Latest News

Showing posts with label Yesus. Show all posts
Showing posts with label Yesus. Show all posts

Sunday, February 14, 2021

M E N G E T U K P I N TU

 

*M E N G E T U K   P I N T U*
Pernahkah Anda melihat gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan sebuah pintu sambil mengetuk ? 

Gambar tersebut dibuat oleh seorang seniman bernama Holman Hunt.

Ada peristiwa menarik saat Holman Hunt membuat gambar tersebut.

Ketika ia sudah selesai menggambar, ia ingin mengetahui tanggapan dari rekan-rekannya terhadap gambar Tuhan Yesus yang sedang berdiri di depan pintu dan mengetuk. 

Semua rekan-rekannya dengan teliti dan kritis mencoba menemukan kesalahan dalam gambar tersebut.

Namun, rekan-rekannya tersebut tidak dapat menemukan kesalahan, justru mereka memuji gambar tersebut.

Hal ini membuat Holman Hunt tidak merasa puas, ia memanggil rekan-rekannya yang lain dan memintanya mencari kesalahan dengan lebih teliti secara profesional.

 Tetapi, mereka pun tidak dapat menemukan kesalahan. 

Sampai salah seorang rekannya yang masih amatir merasa menemukan kesalahan yang sangat mendasar, yaitu bahwa Holman Hunt lupa membuat pegangan pembuka pintu. 

Akhirnya semua orang setuju itulah kesalahan mendasar yang dibuat Holman Hunt dalam gambar tersebut.

Tetapi, Holman Hunt memberikan jawaban yang mengejutkan semua orang bahwa itu bukan suatu kesalahan atau keteledoran.

 Ia sengaja membuat gambar Tuhan Yesus berdiri di depan pintu yang tidak memiliki handle pintu luar, karena itu adalah gambar Tuhan Yesus yang berdiri di depan 

PINTU HATI , bukan pintu rumah.......... 
Pintu Hati hanya bisa dibuka dari dalam, sehingga tidak ada handle pintu luarnya.

*Dalam kemahakuasaanNya, Tuhan Yesus tidak pernah memaksa seseorang untuk percaya kepadaNya.

 Dia tidak pernah menggunakan kuasaNya untuk memaksa Saudara bertobat dari dosa-dosa saudara.

 Tuhan Yesus mau setiap manusia menggunakan kehendak bebas yang mereka miliki untuk memilih Dia daripada hidup dalam dosa.

 Pilihan ini muncul dari suara hati manusia sendiri yang sudah dicerahkan oleh Roh Kudus.*

*Bila saat ini kita masih jatuh bangun dalam dosa, masih menyembunyikan dosa, atau tidak bisa melepaskan dosa, ingatlah Tuhan Yesus sedang berdiri dan mengetuk pintu hati kita.

 Dia tetap menunggu sampai kamu mau membuka pintu hatimu untuk menerimaNya.

*Jadi, jangan kunci hatimu ...... bukalah pintu hatimu lewat heningnya doa dan biarkan Tuhan Yesus masuk dan tinggal di dalam hatimu..
Salam Damai Kristus
Selamat Berkatekese Bersama:
_*BAGIKAN segera agar Umat Katolik Lebih Pintar*_
_*Dalam Membela Iman*_

Part 1 
*Catet: Sepanjang Putaran Lagu Rohani Ini Anti Intrupsi Iklan*
 *Saxophonumentalia Rohani Kristen* 
*Selamat Terhibur Bersama:*

Saturday, February 23, 2013

Klarifikasi Berita-Berita HOAX Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI


Di Facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya, bahkan lewat BBM dan SMS beredar berita bahwa Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena telah meninggalkan Gereja Katolik dan keyakinannya sebagai penerus Kristus dan para rasul..

Ini berita yang sangat lucu dan penuh kebohongan.. Hanya karena sebuah foto kunjungan Bapa Suci pada tahun 2006 yang melakukan kunjungan ke sebuah Mesjid di Turki, dikatakan bahwa Bapa Suci sedang melakukan ritual keagamaan lain.. Jelas terlihat bahwa di foto ini Bapa Suci hanya menundukkan kepala sedangkan orang-orang di belakangnya tidak melakukan hal serupa..

Prihatinnya adalah banyak umat Katolik terprovokasi dan menjadi goncang imannya karena berita bohong ini..

Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena ALASAN KESEHATAN dan Beliau bukan Paus pertama yg mengundurkan diri.. Apakah hal ini aneh? TIDAK..

For your info, Bapa Suci Beato Yohanes Paulus II juga digosipkan meninggalkan Gereja Katolik..

Dimana-mana entah di Indonesia dan mancanegara, Gereja Katolik selalu menjadi pusat perhatian karena Gereja adalah institusi tertua di muka bumi ini yang telah bertahan selama 2000 tahun.. Gereja telah melewati banyak tantangan dan tetap bertahan karena apa?

Janji Yesus sendiri "Di atas Batu Karang ini, Aku akan mendirikan jemaatKu dan ALAM MAUT TAKKAN MENGUASAINYA"

Apakah Iblis menyukai kebenaran? Tidak! Sampai kapanpun ia akan terus menyerang kebenaran itu, dan mereka yg menyerang Gereja dengan berita-berita HOAX adalah rekan sekerja Iblis..

Apakah anda mau setia pada Kristus dan GerejaNya?
Tak pernah ada alasan utk meninggalkan Kristus dan Gereja Katolik..

Tuesday, January 22, 2013

Kalender Yesus merokok dan tenggak bir beredar di India


Umat Kristen di Negara Bagian Maharashtra, India, marah lantaran ada kalender 2013 memuat gambar Yesus sedang memegang sebatang rokok dan segelas bir.

Mereka meradang dengan menyatakan gambar itu telah menghina agama. Mereka juga meminta pemerintah untuk segera mengambil tindakan atas kejadian itu, seperti dilansir situs eurasiareview.com, Selasa (22/1).

"Gambar menghina itu sudah dicetak sebanyak 30 ribu eksemplar dan sudah beredar di pasaran," kata Presiden Forum Sekuler Katolik (CSF) Joseph Dias.

Dias mengatakan pengacara Vikram E. Amolik dan Pankaj K. Bhandari sudah melayangkan surat tuntutan kriminal ke pengadilan terkait kasus itu. Pengadilan akan segera menggelar dengar pendapat.

Mantan pejabat kota Tanaji D. Lonkar dikabarkan menerbitkan kalender itu. Namun dia mengelak dari tuduhan itu dengan mengatakan gambar itu diambil dari Internet. Lonkar menyatakan dia telah menarik peredaran kalender itu.

Dias mengancam akan membalas tindakan itu kecuali pemerintah bertindak cepat dan segera menangkap pelaku.

Beberapa waktu lalu di media sosial Facebook beredar gambar Bunda Maria sedang menyuruh Yesus membersihkan kamar. Kasus itu juga menyulut amarah umat Kristen.

Monday, December 31, 2012

Toleransi Tingkat Tinggi, 12 Mahasiswa IAIN Walisanga Ikuti Misa Natal


Toleransi Tingkat Tinggi, 12 Mahasiswa IAIN Walisanga Ikuti Misa Natal

Misa malam Natal di Gereja St Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/12) tampak berbeda dari perayaan Natal tahun yang lalu.

Sebelum misa malam Natal, Senin (24/12), yang dipimpin Romo Aloysius Budi Purnomo PR itu, belasan pemuda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisanga Semarang datang. Mereka bahkan duduk di kursi lipat paling depan dalam gereja yang disediakan secara mendadak karena kursi yang disediakan telah habis.

Kedatangan 12 mahasiswa dari IAIN Walisanga itu sebelumnya sempat membuat terkejut para staf gereja, tidak terkecuali Romo Budi. Mereka ternyata menunjukkan rasa hormat dan sikap toleransi yang tinggi. Bagaimana tidak, kedatangan mereka di tengah oknum elite keagamaan Islam yang melarang, bahkan memfatwakan haram, memberi ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani oleh umat Islam.

Ke-12 mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang. Kedatangan mereka memberitahukan dan memohon izin untuk mengikuti misa malam Natal di gereja.

Romo Kepala Paroki St Fransiskus Xaverius Kebon Dalem, Aloysius Budi Purnomo PR, mengatakan kedatangan teman-teman mahasiswa dan mahasiswi IAIN Walisanga Semarang itu bermaksud mengikuti perayaan misa malam Natal. �Saya pikir, mereka datang untuk ikut mengamankan jalannya perayaan misa malam Natal, ternyata mereka mengatakan mau ikut serta dari awal sampai selesai,� kata dia.

Namun, karena semua bangku dan kursi di dalam dan di luar gereja sudah dipadati oleh ribuan umat yang hadir, mereka dipersilakan duduk di kursi lipat yang disediakan secara mendadak di bagian paling depan di dalam gereja. Mereka dengan khidmat mengikuti jalannya upacara misa malam Natal.

Tepuk tangan dan senyuman penuh arti oleh ribuan umat Katolik yang mengikuti misa tersebut riuh saat Romo Budi memperkenalkan kepada umat akan kedatangan mereka. �Yesus Kristus memang lahir bukan hanya untuk orang Kristiani, tetapi untuk siapa pun juga,� ujar dia.

Menurut Romo Budi yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Semarang, peristiwa ini menjadi penting di tengah disertifikasi spiritual saat orang mudah terjebak dalam padang gurun kekeringan rohani yang bahkan membuat orang menolak keberadaan Tuhan.

