Latest News

Showing posts with label Paus Fransiskus. Show all posts
Showing posts with label Paus Fransiskus. Show all posts

Monday, March 8, 2021

Romo Mardi SJ Soal Sri Paus ke Irak: Perjelas Alkitab Ketimbang Politis untuk Indonesia


*Romo Mardi SJ Soal Sri Paus ke Irak: *
*Perjelas Alkitab Ketimbang Politis untuk Indonesia*
*RP Prof Dr Bernardus Soebroto Mardiatmadja SJ melihat perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke Irak, sejak 5 hingga 8 Maret 2021 memperjelas pemahaman kisah Alkitab ketimbang terlampau politis*.

Pandangan Romo Mardi SJ itu menanggapi pertanyaan redaksi terkait kunjungan Sri Paus ke Irak terhadap dampaknya bagi rakyat dan umat Indonesia.

*“Saya lebih cenderung melihatnya sederhana bahwa Tradisi mengatakan, bahwa banyak sekali kisah dalam Alkitab Kristiani mengambil tempat di daerah, yang sekarang disebut Irak. Oleh sebab itu, kunjungan Paus ke Irak erat berkaitan dengan “sejarah ketika anak cucu Abraham” sedang mengawali sejarahnya,” kata Romo Mardi SJ kepada Melki Pangaribuan untuk hatiyangbertelinga.com melalui pesan singkat, hari Minggu (7/3/2021).*

Menurut Imam Yesuit itu, banyak komunikasi-komunikasi sekitar hal ini (kunjungan Paus ke Irak) diberikan terlampau politis, sebagaimana di Indonesia urusan-urusan persahabatan biasanya menciptakan peluang untuk bicara politis.

“Tidak perlu orang menarik-narik ke pertanyaan “apa kaitannya dengan Indonesia”. Saya cenderung untuk tidak memberi catatan politis,” kata Imam dari Ordo Serikat Jesus itu.

Guru Besar STF Driyarkara itu menjelaskan rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Irak telah dibicarakan lama sekali, sejak Paus-paus sebelumnya. Banyak sekali kaitannya dengan kunjungan Paus ke Abudhabi, Turki dan sebagainya.

“Oleh sebab itu, kunjungan ini merupakan tanggapan undangan persahabatan dari “keluarga Irak”. Kunjungan ini dapat membantu memperjelas pemahaman kisah Alkitab,” kata Romo Mardi, sapaan akrabnya.

Pater Mardi sendiri mengakui tidak memiliki rekaman data mengenai para pengganti Santo Petrus yang berkunjung ke Irak dalam 300 tahun belakangan.

*Sementara itu, beberapa tahun yang lalu, kata Romo Mardi, ribuan orang Irak menderita karena perang. Oleh sebab itu kunjungan Paus adalah ungkapan belarasa pada keluarga para penderita.*

*“Orang Katolik di Irak juga merupakan bagian kecil umat Katolik, yang sekarang bersatu dengan Paus.* Jadi ini ungkapan simpati kepada mereka,” kata Penyunting Buku “Eklesiologi Langkah demi Langkah, Sudut-sudut Hening Ziarah Gereja” itu.

Dengan kata lain, lanjuta Romo Mardi, kunjungan ini mengandung banyak sekali unsur persahabatan, persaudaraan, dan cintakasih.

*“Perlu dijaga pada suasana ini, perlu ditipiskan aroma politis,” tegasnya.*

*Paus Fransiskus mengunjungi Irak yang telah lama dirundung konflik sektarian,* termasuk oleh ekstremis ISIS yang ingin mendirikan kekhalifahan Islam di Suriah dan Irak. Kelompok ini gagal pada tahun 2017, namun selama hampir empat tahun telah melakukan pengrusakan dan pembunuhan yang mengerikan.

*Dalam perjalanan empat hari di Irak, Paus juga mengunjung kota kuno, Ur, yang diyakini tempat asal Abraham, tokoh Alkitabiyah yang dihormati oleh Yahudi, Kristen dan juga Muslim*.

*Sri Paus telah mengunjungi negara-negara yang mayoritas Muslim termasuk Turki, Yordania, Mesir, Bangladesh, Azerbaijan, Uni Emirat Arab dan wilayah Palestina, sebagai perjalanan apostoliknya untuk menyerukan dialog antaragama.*
Source: https://hatiyangbertelinga.com/romo-mardi-sj-soal-sri-paus-ke-irak-perjelas-alkitab-ketimbang-politis-untuk-indonesia/

===================

Iran Nyatakan Paus Fransiskus Dapat Berkunjung ke Irak Berkat Pengorbanan Jenderal Qossem Sulaimani 

Menanggapi kunjungan Pemimpin agung Katolik sedunia Sri Paus Fransiskus untuk pertama kalinya ke Irak, seorang pejabat parlemen, Majelis Syura Islam, menyatakan bahwa kunjungan itu adalah berkat perjuangan dan pengorbanan jenderal tersohor dan legendaris Iran Qasem Soleimani serta rekan seperjungannya dari Irak, Abu Mahdi Al-Muhandis.
Asisten Khusus Ketua Majelis Syura Islam untuk Urusan Internasional, Hossein Amir-Abdollahian, menyebutkan bahwa seandainya bukan karena pengorbanan yang dilakukan oleh Jenderal Soleimani dan Al-Muhandis, Paus Fransiskus sekarang tidak dapat menjejakkan kakinya di Irak.

