lihat poin di atas). Pastor paroki dimohon secara bijaksana mencermati dan mengambil kebijakan sebaik mungkin dalam situasi dan kebutuhan pelayanan umat ini.

* Hari Minggu Palma : Mengenangkan Sengsara Tuhan. Liturgi dimulai dengan upacara di luar Gereja, dilanjutkan perarakan menuju Gereja sambil membawa daun-daun palma yang telah diberkati. Dalam Bacaan terdapat Kisah Sengsara Yesus, untuk tahun 2011 (Tahun Liturgi A), dibacakan Kisah Sengsara menurut St. Matius

Liturgi Tri Hari Suci.

* Kamis Putih: Penetapan Perjamuan Suci / Peringatan Perjamuan Malam Terakhir.
Pagi hari di Katedral: Misa Krisma
warna liturgi : Putih, ada pembasuhan kaki, perarakan dan pentahtaan Sakramen Mahakudus, hiasan altar �dilucuti� setelah Ekaristi (terakhir).
ibadat tuguran: satu jam bersama Yesus, ibadat ini dapat dilaksanakan secara umum setiap jam atau bergiliran tiap lingkungan.

* Jumat Agung : Peringatan Sengsara dan Wafat Tuhan Yesus Kristus.
Altar polos dan bersih dari segala hiasan, tabernakel kosong dan terbuka.
Warna liturgi: Merah, tidak ada Ekaristi, tidak ada Tanda Salib, tidak ada nyanyian, kecuali Bait Pengantar Injil, langsung pembacaan KS, Pasio (Kisah Sengsara Tuhan) dari Injil Yohanes, Penghormatan Salib, Doa Umat meriah, Berkat meriah.
Dapat diterimakan komuni setelah penghormatan Salib.

* Sabtu Vigili: Malam Tirakatan Kebangkitan Tuhan: Merenungkan Tuhan yang Bangkit dan mengalahkan maut, membawa Terang dan memperbaharui hidup umat manusia.
Liturgi Cahaya: Upacara Lilin Paskah dan Pujian Paskah
Liturgi Bacaan: Dibacakan 9 Bacaan Kitab Suci : 7 dari PL dan 1 Surat St Paulus dan Kutipan Injil Matius (Tahun A)
Liturgi Baptis: Pemberkatan Air dan Pembaharuan Janji Baptis, Pemercikan Air Baptis kepada seluruh umat, malam paling tepat bila mau mengadakan pembaptisan.
Liturgi Ekaristi dan Berkat Paskah meriah dengan Alleluia.

* HR Paskah Kebangkitan Tuhan: Bersukacita karena Tuhan telah bangkit,
Ekaristi Pagi : Resurrexit, Kabar Sukacita karena Tuhan telah bangkit (Yoh 20:1-9)
Ekaristi Sore : Kebangkitan Tuhan Mengobarkan Semangat bagi yang Putus Asa (Luk 24:13-35)

Sumber : http://parokiyakobus.wordpress.com/2011/03/11/3774/

Sunday, March 4, 2012

Pantang dan Puasa

Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus. Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.(KHK 1251-1252)

Jadi sebagai orang Katolik wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Jadi, selama masa Prapaskah, kewajiban puasa hanya dua hari saja. Yang wajib berpuasa adalah semua orang beriman yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai awal enam puluh (60) tahun.

PUASA berarti:
makan kenyang hanya satu kali dalam sehari.
Untuk yang biasa makan tiga kali sehari, dapat memilih
� Kenyang, tak kenyang, tak kenyang, atau
� Tak kenyang, kenyang, tak kenyang, atau
� Tak kenyang, tak kenyang, kenyang

Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Suci. Jadi hanya 7 hari selama masa PraPaskah.
Yang wajib berpantang adalah semua orang katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas.

PANTANG berarti
� Pantang daging, dan atau
� Pantang rokok, dan atau
� Pantang garam, dan atau
� Pantang gula dan semua manisan seperti permen, dan atau
� Pantang hiburan seperti radio, televisi, bioskop, film.

Karena begitu ringannya, kewajiban berpuasa dan berpantang,
sesuai dengan semangat tobat yang hendak dibangun,
umat beriman,
baik secara pribadi, keluarga, atau pun kelompok,
dianjurkan untuk menetapkan cara berpuasa dan berpantang yang lebih berat. Penetapan yang dilakukan diluar kewajiban dari Gereja, tidak mengikat dengan sangsi dosa.

Dalam rangka masa tobat, maka pelaksanaan perkawinan juga disesuaikan. Perkawinan tidak boleh dirayakan secara meriah.

ARTI PUASA dan PANTANG

PUASA adalah tindakan sukarela Tidak makan atau tidak minum Seluruhnya, yang berarti sama sekali tidak makan atau minum apapun Atau sebagian, yang berarti mengurangi makan atau minum.