�Apa pun yang menjadi motivasi mereka, kehadiran mereka dalam misa malam Natal hingga selesai memberikan kesejukan harmoni di tengah padang gurun kehausan orang mendambakan hidup rukun dan damai,� ungkap dia.

Aktualisasi Pemahaman Keagamaan

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbandingan Agama IAIN Walisanga Semarang yang hadir pada misa malam di Gereja Kebon Dalem, Ahmad Muqsith, mengatakan apa yang dilakukannya bersama teman-teman adalah wujud tolorensi beragama yang diaktualisasikan. Wujud toleransi itu diaktualisasikan dengan menghadiri acara misa malam Natal.

�Kami mencoba mengambil bagian dalam upaya melestarikan kerukunan antarumat beragama. Saya rasa saat semua orang sudah mampu mempelajari agama dari beberapa aspek sosial. Mereka akan sangat menghargai umat agama lain. Karena saat kita berbuat baik, orang tidak akan menanyakan apa agama kita,� ujar dia. Demikian dikutp dari Koran Jakarta.

Fatwa MUI Melarang Ikut Ritual Natal

Berdasarkan Fatwa MUI tahun 1987, mengikuti upacara natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram.

Dalam fatwa tersebut disebutkan, Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah Subhanahu wa Ta�ala serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas: hadits Nabi dari Numan bin Basyir (yang artinya): �Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang haran itu pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang syubhat (seperti halal, seperti haram), kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah Agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di sekitar daerah larangan maka mungkin sekali binatang itu makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkanNya (oleh karena itu yang haram jangan didekati).�

Aktualisasi yang Kufur

Menanggapi hal ini, Prof Dr KH Maman Abdurrahman, MA menegaskan, bahwa apa yang dilakukan para mahasiswa IAIN Walisanga itu sudah keluar dari pakem yang dimaksud dengan toleransi.  Menurut Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) ini, yang namanya toleransi itu bukan ikut ibadah keyakinan orang lain.

�Mereka ini pemahamannya tentang Islam sudah salah. Mereka didorong oleh orang-orang pelaku paham sekuleris, pluralis, liberalis (SEPILIS), yang tidak bertanggungjawab,� tegas Prof Maman kepada salam-online, Ahad (30/12/2012).

Menurutnya, inilah yang dikehendaki kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam dan umat Islam ketika para pembesar Quraisy menawarkan konsep toleransi, pekan ini mereka beribadah dalam Islam, setelah itu berikutnya giliran umat Islam ikut dalam ritual mereka, demikian seterusnya. Lalu, turunlah surah Al-Kaafirun yang di akhir ayatnya menegaskan, �Bagimu Din (keyakinan)mu, bagiku keyakinanku.�

Jadi, kata Prof Maman Abdurrahman, Islam sudah sangat jelas dalam hal mengatur toleransi ini. Yang namanya toleransi itu AKTUALISASI-nya bukan mencampuradukkan ibadah atau ikut ritual ibadah keyakinan lain.

Ada wilayah akidah dan ibadah, ada pula ruang toleransi dalam muamalah dan berhubungan sosial, ini semua diatur dalam Islam. Jadi, apa yang dilakukan para mahasiswa ini sudah di luar  jalur toleransi. Salah dalam mengaktualisasikan toleransi.

Kata Prof Maman, sejak awal Islam sudah memagari bagaimana melaksanakan toleransi itu dengan turunnya surah Al-Kaafiruun. Toleransi bukan dalam konteks akidah dan ibadah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah jelas dalam hal ini.

�Para mahasiswa ini salah dalam memahami dan menafsirkan aktualisasi toleransi,� tandas Guru Besar Bandung Islamic University ini.

Thursday, December 6, 2012

Darimanakah asalnya perayaan hari Natal?


Memang ada beberapa teori tentang asal mula Natal dan Tahun Baru. Menurut Catholic Encyclopedia, pesta Natal pertama kali di sebut dalam �Depositio Martyrum� dalam Roman Chronograph 354 [edisi Valentini-Zucchetti (Vatican City, 1942) 2:17). Dan karena Depositio Martyrum ditulis sekitar tahun 336, maka disimpulkan bahwa perayaan Natal dimulai sekitar pertengahan abad ke-4. Kita juga tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Kristus, yang diperkirakan sekitar 8-6 BC. Menurut St. Yohanes Krisostomus, Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis, adalah imam agung yang memimpin ibadah pada hari Atonement yang jatuh pada tanggal 24 September (pada saat ia menerima kabar dari malaikat bahwa istrinya Elisabet akan mengandung). Yohanes Pembaptis lahir 9 bulan sesudahnya, yaitu tanggal 24 Juni; dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember (sumber: New Catholic Encyclopedia, Vol. 3: Can-Col, 2nd ed. (Gale Cengage, 2002), p.655-656).

Dan banyak orang yang mempercayai bahwa kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember adalah berdasarkan tanggal winter solstice (25 Desember dalam kalendar Julian), karena pada tanggal tersebut, matahari mulai kembali ke utara. Dan pada tanggal yang sama kaum kafir /pagan berpesta �dies natalis Solis Invicti� (perayaan dewa Matahari). Pada tahun 274, kaisar Aurelian menyatakan bahwa dewa matahari sebagai pelindung kerajaan Roma, yang dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Hal ini juga berlaku untuk tahun baru, yang dikatakan berasal dari kebiasaan suku Babilonia. Dan semua itu adalah masih merupakan spekulasi.

Pertanyaannya, anggaplah bahwa data histori tersebut di atas adalah benar, dan pesta Natal diambil dari kebiasaan kaum kafir, apakah kita sebagai orang Kristen boleh merayakannya? Jawabannya YA, dengan beberapa alasan:
  1. Dari alasan inkulturasi. Kita tidak harus menghapus semua hal di dalam sejarah atau kebiasaan tertentu di dalam kebudayaan tertentu, sejauh itu tidak bertentangan dengan ajaran dan doktrin Gereja dan juga membantu manusia untuk lebih dapat menerima Kekristenan. Essensi dari perayaan Natal ini adalah kita ingin memperingati kelahiran Yesus Kristus, yang menunjukkan misteri inkarnasi. Dan karena Yesus adalah terang dunia (Lih Yoh 8:12; Yoh 9:5), adalah sangat wajar untuk mengganti penyembahan kepada dewa matahari dengan Allah Putera, Yesus, Sang Terang Dunia. Dan karena Yesus adalah �awal dan akhir� dan datang �untuk membuat semuanya baru� (Wah 21:5-6), maka tahun kelahiran Kristus diperhitungkan sebagai tahun 1. Dengan ini, maka orang-orang yang tadinya merayakan dewa matahari, setelah menjadi Kristen, mereka merayakan Tuhan yang benar, yaitu Yesus. Dan orang-orang tersebut akan dengan mudah menerima Kekristenan dan sebaliknya Gereja juga tidak mengorbankan nilai-nilai Kekristenan.
    Namun di satu sisi, Gereja tidak pernah berkompromi terhadap hari Tuhan, yang kita peringati sebagai hari Minggu. Di sini Gereja mengetahui secara persis,  bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib jatuh pada hari Jumat dan kebangkitannya adalah hari Minggu. Pada masa gereja awal, ada yang memaksakan untuk mengadakan hari Tuhan pada hari Sabat (mulai hari Jumat sore sampai Sabtu malam). Namun beberapa Santo di abad awal mempertahankan bahwa hari Tuhan harus hari Minggu dengan alasan: 1) Yesus bangkit pada hari Minggu, 2) Yesus memperbaharui hukum dalam Perjanjian Baru dengan hukum yang baru. Dengan dasar inilah Gereja berkeras untuk mempertahankan hari Minggu sebagai hari Tuhan. Namun dalam kasus perayaan Natal, tidak ada yang tahu secara persis hari kelahiran Tuhan Yesus.
  2. Kalau kita amati, manusia dalam relung hatinya, mempunyai keinginan untuk menemukan penciptanya. Penyembahan kepada dewa matahari adalah merupakan perwujudan bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi daripada manusia, dalam hal itu adalah matahari, yang dipandang dapat memberikan kehidupan bagi mahluk hidup pada waktu itu. Namun sesuai dengan prinsip �grace perfects nature atau rahmat menyempurnakan sifat alamiah� (lihat St. Thomas Aquinas, ST, I, Q.1, A.8.), maka tidak ada salahnya untuk mengadopsi tanggal yang sama, dengan menyempurnakan konsep yang salah sehingga menjadi benar, dalam hal ini penyembahan terhadap dewa terang/matahari dialihkan penyembahan kepada Yesus, Sang Sumber Terang. Kalau kita perhatikan, tanggal 1 Mei adalah hari buruh sedunia (Labour day) yang disponsori kaum komunis, namun Gereja memperingatinya sebagai hari St. Yosep pekerja (ditetapkan oleh Paus Pius XII, tahun 1955). Gereja ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa St. Yosep seharusnya menjadi figur bagi para buruh, di mana dengan mencontoh figur St. Yosep, maka dunia dapat dibangun dengan lebih adil. Juga permulaan tahun baru, Gereja menjadikan hari tersebut perayaan �Maria, bunda Allah�.
  3. Adalah baik untuk mempunyai tanggal tertentu (dalam hal ini 25 Desember untuk perayaan Natal), yang setiap tahun diulang tanpa henti sampai pada akhir dunia. Tanggal ini senantiasa akan mengingatkan kita akan kelahiran Yesus Kristus. Kalau kita mengadakan angket di seluruh dunia, dengan pertanyaan �Kita memperingati apakah pada tanggal 25 Desember?� saya yakin bahwa hampir semua jawaban akan mengatakan �Natal, atau kelahiran Kristus� dan bukan merayakan dewa matahari.
  4. Untuk umat Katolik, dengan masa adven, Gereja menginginkan agar seluruh umat Katolik mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Sang Raja. Dari sini kita melihat bahwa Gereja justru menyuruh umat-Nya untuk berpartisipasi dalam persiapan Natal, yang jatuh tanggal 25 Desember.