Selain merupakan kunjungan pertama Paus Fransiskus ke Irak,  kedatangannya ke Negeri 1001 Malam itu juga tercatat sebagai kunjungan luar negeri pertamanya dalam 15 bulan terakhir. Pria berusia 84 tahun itu datang ke Irak Dalam rangka melestarikan komunitas Kristen kuno Irak dan mendukung kepulangan para pengungsi Kristen yang TERUSIR oleh Teroris ISIS ketika kawanan kejam dan brutal ini sempat menguasai banyak wilayah di Irak.
https://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/iran-nyatakan-paus-fransiskus-dapat-berkunjung-ke-irak-berkat-pengorbanan-jenderal-soleimani/

t.me/GrupSuaraAnakBangsa


*PAUS FRANSISCUS:*
_*Musuh Untuk Dihadapi yang berdiri di depan pintu hati dan mengetuk masuk, Itu adalah KEBENCIAN*_
*KATOLIK.Yahoonta.com*






Part 1
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
*Lagu rohani paling menyejukkan hati,instrumen gitar* 
*Selamat Terhibur Bersama:*


Tuesday, August 18, 2020

WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Agustus 2020


WEJANGAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOA MALAIKAT TUHAN 15 Agustus 2020 : TENTANG HARI RAYA SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA
(https://katekesekatolik.blogspot.com/2020/08/wejangan%20Angelus%20Paus%20Fransiskus%2015%20Agustus%202020.html)
Saudara dan saudari yang terkasih, selamat siang!
Ketika manusia menginjakkan kaki di bulan, ia mengucapkan sebuah kalimat yang menjadi terkenal : “Satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan besar bagi umat manusia”. Intinya, umat manusia telah mencapai tujuan sejarah. Namun hari ini, dalam Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, kita merayakan penaklukan yang jauh lebih besar. Bunda Maria telah menginjakkan kaki di surga : ia pergi ke sana tidak hanya dalam jiwa, tetapi juga dengan raganya, dengan segenap dirinya. Langkah Sang Perawan Nazaret yang hina ini adalah lompatan besar bagi umat manusia. Pergi ke bulan tidak banyak membantu kita jika kita tidak hidup sebagai saudara dan saudari di Bumi. Tetapi salah seorang dari kita yang tinggal dalam daging di Surga memberikan harapan kepada kita : kita memahami bahwa kita berharga, ditakdirkan untuk bangkit kembali. Allah tidak memperkenankan raga kita lenyap menjadi ketiadaan. Bersama Allah, tidak ada yang lenyap! Dalam diri Maria, tujuan telah tercapai dan di depan mata kita memiliki alasan mengapa melakukan perjalanan : bukan untuk mendapatkan perkara-perkara yang bawah sini, yang akan lenyap, tetapi untuk mencapai tanah air di atas sana, yang untuk selamanya. Dan Bunda Maria adalah bintang yang menuntun kita. Ia pergi ke sana terlebih dulu. Ia, seperti yang diajarkan Konsili Vatikan II, bersinar "sebagai tanda harapan yang pasti dan penghiburan bagi Umat Allah selama pengembaraannya di bumi" (Lumen Gentium, 68).

Apa yang disarankan Bunda Maria kepada kita? Hari ini dalam Injil hal pertama yang diucapkannya adalah : “Jiwaku memuliakan Tuhan” (Luk 1:46). Kita yang terbiasa mendengar kata-kata ini mungkin tidak lagi memperhatikan maknanya. Secara harfiah, "memuliakan" berarti "menjadikan hebat", memperbesar. Maria “mengagungkan Tuhan” : bukan berbagai masalah, yang tidak ia miliki pada saat itu, tetapi Tuhan. Sebaliknya, seberapa sering kita membiarkan diri diliputi oleh berbagai kesulitan dan diresapi oleh ketakutan! Bunda Maria tidak demikian, karena ia menempatkan Allah pertama-tama sebagai keagungan hidup. Dari sini Magnificat muncul, dari sini terlahir sukacita : bukan dari tidak adanya masalah, yang lambat laun akan datang, tetapi sukacita dilahirkan dari hadirat Allah yang membantu kita, yang ada di dekat kita. Karena Allah adalah agung. Dan terutama, Allah memandang orang-orang yang hina. Kita adalah kelemahan kasih-Nya : Allah memandang dan mengasihi orang-orang yang hina.