* Secara kejiwaan, Berpuasa memurnikan hati orang dan mempermudah pemusatan perhatian waktu bersemadi dan berdoa.
* Puasa juga dapat merupakan korban atau persembahan.
* Puasa pantas disebut doa dengan tubuh, karena dengan berpuasa orang menata hidup dan tingkah laku rohaninya.
* Dengan berpuasa, orang mengungkapkan rasa lapar akan Tuhan dan kehendakNya. Ia mengorbankan kesenangan dan keuntungan sesaat, dengan penuh syukur atas kelimpahan karunia Tuhan. Demikian, orang mengurangi keserakahan dan mewujudkan penyesalan atas dosa-dosanya di masa lampau.
* Dengan berpuasa, orang menemukan diri yang sebenarnya untuk membangun pribadi yang selaras. Puasa membebaskan diri dari ketergantungan jasmani dan ketidakseimbangan emosi. Puasa membantu orang untuk mengarahkan diri kepada sesama dan kepada Tuhan.

Itulah sebabnya, puasa Katolik selalu terlaksana bersamaan dengan doa dan derma, yang terwujud dalam Aksi Puasa Pembangunan.
Semangat yang sama berlaku pula untuk laku PANTANG.

Yang bukan semangat puasa dan pantang Katolik adalah:
* Berpuasa dan berpantang sekedar untuk kesehatan: diet, mengurangi makan dan minum atau makanan dan minuman tertentu untuk mencegah atau mengatasi penyakit tertentu.
* Berpuasa dan berpantang untuk memperoleh kesaktian baik itu tubuh maupun rohani.

SABDA TUHAN SEHUBUNGAN DENGAN PUASA

"Melalui nabi Yesaya, Tuhan bersabda:
Berpuasa yang Kukehendaki ialah,
Supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman
Dan mematahkan setiap kuk
Supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya
Dan mematahkan setiap kuk,
Supaya engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang yang lapar
Dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak mempunyai rumah
Dan apabila kamu melihat orang telanjang
Supaya engkau memberi dia pakaian
Dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri.
Pada waktu itulah
Engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab
Engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku
Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu
Dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri
Dan memuaskan hati orang tertindas
Maka terangmu akan terbit dalam gelap
Dan kegelapanmu akan seperti bintang rembang tengah hari"
Dalam kotbah di bukit, Yesus bersabda tentang puasa:

�Apabila kamu berpuasa,
Janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu
Dan cucilah mukamu
Supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa

Melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang ters

Sumber : http://www.imankatolik.or.id/pantang-dan-puasa.html

Tuesday, March 8, 2011

Ketentuan Puasa dan Pantang

1. KETENTUAN

Sesuai dengan Kitab Hukum Kanonik kanon 1249 bahwa semua umat beriman kristiani wajib menurut cara masing-masing melakukan tobat demi hukum ilahi; tetapi agar mereka semua bersatu dalam suatu pelaksanaan tobat bersama, ditentukan hari-hari tobat, di mana umat beriman kristiani secara khusus meluangkan waktu untuk berdoa, menjalankan karya kesalehan dan amal kasih, menyangkal diri sendiri dengan melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara lebih setia dan terutama dengan berpuasa dan berpantang menurut norma kanon-kanon berikut :

Kanon 1250 � Hari dan waktu tobat dalam seluruh Gereja ialah setiap hari Jumat sepanjang tahun, dan juga masa prapaskah.

Kanon 1251 � Pantang makan daging atau makan lain menurut ketentuan Konferensi Para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus.

Kanon 1252 � Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orang tua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

2. PETUNJUK

a. Masa Prapaskah Tahun 2011 sebagai hari tobat berlangsung mulai hari Rabu Abu, tanggal 9 Maret 2011 sampai dengan Jumat Agung, tanggal 22 April 2011.

b. Pantang berarti tidak makan makanan tertentu yang menjadi kesukaannya dan juga tidak melakukan kebiasaan buruk, misalnya: marah, boros, dsb. Dan lebih mengutamakan dan memperbanyak perbuatan baik bagi sesama.

c. Puasa berarti makan kenyang tidak lebih dari satu kali dalam sehari

3. CARA MEWUJUDKAN PERTOBATAN

a. Doa

Selama masa Prapaskah hendaknya menjadi hari-hari istimewa untuk meningkatkan semangat berdoa, mendekatkan diri kepada Tuhan dengan tekun mendengarkan dan merenungkan sabda Tuhan serta melaksanakannya dengan setia.

b. Karya amal kasih

Pantang dan puasa selayaknya dilanjutkan dengan perbuatan amal kasih yakni membantu sesama yang menderita dan berkekurangan. Kami mengajak Anda sekalian untuk melakukan aksi nyata amal kasih baik pribadi maupun bersama-sama di lingkungan maupun wilayah.

c. Penyangkalan diri

Dengan berpantang dan berpuasa sesungguhnya kita meneladan Kristus yang rela menderita demi keselamatan kita. Kita mengatur kembali pola hidup dan tingkah laku sehari-hari agar semakin menyerupai Kristus.

4. HIMBAUAN

Selama masa Prapaskah, apabila akan melangsungkan perkawinan hendaknya memperhatikan masa tobat. Dalam keadaan terpaksa seyogyanya pesta dan keramaian ditunda.

Ditetapkan di Bogor

Tanggal 14 Februari 2011

Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM
Uskup Keuskupan Bogor

Sumber : http://www.keuskupanbogor.org

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)