Sambutlah Allah yang telah menjelma menjadi manusia,
Hosanna in Excelsis!

Wednesday, December 5, 2012

Bolehkah Umat Katolik Merayakan Natal pada Masa Adven?

Siapkan jalan untuk kedatangan Tuhan
Hari ini kita memasuki Masa Adven. Pada masa-masa Adven ini, banyak Gereja Kristen Protestan akan merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Bagaimana sikap kita, orang Katolik, terhadap undangan dan ajakan untuk merayakan Pesta Natal pada masa Adven? Kita hendaknya mempunyai sikap tegas terhadap pesta Natal sebelum tanggal 25 Desember dengan mengatakan �tidak�. Kita hendaknya menghindari sikap kompromi dengan alasan demi persahabatan atau tidak ada kesempatan lagi merayakannya setelah tanggal 25 Desember karena banyak orang akan mengadakan liburan.
 
Gereja Katolik melarang pesta Natal pada Masa Adven karena Masa Adven merupakan masa pertobatan, sebagai persiapan menyambut kedatangan Tuhan. Bertobat berarti kita meratakan hati kita yang lekuk-lekuk oleh rupa-rupa dosa, seperti kebencian, irihati, dan dendam dengan cara menerima Sakramen Pengampunan Dosa di lingkungan-lingkungan atau di gereja. Dalam Sakramen Tobat itu, kita tidak hanya menyesali dosa-dosa kita, tetapi kita juga membuka diri terhadap pimpinan Roh Kudus sehingga kita mau diubah untuk menjadi manusia baru. Terus menerus berusaha menjadi manusia baru merupakan persiapan yang pantas untuk menyambut kedatangan Sang Raja ke dalam jiwa dan hati kita. Karena itu, perayaan Natal yang sangat meriah dan hebat, tetapi tanpa pertobatan adalah tidak berarti dan kosong. Dengan kata lain, kehilangan adven berarti kehilangan Natal, karena kita kehilangan sukacita Natal yang sesungguhnya, yaitu Lahir Baru di dalam Tuhan.

Supaya Natal sungguh bermakna, marilah kita menggunakan Masa Adven ini sebagai sebuah kesempatan yang indah untuk meluruskan hidup kita sebagai jalan untuk menyambut kedatangan Raja dari segala Raja. Yohanes Pembaptis mengulangi seruan Nabi Yesaya untuk menyongsong kedatangan Yesus Kristus, Sang Mesias : �... ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya� (Markus 1:3). Tuhan memberkati!


Sumber : http://renunganpagi.blogspot.com/2011/12/bolehkah-kita-merayakan-natal-pada-masa.html

Monday, December 3, 2012

Penampakan Bunda Maria Hebohkan Malaysia

Penampakan Bunda Maria di jendela RS Sime Darby

Sosok menyerupai Bunda Maria muncul di sebuah jendela di Rumah Sakit Sime Darby, di Kota Subang Jaya, Negara Bagian Selangor, Malaysia. Alhasil, gambar terletak di lantai tujuh itu langsung menghebohkan umat Katolik di negara jiran itu sejak dua hari lalu.

Situs emirates247.com melaporkan, Senin (12/11), gambar Bunda Maria itu langsung menyebar di kalangan umat Kristen setempat melalui media sosial Facebook. Sejumlah orang langsung memadati rumah sakit untuk melihat secara langsung.

Bahkan, mereka yang menginap menyebut telah melihat sosok seperti Yesus tidak jauh dari penampakan Bunda Maria. Mereka melihat Yesus selang dua jendela di sebelah Bunda Maria.

Umat Katolik berduyun-duyun datang memadati lokasi penampakan Bunda Maria

Ibu rumah tangga tinggal tidak jauh dari situ, Eunice Fernandez, percaya Bunda Maria mencoba mengirim pesan kepada semua orang. Ini lantaran gambar Bunda Maria seperti melihat ke arah bawah dan bendera Malaysia. "Kita juga melihat Yesus dan seperti bergerak. Keduanya tidak diam," ujar Fernandez. Perempuan 54 tahun ini membantah penampakan Bunda Maria itu tipuan belaka.

Kurang lebih seratus umat Katolik menginap di sekitar rumah sakit sambil menyalakan lilin, menyanyikan lagu pujian, dan berdoa. Beberapa bus pelancong terlihat memacetkan jalan menuju rumah sakit. Tidak hanya warga Malaysia, beberapa orang di antaranya berasal dari Singapura. Mereka datang untuk melihat gambar dipercaya sebagai mukjizat itu.

Rumah sakit yang terletak di Kota Subang Jaya, negara bagian Selangor, Malaysia ini, dikunjungi sejumlah wisatawan yang memadati wilayah RS hingga menimbulkan kemacetan. Menurut Simon Labrooy, imam terdekat di Paroki St Thomas More Subang Jaya, panel kaca jendela akan dipindahkan ke Gereja Maria Our Lady of Lourdes di Klang, Malaysia, agar umat dapat berdoa lebih kondusif. Demikian dilansir The Sun, Rabu, (14/11/2012).
Panel Kaca Jendela dipindahkan ke Gereja Maria Our Lady of Lourdes di Klang, Malaysia

Redaktur majalah mingguan Katolik asal Malaysia, the Herald, Lawrence Andrew, mengatakan gereja akan meneliti keaslian gambar dan memeriksa saksi. "Bisa saja ini wahyu. Tapi memang harus dipastikan lebih dulu apakah gambar ini buatan atau benar-benar Bunda Maria," katanya.

Rumah sakit yang terletak di Kota Subang Jaya, negara bagian Selangor, Malaysia ini, dikunjungi sejumlah wisatawan yang memadati wilayah RS hingga menimbulkan kemacetan. Menurut Simon Labrooy, imam terdekat di Paroki St Thomas More Subang Jaya, panel kaca jendela akan dipindahkan ke Gereja Maria Our Lady of Lourdes di Klang, Malaysia, agar umat dapat berdoa lebih kondusif. Demikian dilansir The Sun, Rabu, (14/11/2012).

Lebih lanjut klik: http://www.kabargereja.tk/2012/11/fenomena-menarik-penampakan-sosok-mirip.html
Copyright � 2011 TimPPGI di KabarGereja
Rumah sakit yang terletak di Kota Subang Jaya, negara bagian Selangor, Malaysia ini, dikunjungi sejumlah wisatawan yang memadati wilayah RS hingga menimbulkan kemacetan. Menurut Simon Labrooy, imam terdekat di Paroki St Thomas More Subang Jaya, panel kaca jendela akan dipindahkan ke Gereja Maria Our Lady of Lourdes di Klang, Malaysia, agar umat dapat berdoa lebih kondusif. Demikian dilansir The Sun, Rabu, (14/11/2012).

Lebih lanjut klik: http://www.kabargereja.tk/2012/11/fenomena-menarik-penampakan-sosok-mirip.html
Copyright � 2011 TimPPGI di KabarGereja

Sunday, November 25, 2012

Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam

Tahun liturgi B akan diakhiri dengan Hari Raya Yesus Kristus Raja semesta alam, tgl 25 November ini dan dilanjutkan dengan Tahun Liturgi C, mulai Minggu Advent I tanggal 2 Desember nanti.

Bacaan Injil: Yohanes 18, 33b - 37
Dialog dalam pertemuan antara Yesus dan Pilatus dapat disebut sebagai sebuah dialog yang macet. Pertanyaan terakhir Pilatus � Apakah kebenaran itu ? �, tidak memperoleh jawaban dari Yesus. Namun semua apa yang terjadi setelah Pilatus cuci tangan dan menyerahkan Yesus untuk dihukum salib, tentunya menjawab dengan lebih berlimpah pertanyaannya itu. Sebagai gambaran situasi, saat itu Yesus berhadap-hadapan dengan Pilatus untuk diinterogasi di dalam gedung pengadilan yang disebut litostrotos, sedang di luar ada kerumunan besar orang banyak, yang kali ini berada di pihak sebagai musuh dan pendakwa Yesus. Tentu ada pembesar-pembesar romawi dan pasukan tentaranya sedangkan Yesus, seorang diri. Mari kita meditasikan dan refleksikan Kisah Injil pada hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini.


Dialog dalam tiga tahap :
Tahap pertama (ayat 33-35), interogasi mengenai istilah Raja orang Yahudi. Pertanyaan Pilatus kepada Yesus tampaknya menjadi sesuatu yang obsesif, mewakili gejolak pada dirinya sendiri. Perwakilan Kaisar itu � takut � pada orang Galilea, yang disebut sebagai raja orang Yahudi ini. Suatu kuasa yang cemas pada kuasa-kontra, yang bisa mengancam sewaktu-waktu dominasi Romawi di Palestina. Yesus mencoba menguji Pilatus yang memberikan pertanyaan sindiran � Engkau inikah raja orang Yahudi ?� dengan balik mempertanyakan apakah itu pengetahuan dan motif Pilatus sendiri tentang sebutan Raja orang Yahudi itu. Pilatus sebetulnya mengakui ketidaktahuannya, karena sebetulnya maknanya bisa berbeda antara apa yg dimaksud oleh Yesus dan apa yang dituduhkan oleh orang Yahudi. Kemungkinan besar istilah raja orang Yahudi atau raja Israel itu diambil Pilatus dari teriakan orang banyak saat Yesus masuk ke Yerusalem, ketika mereka bersorak-sorai menyambut Yesus : � Hosana, terpujilah Dia yang datang atas nama Tuhan. Terpujilah dia Raja Israel, Putra Raja Daud � ; walau sekarang orang banyak yang sama itu pulalah yang ikut mengajukan Yesus ke pengadilan Pilatus. Maka di tahap pertama ini, Pilatus tidak mendapatkan jawaban dari Yesus dan juga tidak bisa menjawab pertanyaan Yesus. Dan untuk melanjutkan penyelidikan ia bertanya � Apa yang telah Engkau buat, sehingga bangsa-Mu sendiri dan orang-orang Yahudi menyerahkan Engkau untuk kuadili?