Maria, sesungguhnya, mengakui bahwa ia hina dan meninggikan “perbuatan-perbuatan besar” (ayat 49) yang telah dilakukan Tuhan baginya. Apakah perbuatan-perbuatan besar tersebut? Pertama dan terutama, karunia kehidupan yang tak terduga : Maria masih perawan namun ia hamil; dan Elisabet, juga, yang sudah lanjut usia, sedang menanti kelahiran seorang anak. Tuhan melakukan keajaiban terhadap orang-orang yang hina, orang-orang yang tidak meyakini bahwa mereka besar tetapi memberi ruang yang memadai bagi Allah dalam kehidupan mereka. Ia memperbesar belas kasih-Nya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya, dan membangkitkan orang-orang yang hina. Maria memuji Allah karena hal ini.

Dan kita - kita mungkin bertanya pada diri sendiri - apakah kita ingat untuk memuji Allah? Apakah kita bersyukur kepada-Nya atas perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan-Nya untuk kita? Karena setiap hari yang diberikan-Nya kepada kita, karena Ia senantiasa mengasihi kita dan mengampuni kita, karena kelembutan-Nya? Selain itu, karena telah memberikan Bunda-Nya kepada kita, karena saudara dan saudari yang ditempatkan-Nya di jalan kita, dan karena Ia membukakan Surga bagi kita? Apakah kita bersyukur kepada Allah, memuji Allah untuk perbuatan-perbuatan ini? Jika kita melupakan kebaikan tersebut, hati kita menciut. Tetapi jika, seperti Maria, kita mengingat perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah, jika setidaknya sekali sehari kita “mengagungkan” Dia, maka kita akan mengambil sebuah langkah maju yang besar. Suatu saat di siang hari mengatakan : "Aku memuji Tuhan", mengatakan, "Terpujilah Tuhan", yang merupakan sebuah doa pujian yang singkat. Inilah memuji Allah. Dengan doa pujian yang singkat ini, hati kita akan berkembang, sukacita akan bertambah.

Marilah kita memohonkan kepada Bunda Maria, Sang Pintu Surga, rahmat untuk memulai setiap hari dengan menengadah ke Surga, ke arah Allah, mengatakan kepadanya : "Terima kasih!" seperti yang diucapkan orang-orang yang hina kepada orang-orang yang besar. "Terima kasih".
[https://gerejark.blogspot.com/2020/08/wejangan-paus-fransiskus-dalam-doa.html]

(Peter Suriadi - Bogor, 15 Agustus 2020)

Monday, March 9, 2020

Paus Fransiskus: Jangan Diam! Umat Katolik Harus Bergerak


Pergilah kalian diutus! Kalimat tersebut setiap minggu didengar di penghujung ekartisti saat mengikuti misa harian. Kalimat itu apa maknanya bagi Anda ? Bagi seorang Pastor Felix Supranto, SSCC, Kepala Paroki Gereja Katolik Santa Odillia, Cikupa, perutusan itu dimaknai bahwa dirinya diutus untuk keluar merasul di masyarakat. Terlibat dalam hubungan masyarakat yang plural dan menjadi sebuah pertobatan. Seorang Katolik yang andal, nampak ketika menghadapi masalah di tengah masyarakat, bukan di depan gua Maria atau sakristi. Pastor Ismartono, SJ menyitir ucapan Paus Fransiskus, “jangan merasa menjadi kudus karena kamu lebih banyak berdoa.” Dunia ini adalah ladang Tuhan yang menunggu penggarap. Orang-orang yang kita jumpai di tengah masyarakat adalah ladang garapan. Tidak ada satu tempat pun di mana kita tidak dapat melayani Tuhan, baik dengan mengabarkan Injil atau menyatakan kasih dan pengertian.

Pertanyaannya apakah kita rela turun tangan bekerja di tengah masyarakat yang tuaian banyak namun pekerja sedikit? Kehadiran gereja harus signifikan, relevan, dan bermakna bagi masyarakat. Sesuai Konsili Vatikan II, dunia dipandang positif untuk mencapai kesucian. Kita semua dipangil menunaikan perutusan di dunia, memelihara dan memupuk yang baik dalam masyarakat, memantapkan perdamaian di antara manusia demi kemuliaan Allah. Pergilah, kalian diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan. Keluar dari zona nyaman dan aman. Sejak awal Yesus menginginkan para RasulNya bergerak turun dan masuk dalam duka dan derita jemaat (masyarakat). “Jangan diam!,” demikian seruan Paus Fransiskus. Jadi gereja harus bergerak ke tengah dunia.

Gereja bukan hanya sebuah hierarki. Para umat awam di dalam gereja dipanggil menjadi kudus dan melakukan karya keselamatan, melalui pekerjaan harian mereka sebagai petani, nelayan, karyawan, pebisnis, guru, pelajar atau mahasiswa, pejabat pemerintah, aktivis, politisi, dan sebagainya. Ciri khas awam adalah corak sekular dan corak duniawi tempat mereka hidup. Rasul awam adalah rasul masyarakat. “Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai” (Yoh 4:35). Itu artinya semua awam dalam keadaan apapun dipanggil dan wajib menjalankan kerasulan, memiliki kewajiban untuk menjadi saksi Kristus di dalam masyarakat. Turut berperan aktif merasuki dunia dengan semangat Kristiani.

Source : http://www.st-stefanus.or.id/berita/detail/paus-fransiskus-jangan-diam-umat-katolik-harus-bergerak

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)