Tahap kedua (ayat 36), Yesus lalu menjelaskan sifat dan kodrat kerajaan-Nya. Kerajaan yang tidak bertentara, yang tidak punya kekuatan militer,  tidak berwilayah dan tidak berpemerintahan dan tidak berasal dari dunia ini atau tidak bersifat seperti kerajaan duniawi.

Tahap ketiga (ayat 37, 38), karena Yesus menyebut �kerajaan-Ku�, maka Pilatus menyimpulkan dengan pertanyaan �jadi Engkau adalah Raja?� namun tidak lagi mengatakan Raja orang Yahudi. Dan Yesus menjawab untuk menegaskan bahwa Pilatus sebetulnya telah mengatakan Yesus adalah Raja dari hatinya sendiri: �Engkau mengatakan bahwa Akulah Raja�. Di sini Pilatus mengasumsikan tanggungjawab dari pengadilannya, sebagai penguasa romawi di sana, namun Yesus menjelaskan duduk-perkara alasan dan tujuan atau misi-Nya, mengapa dan untuk apa Ia datang membawa kerajaan-Nya itu. Yakni untuk bersaksi akan kebenaran dan membawa setiap orang dengan kuasa otoritas-Nya kepada kebenaran, hal yang sama sekali tidak mengancam eksistensi romawi. Dan dialog berakhir dengan pertanyaan Pilatus tentang apakah kebenaran itu, yang tak memperoleh jawab dari Yesus.

Kerajaan Politis dan Kerajaan Spiritual
Monolog singkat Yesus di ayat 36 atau di tahap 2 dialog menegaskan transisi antara dua elemen dialog. Pertama, yang berkaitan dengan konsep kerajaan yang lebih bersifat politis (ayat 33-35), di mana Yesus diajukan oleh bangsa Yahudi ke pengadilan dengan tuduhan mau menggalang kekuatan politis melawan penguasa Romawi saat itu dengan ungkapan, �Siapa mengaku dirinya raja, melawan Kaisar (ayat 12) atau �Kami tidak punya raja, selain Kaisar (ayat 15). Hal mana, jika benar berarti menjadi ancaman bagi rezim romawi saat itu.

Kedua, yang sudah diberi tafsiran teologis yang lebih luas, yakni bahwa Pilatus, figure dari dunia pagan ini mendapat penjelasan cukup dari Yesus dan siap untuk mengakui pada diri Yesus, suatu kerajaan yang bersifat spiritual, melalui pewahyuan mengenai kebenaran. Dalam Injil Yohanes, kebenaran ini tak lain adalah pewahyuan rencana keselamatan Allah dalam diri Yesus sendiri. Kerajaan-Nya ini tidak memiliki nasionalisme atau ambisi duniawi, karena Ia memang bukan dari dunia ini dan ketika Ia mengumpulkan orang, mereka dipanggil tidak untuk menjadi tentara yang siap berperang mempertahankan kekuasaan atau kedudukan, namun menjadi murid-murid yang penuh perhatian pada suara Gurunya dan yang musti mengaku diri sebagai saksi-saksi kebenaran dan yang nantinya tak kenal lelah bersaksi tentang Dia. Bila kisah diteruskan, kita tahu bahwa setelah itu Pilatus hendak membebaskan Yesus karena memang tidak menemukan kesalahan apapun pada-Nya, dan lebih dari itu Yesus tidak membahayakan dirinya atau kekuasaan romawi.


Rancangan Allah, bukan rancangan manusia.
Kisah Kerajaan ini menjadi makin ironis ketika Pilatus tak mampu menolak keinginan orang banyak. Sebuah rencana akan berdirinya kerajaan yang bersifat universal dan abadi sebagai perwujudan kasih Allah pada bangsa-manusia dengan memberikan Putera-Nya yang tunggal dan terkasih, sepertinya dengan mudah menjadi layu sebelum berkembang, ketika Pilatus akhirnya memilih cuci tangan, dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan. Namun cara inilah yang dipilih Allah, karena memang Allahlah yang tahu jalan-jalan terbaik untuk mengasihi manusia. Lewat jalan-jalan yang sulit dimengerti manusia itulah Ia menghadirkan Kerajaan-Nya. Ia mempersiapkan kerajaannya hanya dengan 3 tahun masa bakti-Nya di dunia. Ia memilih dan menempatkan orang-orang di kerajaannya, bukan dari kaum cerdik-pandai, namun dari golongan marginal yang polos  dan sederhana. Mahkotanya adalah rangkaian duri dan tahta-Nya adalah kayu salib. Namun kerajaannya itu, yang nota bene berdurasi sejak inkarnasi-Nya sampai parousia, memang tidak dari dunia ini, atau lebih tepatnya mengatasi dunia ini. Ia sendiri, merubuhkan kerajaan maut musuh abadinya,melalui sengsara dan wafat-Nya, membangun Kerajaan Barunya hanya dalam 3 hari lewat misteri kebangkitan-Nya. Dan melihat Dia berani mengaku diri sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup, Akulah Alfa dan Omega, maka kita memahami bahwa kerajaan-Nya itu bersifat dahulu, sekarang dan yang akan datang alias tanpa batas dan tanpa akhir alias mengatasi segala ruang dan waktu alam semesta ini.



Apa yang bisa kita petik dari pemahaman akan Kerajaan Allah seperti ini?
Pertama, ketika Yesus diakui sebagai Raja dengan ciri-ciri tadi, berarti Ia meraja tidak untuk menonjolkan kuasa-Nya, melainkan untuk memberi pada kita kebebasan atau kemerdekaan sebagai anak-anak Allah. Yesus memberi kebebasan kepada setiap orang dengan menawarkan jalan keselamatan dengan memberikan hukum kasih: Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Dan Kasih sebagai jalan keselamatan itu diteladankan Allah dengan menyerahkan anak-Nya yang tunggal. Oleh karena tak seorangpun mampu menjalankan hukum kasih dengan sempurna, maka Allah, si pembuat hukum sendiri, yang menjelma menjadi manusia yang melaksanakan hukum itu secara paripurna untuk memungkinkan penebusan dosa dalam rencana keselamatan itu. Ya, itu karena hanya Allah sajalah yang dapat mengasihi,  mengampuni, menghapus dan menebus dosa manusia, secara penuh. Jadi Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk menerima pemberian kasih-Nya itu atau sebaliknya menolaknya.

Kedua, untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya ini, yang diperlukan adalah pertobatan. Karena soal keselamatan adalah soal terbebasnya manusia dari belenggu dosa dan maut. Ketika Yohanes Pembaptis mengawali karyanya, ia berseru-seru, bertobatlah karena Kerajaan Allah sudah dekat. Yesus juga mengundang kepada pertobatan, kepercayaan kepada Injil dan pemberian diri untuk dibaptis karena kerajaan Allah sudah dekat. Jadi untuk menyambut dan masuk ke Kerajaan Allah ini, orang lebih dahulu harus menjadi pantas dan layak, bersih dari dosa.

Ketiga, kita dalam kerajaan ini, tidak perlu mengandalkan apapun selain kasih Allah. Karena ini adalah Kerajaan Allah, maka memang cara Allah yang musti dipakai. Ya, walaupun cara  Allah, yang meraja tanpa kuasa seperti ini, dapat menjadi skandal: baik dahulu maupun sekarang. Bagi orang Yahudi ini batu sandungan: sebab mesias haruslah jaya dan pemenang, pengusir penjajah romawi. Jadi mesias yang tak berdaya di kayu salib, jelas-jelas skandal yang naif dan tidak bisa diterima. Lalu bagi orang Yunani ini kebodohan : kebodohan salib. Orang pandai tak mungkin melakukan kegilaan seperti ini. Kerajaan tanpa tentara, tanpa senjata tanpa kuasa-kuasa yang membuat orang bergetar ketakutan, dapat saja dan umumnya diragukan. Namun bagi kita, yang percaya, ini adalah kebijaksanaan dari kehendak Allah. Mulai dari kesederhanaan dalam saat kelahiran-Nya di Betlehem, hidup dalam kemiskinan di Nazareth yang jauh dari gambaran jaya garis keturunan Daud, Bapa leluhurnya ; Raja yang � blusukan � tanpa batas dengan mereka yang lepra, yang kumuh, yang dihindari masyarakat ; Raja yang bergabung dengan para pendosa, yang berkelana dari desa ke desa ; Raja yang dengan tangan kosong berhadapan dengan para penangkapnya di taman zaitun dan sendirian di hadapan penguasa dunia saat itu dan puncak skandal Raja ini adalah ketakberdayaan dalam penyiksaan dan hukuman di kayu salib, lalu mati. Tak ada kuasa, tak ada wibawa, hanyalah kelemahlembutan dan kerendahhatian yang ditunjukkannya pada mereka yang mencerca, menghina dan memusuhinya, tatapan teduh pada setiap pengikutnya, hati yang berbelaskasih pada mereka yang lapar, dan pengampunan bagi para pendosa yang bertobat dan pada para pembunuh-Nya. Ia yang mahatinggi telah mengambil tempat terendah, menjadi hamba dari para hamba, mengambil ras dari bumi, ras insani. Menjadi Anak domba kelu yang digiring ke tempat pembantaian. Lahir dalam kerendahan dan mati dalam kehinaan.


Pembalikan Radikal : Inti Iman Kita
Sekali lagi melihat itu semua mustinya tak ada alasan apapun yang bisa mendukung kerajaannya akan bisa tumbuh dan berkembang. Waktu terlalu singkat, sarana-prasarana tak memadai, dan infrastruktur tidak jelas dan berantakan. Namun akan menjadi salahlah kalau kita hanya berhenti di situ, karena akan ada pembalikan total yang mengubah segala skandal dan batu sandungan itu, yakni kebangkitan-Nya. Pembalikan sempurna ini untuk membentuk keseluruhan ekstrim yang serba gelap dan tanpa nilai positif itu menjadi ekstrim gemilang dan terang-benderang. Lewat cahaya Paska, kebangkitan-Nya, kita dapat melihat bahwa apa yang dilakukan-Nya adalah suatu bentuk konsekuensi dan konsistensi total dengan seluruh sabda-Nya sendiri, karena Ia adalah pelaksana sempurna hukum yang dibuat-Nya sendiri. �Barang siapa ingin menjadi yang terkemuka, hendaklah ia menjadi pelayan bagi semua; yang meninggikan diri akan direndahkan, yang terdepan akan menjadi yang terbelakang, barangsiapa ingin menjadi sempurna, hendaklah ia melepaskan segala miliknya, barangsiapa ingin menjadi pembesar ia harus menjadi seperti anak kecil, barangsiapa kehilangan nyawanya, akan mendapatkannya kembali. �

Raja Semesta Alam
Pembalikan total inilah yang menjadi inti iman kita dan setelahnya kita tahu bahwa Ia yang telah mengasihi tanpa batas dengan kasih agung pergurbanan diri, menjadi sahaya dari para sahaya inilah yang kemudian memiliki Nama, yang melebihi segala nama. Pada Dia yang dahulu menerima segala hojat dan hinaan serta fitnah keji inilah, yang kelak segala lutut akan bertekuk dan bersujud, serta segala lidah akan mengaku bahwa Ia adalah Tuhan dan Juru selamat. Dia yang mengawali kerajaan-Nya tanpa wilayah dan zero-modal ini ternyata adalah pemilik semesta alam, Raja segala raja. Berkuasa penuh atas segala milik-Nya, sehingga bisa berkata dosamu sudah diampuni, bangkitlah dan berjalanlah!, Hai anak muda bangkitlah!, hari ini juga engkau akan bersama-Ku di firdaus.. ; sebab sebagai penguasa semesta alam Ia tahu di mana Dia dahulu berada, kini berada dan akan berada; Ia tahu isi hati setiap manusia.

�Layaklah Anak domba yang disembelih itu, menerima kuasa, kemuliaan, kebijaksanaan, kekuatan dan hormat. Bagi-Nya, yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, bagi Dialah kemuliaan dan kekuasaan sampai selama-lamanya. Amin.� (Wahyu 5, 12 dan 1,6).

Sumber : http://m.kompasiana.com/post/filsafat/2012/11/24/hari-raya-yesus-kristus-raja-semesta-alam/

Sunday, October 14, 2012

Gereja Katolik di Amerika Serikat Serukan "Penginjilan Baru"



LOS ANGELES (AS) - Misi Gereja Katolik untuk melakukan penginjilan �adalah selalu kuno dan selalu baru,� dan setiap anggota Gereja memiliki kewajiban untuk melaksanakan misi ini, kata Uskup Agung Los Angeles Jose H. Gomez dalam surat gembalnya yang dikeluarkan bertepatan dengan awal �Tahun Iman�.

�Witness to the New World of Faith�  adalah surat gembala pertama uskup agung itu sejak ia menjadi kepala keuskupan agung Los Angeles, Amerika Serikat, pada awal tahun 2011.

Surat gembala, yang menawarkan lima prioritas pastoral, katanya, �dapat berfungsi sebagai kerangka kerja yang berguna untuk memfokuskan upaya kita pada pembaharuan.�

Dia mengeluarkan surat gembala itu pada 2 Oktober, lima hari sebelum pembukaan sinode para uskup di Vatikan yang berlangsung selama tiga minggu tentang �Evangelisasi Baru�. Uskup Agung Gomez adalah salah satu dari lebih dari 260 anggota sinode.

Subjudul surat gembala itu �A Pastoral Letter to the Family of God in Los Angeles on the New Evangelization and Our Missionary Call,� dengan 4.700 kata adalah sebuah seruan kepada semua umat Katolik untuk mengikuti Yesus,  �pergilah dan jadilah murid-murid-KU.�

Uskup Agung Gomez mengatakan dalam bagian pembukaan suratnya: �Gereja ada untuk melakukan evangelisasi.�

Misi Gereja adalah selalu kuno dan selalu baru. Dan kita semua anggota Gereja: uskup, imam, diakon, bruder, suster, seminaris serta kaum awam dalam setiap bidang kehidupan � kita semua memiliki tanggung jawab untuk misi ini.�

�Dan saat ini kita dipanggil untuk membangun di atas pondasi misionaris untuk membuat evangelisasi baru.�

Uskup Agung itu mendorong umat Katolik setempat untuk menjadikan Tahun Iman �sebagai kesempatan pembaharuan dari dalam dan persiapan spiritual untuk menjadi saksi  di kota dan benua kita.�

Sumber : http://kabargereja.tk/2012/10/gereja-katolik-di-amerika-serikat.html?m=1

Sunday, July 8, 2012

Ratusan Militan Boko Haram yang Mengikut Terang Yesus Kristus Terjebak di Nigeria Utara



ABUJA (NIGERIA) � Berbagai aksi membantai umat Kristen di Nigeria yang semakin digencarkan oleh Boko Haram, kelompok fundamentalis Islam di negara itu ternyata memberikan pengaruh besar terhadap para muslim itu sendiri terutama kepada militan fundamentalis itu, banyak dari mereka menyadari kesalahan mereka dan memandang Yesus Kristus sebagai Juru Selamat mereka.

Diberitakan oleh Worthy News pada Kamis, 28 Juni 2012, sekelompok missionaris yang telah memenangkan ratusan muslim di Nigeria Utara terutama kelompok Boko Haram  yang berada di Negara Bagian Kaduna, berencana akan mengungsi ke Nigeria Selatan, setidaknya sampai di Abuja, namun kini mereka berada dalam situasi terjebak di sebuah kota di wilayah Kaduna.

Salah satu missionaris di negara bagian Kaduna yang tidak ingin identitas dan alamatnya diketahui, dalam surat yang dipublikasikan Christian Aid Mission (CAM) mengungkapkan, para umat Kristen yang lahir baru ini masih terjebak di sebuah tempat pusat pemuridan �yang aman dan terlindungi�, selama hampir seminggu. Dengan menyatakan seratus dari mereka merupakan mantan anggota Boko Haram yang dahulu telah menyerang dan membunuh umat Kristen.

�Komitmen kami menjangkau para militan, dan beberapa dari mereka keluar dari Boko Haram dan bergabung bersama kami,� tulis missionaris itu sembari melanjutkan.�kami melatih menjadi penginjil dan melindungi mereka di tempat rahasia.�

Ia juga mengungkapkan, walaupun pekerjaan penginjilan mereka dapat dianggap sangat berhasil dari yang dibayangkan, namun ada saja tantangan dan hambatan.

�Pusat Pemuridan untuk muslim yang beralih iman ke Kristen ini sangat membutuhkan kelambu, peralatan sekolah untuk anak-anak mereka dan persediaan obat-obatan. Sebab kami membawa banyak orang luka [Boko Haram yang dianiaya karena menjadi Kristen] dalam perang ini,� tambah missionaris.

Dikatakan, tidaklah mudah mengeluarkan mereka dari wilayah perang. �Ketika pembunuhan terhadap anggota Boko Haram terjadi di ibu kota Kaduna, warga muslim di kota-kota kecil akan mengintimidasi orang-orang kami. Mereka mengatakan kepada orang-orang kami untuk pergi dari kota itu atau akan menjadi tumbal pembunuhan oleh Boko Haram karena telah mengikut orang-orang Kristen [para missionaris].�

�Kepala desa sangat terbuka dan menerima orang-orang kami, namun ia juga khawatir dengan kelompok militan, jadi kami sementara menunda pelatihan penginjilan kami. Sebab banyak orang telah mati dibunuh di dekat mereka, dan mereka mengaku bahwa mereka sangat ketakutan.�

Terpisah dari bahaya itu, warga dari desa muslim itu menyatakan akan kembali bertemu dengan para missionaris secepatnya, ketika kondisi sudah tenang.

�Bagi saya, mereka kini bagaikan pengungsi,� sembari meminta dukungan doa kepada empat delapan keluarga besar yang menyerahkan hidup mereka kepada Kristus. Sebab menurutnya keluarga-keluarga ini sudah meninggalkan harta mereka demi menjadi Kristen, dan hal itu merupakan tekanan finansial yang besar, sehingga mereka kini perlu mencari rumah dan makanan.

Sumber : http://kabargereja.tk/2012/07/mohon-doa-ratusan-militan-boko-haram.html?m=1

Tuesday, June 5, 2012

International Geology Review : Yesus Kristus Disalibkan pada 3 April 33



WASHINGTON D.C (AS) - Survey geologi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah International Geology Review bulan Mei 2012 menyatakan Yesus Kristus disalibkan pada Jumat, 3 April, pada tahun 33.

Tahun dari penyaliban Kristus telah lama menjadi debat dikalangan agamawan dan para sarjana sejarah ini akan terpecahkan ketika para ahli geologi dengan berhasil menyatakan bahwa mereka telah mendapatkan tahun yang tepat dari peristiwa tersebut.

"Hari dan tanggal dari penyaliban telah dikenal dengan tingkat ketepatan yang disepakati bersama. Tetapi tahunnya tetap menjadi pertanyaan," ujar pakar geologi Jefferson Williams dari SuperSonic Geophysical, sebuah institut geologi yang bermarkas di California, Amerika Serikat kepada Discovery News pada Kamis (24/05/2012).

Bersama para ahli geologi dari Jerman, yang mayoritas berasal dari kelompok humanis dan atheis ini, William menyatakan hasil penelitian didapati dari penelitian dan pembelajaran mendalam terhadap sampel tanah yang berada di wilayah pantai Ein Gedi Spa, pesisir barat laut Mati, 20 kilometer dari bukit Golgota, kota Yerusalem, tempat dimana Yesus Kristus disalibkan.

Sampel tanah tersebut menurutnya diteliti guna membuktikan adanya aktifitas gempa pada abad pertama. Alhasil, ada dua gempa bumi yang tercatat telah terjadi pada tahun ketika Pontius Pilatus menjadi penguasa Yudea yakni sekitar tahun 26 hingga 36 sebelum masehi.
Para ahli menggunakan data kegempaan dengan dasar kesaksian yang terambil dari Alkitab, terutama pada Injil Matius pasal 27 yang dengan jelas mengungkapkan adanya aktifitas gempa ketika Yesus Kristus disalibkan.

"Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatkah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,"  tulis firman Tuhan pada Matius pasal 27 ayat 50 dan 51.

Dengan menganalisa catatan aktifitas gempa yang terjadi dalam ribuan tahun ditempat itu bersama dengan data-data astronomi, serta sumber-sumber catatan dari Alkitab dan catatan sejarah sekuler lainnya, para ilmuan menentukan hari dan tanggal terjadinya penyaliban adalah Jumat, 3 April 33.

Berikutnya mereka menyatakan akan meneliti peristiwa alam lainnya yang terjadi dalam sehari penyaliban, yakni kegelapan.

Tiga dari empat Injil kanon melaporkan adanya kegelapan dari pukul 12 siang hingga 3 sore. Perkiraan awal mereka, hal ini terjadi akibat adanya badai pasir. Namun guna menvalidkan teorinya, William bersama rekan-rekannya menyatakan akan menyelidiki sedimen dari badai pasir yang berada di lapisan tanah dari penyelidikan mereka.

Monday, May 14, 2012

Seminar Hidup Baru Dalam Roh Kudus

 

APA ITU SHDR ? 

Seminar Hidup Dalam Roh Kudus (SHDR) merupakan satu seminar awal untuk mengantarkan para peserta kepada pengalaman pribadi akan kehidupan Kristiani yang sejati menurut Yesus Kristus. Sering diistilahkan dengan Retret Awal. Peserta akan dipersiapkan untuk mengalami kabar baik , membuka pintu hati terhadap Roh Kudus , disadarkan bahwa Tuhan itu sangat baik, anugerah dari Tuhan itu luar biasa. Di SHDR ini akan diajarkan kebenaran-kebenaran pokok Injil. Dan akan ada 8 tema pengajaran. Setiap peserta akan dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil. Setiap selesai satu sesi pengajaran akan dilanjutkan dengan doa bersama, sharing dalam kelompok untuk menceritakan kebaikan Tuhan dalam pengalaman hidup pribadi sesuai dengan tema yang dibahas. Pada sesi pertobatan ada sakramen tobat oleh beberapa orang romo dan juga tersedia beberapa konselor bagi mereka yang membutuhkan konseling. Pada sesi pencurahan akan diadakan pengulangan janji baptis oleh romo. Masing-masing peserta akan mendapatkan pengalaman batin yang indah bersama Tuhan dan sesudah itu biasanya peserta berduyun-duyun memberi kesaksian akan pengalaman tersebut. Setelah ikut seminar ini , banyak sekali pribadi yang berubah, mengalami "kehadiran ROH KUDUS" secara baru dalam kehidupan mereka, sehingga terjadi perubahan hidup yang drastis. Dari kehidupan yang jauh dari Tuhan, acuh tak acuh terhadap Ekaristi, hidup dalam kedosaan , berubah menjadi orang yang haus berkomunikasi dengan Tuhan, haus akan EKARISTI, haus akan firman Tuhan. Relasi Keluarga yang penuh kebencian berubah menjadi keluarga harmonis.

 

SHDR PULIHKAN RELASI SUAMI ISTRI

Saya mengenal agama Katholik sejak saya masuk sekolah Katholik , dari bangku TK sampai SMU, latar belakang orang tua adalah dari non Katholik. Dibaptis tahun 1995, bersama mantan pacar yang sekarang menjadi suami.  Tahun 2002 kami menikah, banyak hal-hal kecil yang kami berdua perlu sesuaikan satu sama lain, walau sudah berpacaran 10 tahun. Sikap egois, kurang bisa memahami, mengalah, memaafkan dan mengampuni, menjadi pangkal utama pertengkaran demi pertengkaran.  Saya tidak mengimani ajaran Katholik dengan baik dan benar, dan banyak pelanggaran yang saya lakukan. Saya sering marah dan memaksakan kehendak saya sendiri, begitu juga suami, yang belakangan mulai meninggalkan gereja dan beralih ke klenteng.  Juga menghadapi masalah dalam usaha kami , kami mulai sering mencari solusi lewat paranormal. Pada saat puncak masalah dengan suami yang begitu besar , Saya mendengar saran dari tetangga saya, untuk ikut SHDR di PDKK MKK, karena sebelumnya beliau sudah terlebih dulu ikut. Saat itu saya ceritakan ke suami saya, dan dia bersedia ikut. Niat saya hanya ingin mendapat pemulihan dari Tuhan. Saya ingin merasakan damai, saya ingin merasakan suatu hari nanti Tuhan sendiri yang akan memberikan jawaban terbaik buat masalah kami berdua, karena saya tidak tahu lagi dimana harus mencari kebenaran dan kedamaian. . Baru pertama kali di SHDR ini saya mendengar bagaimana firman Tuhan dalam Alkitab itu diajarkan dengan gaya yang berbeda. Saya baru mengerti bahwa Roh Kudus itu nyata hadir dan mampu menuntun hidup kita. Bayangan Tuhan Allah yang dulunya serasa jauh dari hidup kita dan sulit dijangkau, ternyata tidak demikian. Selesai ikut SHDR ini pemulihan terjadi. Relasi suami istri menjadi baik kembali, kami berdua menjadi lebih pengertian satu sama lain, berani saling meminta maaf dan mau memaafkan, serta lebih bersabar.Senang sekali ikut SHDR ini, berbunga-bunga, seperti layaknya anak kecil yang mendapat barang kesukaannya, mungkin itulah gambaran yang dapat saya berikan. (sharing Angela Merici Yuni peserta SHDR 2011)


SHDR MEMBUAT IMAN SAYA BERTUMBUH PESAT

Semenjak masih remaja saya sering ikut ibu saya ke acara Persekutuan Doa. Namun kesibukan kuliah, bekerja dan membangun keluarga membuat saya absen ke PD dalam waktu cukup lama. Rupanya Tuhan rindu saya kembali. Dimulai pada tahun 2010 anak sulung saya mengikuti persiapan komuni pertama, sehingga sayapun jadi lebih rajin ke gereja dan mulai lagi pergi ke PD. Kemudian di tahun 2011 saya mengalami banyak pencobaan berat dan mulai mencari-cari suatu pegangan hidup. Di saat itulah saya membaca flyer Seminar Hidup dalam Roh Kudus (SHDR). Ini pasti undangan dari Tuhan, karena setelah itu berkali-kali saya ditawari untuk ikut SHDR, bukan saja tawaran secara fisik, bahkan dalam benak sayapun sering terlintas akan undangan tsb. Maka ikutlah saya dalam seminar tsb. Lebih dari 25 tahun saya rindu mengalami pencurahan Roh Kudus dan kali ini saya benar-benar mengalaminya! Saya mendapat karunia bahasa Roh, sungguh suatu pengalaman pribadi yang intim dengan Tuhan, tak dapat saya lukiskan dengan kata-kata! Sesudah peristiwa itu, kerinduan saya untuk mengenalNya menjadi lebih berkobar-kobar. Saya kembali rajin datang ke PDKK MKK, bahkan saya mengikuti seminar dan kursus lanjutan lainnya. Tahun 2011 merupakan tahun reformasi dalam kehidupan iman saya. Banyak hal-hal negatif dalam diri saya Tuhan ubahkan setelah ikut seminar ini. Saya menjadi lebih sabar dan lebih khusuk saat Misa Kudus. Dukungan dari teman-teman dan ketua kelompok dalam SHDR sungguh berarti bagi saya, karena saya tidak merasa sendirian. Sungguh SHDR membuat iman saya bertumbuh pesat !! (sharing Luciana Winny peserta SHDR 2011)

SHDR MEMBUAT BEBAN YANG SAYA PIKUL HILANG

Sebenarnya saya ikut SHDR tahun ini hanya untuk menemani suamiku yang baru pertama kali ikut SHDR, saya sendiri sebenarnya sudah pernah mengikuti nya tetapi karena selama ini selalu membawa beban sebagai anak pewarta yang hebat (papi dan mamiku seorang pewarta dan pendoa yang lumayan terkenal di kalangan karismatik). Selama remaja sampai dengan menikah ini saya termasuk yang suka memberontak baik terhadap orang tua, lingkungan, gereja bahkan kepada Tuhan. Saya mempunyai beban berat sebagai seorang anak pewarta sungguh berat dan saya merasa kehilangan jati diri sendiri. Pada saat doa pencurahan Roh Kudus saya bahkan sempat berdoa supaya jangan mami saya mendoakan saya karena saya takut dan melalui doa ketua kelompokku yang mendoakan saya agar saya bisa mendapatkan anak, disitu Tuhan menegur saya supaya jangan kuatir dan jangan takut akan hari depan kalau Tuhan akan memberikan saya anak. Saya juga merasakan ROH KUDUS memeluk saya, merasa nyaman , tentram dan Roh Kudus sudah membebaskanku dari segala beban yang saya pikul selama ini. Setelah ikut SHDR ini saya mempunyai kerinduan kuat untuk selalu mencari Tuhan Yesus dan saya menjadi rajin ke PD MKK tiap hari rabu malam. Thank�s for Jesus & seluruh tim PDKK MKK yang telah menyelenggarakan SHDR ini. (sharing Mediana Tedjaindra peserta SHDR 2011)



SHDR MENGUBAH TOTAL KEHIDUPAN SAYA


Dahulu saya seorang pemarah, pendendam, kasar. Begitu juga terhadap keluarga saya kurang perhatian sekali. Berdoa hanya berdasarkan kebutuhan saja. Alkitab saya baca, tetapi saya tidak mengerti dan memahaminya. Suatu ketika saya datang ke Persekutuan Doa MKK , dimana saat itu saya ditawari ikut SHDR. Saya tidak mengerti apa seminar ini, tetapi saya pikir kalau kita ada didalam Tuhan, tidak mungkin sesuatu hal itu buruk. Apa yang saya alami di seminar ini, saat sesi Pencurahan Roh Kudus saya merasakan Tuhan Yesus menghampiri dan memegang tubuh saya. Sesudah itu saya merasakan kelepasan , kelegaan, kedamaian dan sukacita yang luar biasa. Hidup saya berubah total setelah ikut SHDR ini. Saya menjadi mencintai keluarga, lebih sabar, pemaaf, rajin berdoa. ( sharing bpk.Ali peserta SHDR 2008. Sekarang pradiakon di Paroki MKK)

Saturday, May 5, 2012

Hati-Hati Terhadap Nubuatan Akal-Akalan !!


Artikel berjudul �Tragedi Teologi Sukses� mendapat tanggapan, baik yang mendukung maupun yang menyanggah, dan dari tanggapan itu ada beberapa yang berseberangan yang berasal dari lingkaran dekat penginjil tersebut.

Seorang tokoh di kota Semarang yang dekat dengan penginjil itu (penginjil itu berasal dari Semarang) mengungkapkan bahwa memang penginjil itu dikenal sebagai sering membawakan nubuatan-nubuatan aneh yang berpusat pada diri dan keluarganya sendiri tapi banyak yang tertarik dan isteri penginjil itu pernah bersaksi ada banyak yang memberikan persembahan bahkan sampai 1M. Seorang pendeta yang banyak tahu praktek penginjil itu menyebutkan bahwa memang penginjil itu sering melakukan �Prophetic Trickery� (bisa diartikan �Nubuatan Akal-Akalan�) dan pendeta itu memandang musibah sekitar penginjil itu sebagai peringatan Tuhan!

Seorang teman dekat penginjil itu menyebutkan bahwa penginjil itu bersaksi bahwa peristiwa itu mujizat Tuhan karena ia sekarang sehat walafiat dan bahkan bangga karena kerugian mobil Mercedesnya yang hancur sudah dibayar asuransi dengan mobil seri E tipe terbaru. Dan ketika ditanya bagaimana dengan menantunya yang meninggal, dengan enteng ia menjawab bahwa telah dinubuatkan bahwa menantu itu dipanggil Tuhan karena kalau masih hidup ia akan menghadapi masalah besar yang tidak tertanggung hidupnya. Menarik untuk menyimak perilaku penginjil itu bahwa untuk menghibur kedua anak almarhumah yang meninggal katanya mereka sudah berhubungan dengan ibunya (spiritisme?) dan mendapat nubuatan hiburan bahwa si ibu sekarang sudah senang tinggal di rumah besar di surga! Seorang penginjil wanita yang dekat dengan pelayanan penginjil itu menyebutkan bahwa anak sipenginjil (yang juga jadi penginjil) yang terlibat penggelapan dana tentara, memperoleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar karena ada �deal� dengan Tuhan.

Kalau diamati, nubuatan akal-akalan semacam ini sudah menjadi bisnis penginjil yang tidak beda dengan praktek bisnis ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga. Bila orang pergi kedukun atau ke gunung Kawi biasa yang diminta adalah sukses kekayaan dan jabatan atau lainnya, tetapi biasanya ada tumbal (sebagai deal) yang dikorbankan. Ada pabrik rokok yang maju berkat ramalan gunung Kawi tetapi keluarganya berantakan bahkan ada anaknya yang mengalami kecelakaan mobil terguling, beberapa pemilik kebon apel di kota Batu sukses tetapi mengorbankan anak yang menjadi gila atau mati. Yang jelas dalam kasus penginjil di atas, sehatnya sipenginjil dan kembalinya mobil mewah yang malah lebih baru tipenya, bahkan anaknya yang beroleh sukses bisa membangun rumah mewah dan mendapat proyek besar itu dianggap sebagai mujizat berkat Tuhan, tetapi dengan enteng menganggap kematian menantu sebagai sudah dinubuatkan, kematian yang akan menimbulkan trauma kepada ibunya yang mengandungnya dan kedua anak almarhumah yang masih remaja. Jelas pula kesaksian bahwa �tuhan bisa dengan mudah diajak dialog dan didengar suaranya� itu adalah �tuhan� yang sama sekali membutakan hati dan tidak menyadarkan orang akan jerat dan bahaya ber-KKN dengan tentara! Dan �deal� apaan dengan �tuhan� apaan yang mengorbankan nyawa isteri?

Nubuatan akal-akalan yang berkaitan dengan kematian bisa kita lihat dari praktek Oral Roberts yang ketika membangun �City of Faith�nya yang kekurangan dana 8 juta dolar kemudian menubuatkan bahwa kalau tidak terpenuhi ia akan dipanggil Tuhan (alias mati). Dana tidak juga terkumpul dan akhirnya ada pengusaha non-kristen yang kasihan dan menyumbang untuk pembangunan itu. Nubuatan bukan saja akal-akalan tetapi sudah menjadi bisnis untuk mencapai tujuan sukses seperti dalam perdukunan, dan ini dikejar tanpa sadar bahwa tujuan itu sering mengorbankan kehidupan kekeluargaan. (Bandingkan sukses Jim Bakker yang akhirnya mengorbankan keluarga (isteri minta cerai), harta kekayaannya, dan masuk penjara).

Benny Hinn adalah penginjil yang terkenal dengan �prophetic trickerynya.� Pada tahun 1989 ia menubuatkan Fidel Castro akan meninggal pada tahun 1990-an, pada tahun yang sama ia menubuatkan bahwa pada tahun 1995 komunitas Homo di Amerika akan dihancurkan Tuhan, ia juga menubuatkan tahun 1990-an gempa bumi besar akan menimpa pantai timur Amerika. Hinn termasuk penginjil yang menubuatkan bahwa pengangkatan jemaat akan terjadi tahun 1992, dan ketika nubuatan itu tidak jadi diramalkan pada tahun 1997 bahwa dalam waktu dua tahun Tuhan Yesus akan datang kembali dan pada tahun 2000 akan muncul secara fisik dibanyak gereja. Petinju Evander Holyfield pernah �disembuhkan secara mujizat� oleh Hinn dari penyakit jantung sehingga petinju itu menyumbang 25.000 dolar kekocek Hinn, namun kemudian ketahuan dari diagnosa dokter yang biasa memeriksa kesehatan para petinju dikemukakan fakta bahwa Holyfield tidak mempunyai track record penyakit jantung (penyakit jantung adalah penyakit yang terbentuk dalam waktu lama dan bukan karena penularan seketika). Hinn juga mengajarkan ajaran bahwa manusia adalah �little gods�!


Yang menarik untuk dilihat adalah bahwa sekalipun para penginjil di atas mengajarkan �tuhan,� tuhan perdukunan yang menjanjikan penonjolan diri dan berkat materi, jelas berbeda dengan �Tuhan� Alkitab yang mengajarkan kita untuk bertobat dan menjadi berkat bagi sesama kita, dan sekalipun nubuatan akal-akalan yang disampaikan tidak beda dengan ramalan perdukunan yang menyenangkan telinga dan hati pendengar dan para pendengarnya sering tertipu, selalu akan ada jemaat yang berkumpul sekitar �para penginjil� itu dan mendengarkan �bualan� mereka. Rasul Paulus mengingatkan bahwa:

�Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari  kebenaran dan membukanya bagi dongeng.� (2 Timotius 4:3-4)

Nabi Yeremia banyak berhadapan dengan para nabi palsu yang sering melakukan nubuatan akal-akalan di zamannya dan berkali-kali mengingatkan umat:

�Janganlah dengarkan perkataan para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka hanya memberi harapan yang sia-sia kepada kamu, dan hanya mengungkapkan penglihatan rekaan hatinya sendiri bukan apa yang datang dari mulut TUHAN. ... Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya dan menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya� (Yeremia 23:16,32).

Memang tidak mungkin mengingatkan penginjil yang sudah sudah menjadi tokoh �kultus� dan terkenal dan didukung massa yang banyak, kecuali hanya didoakan dan berharap Roh Kudus sendiri yang menyadarkan mereka agar mereka tidak menyesatkan lebih banyak orang lagi. Tetapi, setidaknya kita masih bisa mengingatkan para jemaat yang terpengaruh praktek nubuatan akal-akalan itu agar mereka tidak terkecoh lebih lanjut dan kembali kepada ajaran firman Tuhan Alkitab. Bila kita diam, kita ikut bersalah menjerumuskan lebih banyak orang ke dalam kesesatan demikian. Rasul Paulus melanjutkan nasehatnya:

�Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!� (2 Timotius 4:5).

 �Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesadaran dan pengajaran.� (2 Timotius 4:2)


Amin.

Tags

Berita (144) Gereja Katolik (129) Iman Katolik (76) Apologetik (71) Paus (44) Tradisi (41) Kitab Suci (30) Politik (29) Yesus (28) Magisterium (24) Doa (22) Katolik Timur (20) Kesaksian (19) Katekese Liturgi (18) Renungan (18) Maria (15) Tanya Jawab (13) Roh Kudus (10) Kamis Putih (9) Film (8) Karismatik (8) Prodiakon (8) Lektor (7) Natal (7) Petrus (7) Sakramen Ekaristi (7) Sakramen Perkawinan (7) Adven (6) Katekese Katolik (6) Lintas Agama (6) Pantang dan Puasa (6) Perayaan Ekaristi (6) Seputar Liturgi (6) Anglikan (5) Gua Maria (5) Hari Perayaan Santa Maria (5) Hari Raya / Solemnity (5) Ibadat Harian (5) Madah dan Lagu Liturgi (5) Masa Prapaskah (5) Piranti Liturgi (5) Berita Terkini (4) Doa Novena (4) Doa Rosario (4) Ibadat Peringatan Arwah (4) Inkulturasi Liturgi (4) Jumat Agung (4) Komuni Kudus (4) Minggu Palma (4) Musik liturgi (4) Rabu Abu (4) Sakramen Mahakudus (4) Surat Gembala Paus (4) Tri Hari Suci (4) Dirigen Paduan Suara (3) Doa Litani (3) Ibadat Rosario (3) Jalan Salib (3) K Evangelisasi Pribadi (3) Kisah Nyata (3) Lamentasi (3) Liturgi Anak (3) Malam Paskah (3) Mgr Antonius Subianto OSC (3) Misa Jumat Pertama (3) Misa Krisma (3) Misdinar (3) Ordo (3) Paduan Suara Gereja (3) Paus Fransiskus (3) Persatuan Gereja (3) Tahun Liturgi (3) Tata Gerak dalam Liturgi (3) Virus Covid-19 (3) Yohanes Paulus II (3) Analisis Tafsiran (2) Beato dan Santo (2) Berita Luar Negeri (2) Busana Liturgi (2) Doa Angelus (2) Doa Bapa Kami (2) Doa Dasar (2) Doa Persatuan (2) Doa Suami-Istri (2) Doa Utk Jemaat (2) Doa Utk Warga (2) Doa dan Ibadat (2) Dupa dalam Liturgi (2) Eksorsisme (2) Evangeliarium (2) Hati Kudus Yesus (2) Homili Ibadat Arwah (2) Ibadat Completorium (2) Ibadat Mitoni (2) Ibadat Syukur Midodareni (2) Mgr.Antonius Subianto OSC (2) Mujizat (2) Orang Kudus (2) Pekan Suci (2) Perarakan dalam Liturgi (2) Reformasi Gereja (2) Risalah Temu Prodiakon (2) Sharing Kitab Suci (2) Surat Gembala KWI (2) Surat Gembala Uskup (2) Tuguran Kamis Putih (2) Ada Harapan (1) Allah Pengharapan (1) Api Karunia Tuhan (1) Artikel Rohani (1) Baptis Darah (1) Baptis Rindu (1) Batak Toba (1) Berdoa Rosario (1) Bersaksi Palsu (1) Bhs Indonesia (1) Bhs Karo (1) Bulan Rosario (1) Bunda Maria (1) Carlo Acutis (1) Debat CP (1) Dei Verbum (1) Desa Velankanni (1) Diakon (1) Doa Bersalin (1) Doa Dlm Keberhasilan (1) Doa Dlm Kegembiraan (1) Doa Dlm Kesepian (1) Doa Katekumen (1) Doa Kebijaksanaan (1) Doa Kehendak Kuat (1) Doa Kekasih (1) Doa Kekudusan (1) Doa Kel Sdh Meninggal (1) Doa Keluarga Sakit (1) Doa Kerendahan Hati (1) Doa Kesabaran (1) Doa Keselamatan (1) Doa Ketaatan (1) Doa Ketabahan (1) Doa Orang Menderita (1) Doa Orang Sakit (1) Doa Pemb Pertemuan (1) Doa Penerangan RK (1) Doa Pengenalan (1) Doa Penutup Pertemuan (1) Doa Perjalanan (1) Doa Pertunangan (1) Doa Ratu Surga (1) Doa SeSdh Kelahiran (1) Doa Seblm Kelahiran (1) Doa Seblm Makan (1) Doa Semakin Dikenal (1) Doa Siap Mati (1) Doa Tanggung Jawab (1) Doa Ulang Tahun (1) Doa Untuk Anak (1) Doa Untuk Keluarga (1) Doa Utk Gereja (1) Doa Utk Masyarakat (1) Doa Utk Mempelai (1) Doa Utk Negara (1) Doa Utk Ortu (1) Doa Utk Pemuka (1) Doa Utk Penderita (1) Doa Utk Petugas (1) Doa Utk Rakyat (1) Doa Utk Tanah Air (1) Doa Utk Yg Membenci (1) Dogma (1) Doktrin (1) Dokumen Gereja (1) Dokumen Pernikahan (1) Dominicans (1) Dosa (1) Ekaristi Kudus (1) Enggan Beribadat (1) Epiphania (1) Film Terbesar (1) Firman Tuhan (1) Foto Kenangan (1) Generasi Muda (1) Gubernur Wasington (1) Haposan P Batubara (1) Hari Pesta / Feastum (1) Harus Bergerak (1) Hidup Kudus (1) Hidup Membiara (1) Homili Ibadat Syukur (1) Hukum Kanonik (1) Ibadat Jalan Salib (1) Ibadat Pelepasan Jenazah (1) Ibadat Pemakaman (1) Imam Jesuit (1) Investasi Surgawi (1) Jangan diam (1) Joko Widodo (1) Kalender Prapaska (1) Kebenaran KS (1) Keberadaan Allah (1) Kebohongan Pemimpin (1) Kejujuran (1) Kekuasaan Pelayanan (1) Kekudusan Degital (1) Kesehatan Tubuh (1) Komentar (1) Konsili Vat II (1) Konstantinovel (1) Kopi Asyik (1) Kristus Allah (1) Kualitas Hidup (1) Kumpulan cerita (1) Lawan Covid-9 (1) Lawan Terorisme (1) Lingkuangan Keluarga (1) Lingkup Jemaat (1) Lingkup Masyarakat (1) Liturgi Gereja (1) Luar Biasa (1) Lucu (1) Madu Asli (1) Mari Berbagi (1) Mateus 6 (1) Mayoritas Katolik (1) Menara Babel (1) Menghadapi Kematian (1) Menunggu Penyelamat (1) Mesin Waktu (1) Mgr A Subianto OSC (1) Misa Imlex (1) Misa Latin (1) Misa Online (1) Misionaris SCY (1) Mohon Bantuan (1) NKRI (1) Naskah WH (1) Oikoumene (1) Organis Gereja (1) PGI (1) Passion Of Christ (1) Pastoran (1) Penampakan Maria (1) Pendidikann Imam (1) Pengakuan Iman (1) Penghormatan Patung (1) Pentahbisan (1) Perbaikan (1) Perjamuan Kudus (1) Perkawinan Campur (1) Perkawinan Sesama Jenis (1) Persiapan Perkawinan (1) Pertemuan II App (1) Pertobatan (1) Pesan Natal (1) Pesan Romo (1) Pohon Cemara (1) R I P (1) Rasa Bersyukur (1) Rasul Degital (1) Rasul Medsos (1) Renungan Musim Natal (1) S3 Vatikan (1) SSCC Indonesia (1) Saksi Bohong (1) Salam Yosef (1) Saran Dibutuhkan (1) Sejarah (1) Selamat Paskah (1) Selingan (1) Sepuluh Perintah Allah (1) Sosialisasi APP (1) Spiritualitas (1) Sukarela (1) Surat bersama KWI-PGI (1) Surga (1) Survey (1) Survey KAJ (1) Tahun St Yosef (1) Teologi (1) Thema APP (1) Tim Liturgi (1) Tokoh Iman (1) Tokoh Internasional (1) Tokoh Masyarakat (1) Toleransi Agama (1) Tuhan Allah (1) Tujuan Hidup (1) Turut Berlangsungkawa (1) Usir Koruptor (1) Ust Pembohong (1) Video (1) Wejangan Paus (1) Yudas Iskariot (1) Ziarah (1)